TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Kegiatan sosial donor darah kembali digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bengkulu. Aksi kemanusiaan tersebut melibatkan peserta dari kalangan perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), media, hingga pegawai internal Bank Indonesia.
Kegiatan donor darah berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai. Antusiasme peserta terlihat cukup tinggi dengan puluhan pendonor ikut menyumbangkan darahnya demi membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Provinsi Bengkulu.
Program sosial ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Bank Indonesia terhadap masyarakat, khususnya dalam mendukung ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah di berbagai rumah sakit di Bengkulu.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan bahwa kegiatan donor darah tersebut kembali digelar setelah cukup lama vakum. Menurutnya, kebutuhan darah di Bengkulu masih sangat tinggi, sementara ketersediaan stok darah masih terbatas.
Ia menjelaskan bahwa donor darah kali ini tidak hanya melibatkan pegawai internal Bank Indonesia, tetapi juga mengundang pihak perbankan, OJK, serta insan media agar partisipasi masyarakat semakin luas.
“Alhamdulillah kegiatan donor darah kembali dapat dilaksanakan. Kami mengajak teman-teman perbankan, OJK, dan wartawan untuk bersama-sama membantu memenuhi kebutuhan darah di Bengkulu yang hingga kini masih cukup tinggi,” ujar Wahyu.

Menurutnya, PMI Kota Bengkulu selama ini menerima banyak permintaan darah setiap bulan. Bahkan kebutuhan darah disebut mencapai lebih dari 1.500 kantong per bulan, sementara jumlah pendonor masih belum mencukupi.
Wahyu juga menyoroti banyaknya pasien yang membutuhkan transfusi darah rutin, termasuk anak-anak penderita thalasemia yang harus menjalani transfusi setiap dua minggu sekali.
“Kalau bukan kita yang membantu, lalu siapa lagi. Donor darah bukan hanya membantu sesama, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup sehat,” tambahnya.
Selain bernilai sosial dan kemanusiaan, Wahyu menilai donor darah juga memiliki manfaat positif bagi kesehatan tubuh. Ia menyebut donor darah dapat membantu menjaga kesehatan peredaran darah serta mengurangi risiko sejumlah penyakit.
Dalam kesempatan tersebut, Bank Indonesia juga memberikan souvenir kepada para pendonor sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat bagi peserta yang ikut mendonorkan darah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BI Perwakilan Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat, Manajer Humas beserta staf Bank Indonesia, Tulus dan Afri, serta Ketua PMI Kota Bengkulu, Iryanka.
Kegiatan berlangsung lancar dan berhasil mengumpulkan puluhan kantong darah yang nantinya akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ketua PMI Kota Bengkulu, Iryanka, mengapresiasi dukungan Bank Indonesia dalam membantu memenuhi stok darah di Bengkulu. Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk rutin donor darah masih perlu ditingkatkan melalui edukasi dan sosialisasi.
Ia mengatakan masih banyak masyarakat yang sebenarnya ingin donor darah, tetapi belum memahami manfaat donor bagi kesehatan maupun bagi sesama.
“Edukasi donor darah harus terus dilakukan. Banyak yang belum pernah donor karena belum tahu manfaatnya. Padahal donor darah bagus untuk kesehatan sekaligus membantu menyelamatkan nyawa orang lain,” ujarnya.
Iryanka menjelaskan bahwa kebutuhan darah di PMI Kota Bengkulu terus meningkat karena banyak pasien rujukan dari berbagai daerah seperti Curup, Kepahiang, hingga wilayah Bengkulu Utara yang menjalani perawatan di Kota Bengkulu.
Karena itu, PMI kini terus melakukan strategi jemput bola dengan mendatangi berbagai instansi, lembaga, dan komunitas guna mencari pendonor baru.
Menurutnya, stok darah yang terkumpul sering kali langsung habis digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasien rumah sakit, termasuk pasien thalasemia dan penderita penyakit lainnya yang membutuhkan transfusi darah rutin.
Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia Bengkulu dan PMI Kota Bengkulu berharap budaya donor darah dapat semakin berkembang di tengah masyarakat. Selain membantu sesama, donor darah juga diharapkan menjadi bagian dari pola hidup sehat dan kepedulian sosial.
Sinergi antara lembaga pemerintah, perbankan, media, dan PMI dinilai penting untuk memastikan kebutuhan darah di Bengkulu tetap terpenuhi sehingga masyarakat yang membutuhkan transfusi darah dapat segera memperoleh bantuan tepat waktu.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra