TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Usai menunaikan salat Tarawih di Masjid Al Muttaqien, Kelurahan Malabero, Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, memilih melanjutkan kegiatannya dengan menyambangi Pasar Barukoto I, Jumat malam (27/2/2026). Didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Medy Pebriansyah serta sejumlah kepala OPD, Dedy meninjau langsung pusat kuliner malam yang berada di lantai II kawasan tersebut.
Kunjungan itu bukan sekadar agenda seremonial. Orang nomor satu di Kota Bengkulu itu ingin memastikan proses penataan kawasan Barukoto berjalan sesuai rencana. Dari pantauan di lokasi, suasana pasar kuliner tampak hidup. Pengunjung memenuhi deretan meja makan, sementara pedagang sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti.
Di sela-sela peninjauan, Dedy mengungkapkan bahwa pembenahan kawasan Barukoto I belum sepenuhnya rampung. Ia menyebut progres pekerjaan baru mencapai sekitar 70 persen. Meski demikian, perubahan yang sudah terlihat dinilai cukup signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya.
“Penataannya memang belum selesai sepenuhnya. Masih ada beberapa bagian yang akan kita lanjutkan. Ke depan, kita upayakan meja dan kursi dibuat seragam supaya lebih rapi dan nyaman dipandang,” ujarnya.
Menurut Dedy, pemerintah kota masih mempertimbangkan skema pendanaan untuk penyempurnaan fasilitas tersebut, baik melalui penganggaran daerah maupun kerja sama dengan pihak ketiga. Namun ia menegaskan belum bisa memastikan secara detail waktu realisasinya.
Selain penyeragaman perabot, penataan juga menyasar aspek estetika kawasan. Pohon-pohon yang ada di sekitar pasar akan dipangkas agar terlihat lebih tertata, tanpa harus ditebang. Setelah dirapikan, kawasan itu direncanakan akan dipercantik dengan lampu hias, serupa konsep yang telah diterapkan di kawasan Belungguk Point.
“Nanti pohon-pohon ini kita beri lampu hias, ditambah lampu taman supaya suasananya lebih hidup pada malam hari. Di bagian dinding juga akan kita buat area tangga sekaligus spot nongkrong, lengkap dengan tulisan besar ‘Bengkulu Heritage’ sebagai identitas kawasan,” jelasnya.
Konsep tersebut diharapkan mampu memperkuat citra Barukoto sebagai destinasi kuliner malam sekaligus ruang publik yang nyaman bagi warga. Pemerintah Kota Bengkulu ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga ruang interaksi sosial dan daya tarik wisata.
Di tengah kunjungan itu, Dedy bertemu dengan salah seorang pedagang kuliner bernama Hamdani. Pertemuan tersebut cukup menyita perhatian karena Hamdani sebelumnya dikenal sebagai pedagang yang paling vokal menyuarakan kritik terkait kondisi Pasar Barukoto yang dinilai semrawut dan kurang terawat.
Beberapa waktu lalu, Hamdani bahkan sempat mengirimkan video langsung kepada wali kota, memperlihatkan kondisi pasar yang kotor dan tidak tertata. Ia meminta pemerintah segera melakukan pembenahan agar pedagang dan pengunjung merasa lebih nyaman.
Kini, setelah proses penataan berjalan, Hamdani mengaku bersyukur dan berterima kasih atas respons cepat pemerintah kota. Ia menilai perubahan yang terjadi membawa dampak positif bagi para pedagang.
“Dulu kami memang sempat protes karena kondisi pasar kurang bagus. Saya sampai kirim video ke Pak Wali. Alhamdulillah sekarang sudah ditata. Pedagang kuliner yang sebelumnya di bawah sudah pindah ke atas, tempatnya jadi lebih bersih dan rapi. Terima kasih Pak Wali,” ujarnya.
Relokasi pedagang kuliner ke lantai II dinilai membuat area pasar lebih tertib dan terpusat. Selain lebih nyaman bagi pengunjung, penataan tersebut juga berdampak pada meningkatnya jumlah pembeli yang datang pada malam hari.
Pemerintah Kota Bengkulu menargetkan Pasar Barukoto I menjadi salah satu ikon kuliner malam yang representatif. Dengan penataan yang terus berlanjut, kawasan ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian pelaku UMKM sekaligus mempercantik wajah kota.
Kunjungan usai Tarawih itu menjadi simbol bahwa pembenahan kota tidak berhenti pada siang hari saja. Di tengah suasana Ramadan, pemerintah tetap memastikan program penataan berjalan, demi menghadirkan ruang publik yang lebih tertib, nyaman, dan membanggakan bagi masyarakat Bengkulu.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra