TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu menggelar kegiatan Bincang-Bincang Media (BBM) bersama puluhan wartawan yang tergabung dalam komunitas Wartawan Ekonomi Bank Indonesia Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (9/3/2026) di kawasan Kampung Pesisir Pantai Panjang, Kota Bengkulu.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Bank Indonesia untuk memperkuat pemahaman media mengenai fungsi dan peran rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam kegiatan itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, hadir sebagai narasumber utama.
Puluhan jurnalis dari berbagai media cetak, online, dan elektronik tampak antusias mengikuti diskusi yang berlangsung santai namun sarat informasi tersebut. Para wartawan juga berkesempatan berdialog langsung dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai rupiah.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menjelaskan bahwa rupiah tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah, tetapi juga memiliki makna strategis sebagai simbol kedaulatan negara.
Menurutnya, pemahaman yang baik tentang rupiah sangat penting, terutama bagi insan pers yang memiliki peran besar dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Rupiah bukan sekadar alat transaksi. Di dalamnya terdapat identitas bangsa dan simbol kedaulatan negara yang harus kita jaga bersama,” ujar Wahyu Yuwana Hidayat dalam paparannya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan bincang media ini diharapkan para wartawan dapat menyampaikan informasi yang lebih akurat dan edukatif kepada masyarakat terkait kebijakan Bank Indonesia serta pentingnya menjaga kepercayaan terhadap mata uang rupiah.
Wahyu juga menekankan bahwa media memiliki posisi strategis dalam meningkatkan literasi ekonomi masyarakat. Informasi yang disampaikan melalui pemberitaan dapat membantu masyarakat memahami berbagai kebijakan moneter maupun pentingnya menggunakan rupiah dalam setiap transaksi.
Menurutnya, literasi mengenai rupiah perlu terus diperkuat agar masyarakat semakin bangga menggunakan mata uang nasional serta memahami pentingnya menjaga keaslian uang rupiah.
“Peran media sangat penting dalam mengedukasi masyarakat. Melalui pemberitaan yang informatif dan berimbang, masyarakat dapat memahami bagaimana peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan rupiah dalam setiap transaksi di wilayah Indonesia merupakan bentuk nyata dukungan terhadap kedaulatan ekonomi nasional.
Kegiatan Bincang-Bincang Media ini berlangsung dalam suasana dialog yang terbuka dan interaktif. Para wartawan aktif menyampaikan pertanyaan terkait isu ekonomi terkini, termasuk kebijakan moneter, stabilitas rupiah, hingga program literasi yang dilakukan Bank Indonesia di daerah.
Selain itu, Bank Indonesia juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat sinergi dengan insan pers sebagai mitra strategis dalam penyebaran informasi kepada publik.
Melalui forum diskusi ini, para wartawan juga memperoleh berbagai informasi terbaru mengenai program Bank Indonesia di Provinsi Bengkulu, termasuk upaya menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kegiatan Bincang-Bincang Media yang digelar di kawasan wisata Pantai Panjang ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antara Bank Indonesia dengan insan pers di Bengkulu.
Bank Indonesia berharap kolaborasi dengan media dapat terus terjalin dengan baik sehingga informasi mengenai kebijakan ekonomi dan moneter dapat tersampaikan secara luas dan mudah dipahami masyarakat.
Dengan adanya kegiatan literasi media seperti ini, diharapkan masyarakat semakin memahami peran rupiah sebagai simbol kedaulatan negara serta pentingnya menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui penggunaan rupiah dalam setiap aktivitas transaksi.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra
..