TEROPONGPUBLIK.CO.ID - M. Ilham Gilang, seorang akademisi Universitas Islam Negeri Fatmawati Soekarno Bengkulu sekaligus alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), memberikan ucapan selamat kepada Prof. Dr. Agus Mulyana, M.Hum atas pelantikan beliau sebagai Direktur Sejarah dan Permuseuman di Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
“Selamat atas dilantiknya Prof. Dr. Agus Mulyana, M.Hum. Kami berharap beliau dapat menjalankan amanah ini dengan baik dan membawa Indonesia menjadi lebih maju sesuai visi dan misi Prabowo-Gibran,” ujar M. Ilham Gilang dalam pernyataan resminya, Rabu (8/1/2025).
Sebagai alumni PMII, M. Ilham Gilang juga menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung kinerja Prof. Dr. Agus Mulyana dalam menjalankan tugasnya. Ia optimis jabatan baru ini akan memberikan dampak positif bagi pengembangan sejarah dan permuseuman di Indonesia, terutama dalam pelestarian dan promosi kekayaan budaya nasional.
Potensi Sejarah di Provinsi Bengkulu
Sementara itu, M. Ilham Gilang menyoroti potensi sejarah dan budaya yang dimiliki Provinsi Bengkulu. Menurutnya, wilayah ini kaya akan situs bersejarah yang perlu mendapat perhatian lebih dari pihak terkait.
Di Provinsi Bengkulu terdapat Benteng Marlborough, Benteng Marlborough salah satu bukti bangunan lama peninggalan dari Negara Inggris, Bangunan lama tersebut dibangun pada tahun 1713 - 1719.
Rumah Pengasingan Bung Karno, atau dikenal Rumah Bung Karno salah satu bukti bangunan lama yang memiliki arsitektur cina dan ornamen ciri khas Tionghoa di beberapa bagian rumah. Bangunan lama tersebut berdiri sudah empat tahun, pada tahun 1938-1942.
Masjid Jamik Bengkulu, Masjid Jamik Bengkulu dibangun oleh Presiden pertama Indonesia.
Museum Negeri Bengkulu Museum Negeri Bengkulu sebagai tempat penyimpanan barang antik yang memiliki lebih dari 6.000 koleksi benda-benda bersejarah.
"Potensi sejarah dan budaya yang dimiliki Provinsi Bengkulu diantaranya, Benteng Marlborough, Rumah Pengasingan Bung Karno, Masjid Jamik Bengkulu,Museum Negeri Bengkulu" Jelasnya.
M Gilang menambahkan bahwa Kabupaten Lebong juga dikenal memiliki tempat-tempat yang dianggap keramat oleh masyarakat setempat, yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah asal-usul Suku Rejang. Suku ini, yang sering disebut Bangsa Rejang, memiliki aksara, tarian, lagu adat, dan rumah adat khas yang menunjukkan kekayaan budaya mereka.
Dikabupaten Lebong Provinsi Bengkulu
“Di Kecamatan Topos, terdapat Situs Tepok Penginang, Situs Malin Janggut, dan Situs Tanah Majapahit. Di Lebong Selatan, ada Situs Kris Liuk 9, sementara di Lebong Sakti terdapat Situs Gelapang Mas,” jelasnya.
Peninggalan Belanda yang Belum Tergali
Selain itu, ia juga menyoroti adanya peninggalan sejarah dari era kolonial Belanda di Kabupaten Lebong yang hingga kini belum banyak diketahui oleh para peneliti maupun media.
“Banyak peninggalan Belanda di Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu yang belum dikenal oleh kalangan peneliti dan pers,” ujar M. Ilham Gilang, seraya berharap pemerintah pusat, khususnya di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Agus Mulyana, dapat memberikan perhatian lebih terhadap potensi ini.
Potensi sejarah dan budaya yang tersebar di Provinsi Bengkulu, terutama di Kabupaten Lebong, membutuhkan langkah strategis untuk pelestarian dan promosi agar dapat dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pelantikan Prof. Dr. Agus Mulyana diharapkan menjadi momentum untuk mendorong upaya tersebut.
Dengan komitmen dan kolaborasi berbagai pihak, pelestarian sejarah dan budaya diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai sejarah sekaligus berkontribusi pada pengembangan pariwisata berbasis budaya di Indonesia.
Pewarta: Harlis
Editing: Adi Saputra