TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Pemerintah Kota Bengkulu menyiapkan strategi baru dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan komoditas unggulan berbasis wilayah. Program tersebut dirancang agar setiap kelurahan memiliki potensi produktif yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Konsep yang tengah disiapkan Pemkot Bengkulu itu menyasar seluruh 67 kelurahan. Masing-masing wilayah nantinya diarahkan memiliki komoditas atau kegiatan budidaya yang menjadi ciri khas sesuai kondisi geografis, karakter tanah, serta peluang ekonomi di daerah tersebut.
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan, program tersebut tidak boleh berhenti pada kegiatan membagikan bibit kepada masyarakat. Menurutnya, bantuan yang diberikan harus mempunyai arah pengembangan yang jelas sehingga dapat menghasilkan nilai ekonomi dalam jangka panjang.
Karena itu, pemerintah terlebih dahulu akan melakukan pemetaan terhadap potensi masing-masing wilayah. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan jenis tanaman maupun komoditas produktif yang paling sesuai untuk dikembangkan.
“Setiap wilayah harus memiliki ciri khas. Kita tidak ingin bantuan yang diberikan hanya sekadar pembagian bibit, tetapi harus benar-benar sesuai dengan kondisi wilayah dan bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Dedy Wahyudi, Rabu (23/9/2026).
Ia menjelaskan, kondisi lingkungan menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum komoditas ditetapkan. Faktor seperti karakteristik tanah, unsur hara, ekosistem, ketersediaan lahan hingga peluang pasar akan diperhitungkan agar program yang dijalankan tidak salah sasaran.
Salah satu wilayah yang telah menjadi contoh dalam konsep tersebut adalah Kelurahan Kebun Tebeng. Daerah ini direncanakan diarahkan pada pengembangan budidaya ikan lele serta tanaman alpukat.
Menurut Dedy, alpukat memiliki prospek ekonomi yang cukup menarik dan dinilai sesuai dengan karakter tanah di wilayah tersebut. Dengan pengelolaan yang tepat, tanaman buah tersebut diharapkan tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat.
Pola serupa akan diterapkan di kelurahan lainnya. Pemkot Bengkulu tidak akan memaksakan satu jenis komoditas untuk seluruh wilayah karena setiap kawasan memiliki karakteristik yang berbeda.
Kelurahan Sawah Lebar, misalnya, diproyeksikan untuk mengembangkan tanaman nangka. Sementara kawasan Padang Serai akan diarahkan pada pengembangan tanaman hortikultura dengan masa panen relatif singkat, seperti melon dan semangka.
Perbedaan komoditas tersebut diharapkan mampu membentuk sentra-sentra produksi baru dalam skala kelurahan. Jika dilakukan secara konsisten, setiap wilayah nantinya tidak hanya memiliki identitas produktif, tetapi juga dapat membangun aktivitas ekonomi masyarakat dari potensi yang tersedia di lingkungan mereka sendiri.
Sebagai langkah awal, Pemkot Bengkulu juga menyiapkan distribusi ribuan bibit tanaman buah secara gratis kepada masyarakat. Bantuan tersebut akan menjadi stimulus awal untuk menggerakkan program pemberdayaan berbasis komoditas unggulan.
Dedy berharap masyarakat tidak melihat bantuan bibit sebagai pemberian sesaat. Bibit yang diterima perlu dirawat bersama sehingga nantinya dapat berkembang menjadi aset produktif yang memberikan hasil bagi lingkungan dan warga.
Ia juga mendorong agar pengelolaan dilakukan secara komunal. Dengan keterlibatan warga, tanaman yang dikembangkan tidak hanya menjadi milik individu, tetapi dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan hijau sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi.
Dedy menilai keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada komitmen masyarakat dalam merawat dan mengembangkan tanaman yang diberikan pemerintah.
Jika ribuan bibit yang disalurkan dapat tumbuh dan menghasilkan buah, manfaatnya dinilai akan berlapis. Selain menambah ruang terbuka hijau dan memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan, hasil produksi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
“Bayangkan kalau 1.000 bibit yang kita bagikan bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan. Lingkungan menjadi lebih hijau, sementara hasilnya bisa membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. Karena itu, kami berharap seluruh warga ikut merawat dan menjaganya,” ujar Dedy.
Program pengembangan komoditas berbasis kelurahan ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Bengkulu untuk mendorong pemberdayaan ekonomi yang lebih terarah. Pemerintah berharap pemetaan potensi yang dilakukan sejak awal dapat membuat bantuan lebih tepat sasaran sekaligus membuka peluang terbentuknya pusat-pusat ekonomi baru di tingkat kelurahan.
Dengan pendekatan tersebut, pengembangan tanaman dan budidaya produktif tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan komoditas, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra