Skip to main content

Belungguk Point Dongkrak Ekonomi Warga, Odong-Odong Raup Rp400 Ribu Semalam

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi berbincang dengan pengemudi odong-odong wisata di kawasan Belungguk Point. Meningkatnya kunjungan masyarakat pada malam hari membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha kecil di pusat kota.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Kehadiran Belungguk Point sebagai ruang publik di pusat Kota Bengkulu mulai memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kawasan yang semakin ramai dikunjungi warga pada malam hari tersebut membuka peluang usaha baru bagi pelaku ekonomi kecil, termasuk penyedia jasa odong-odong wisata.

Meningkatnya kunjungan masyarakat menjadi berkah tersendiri bagi para pengemudi odong-odong. Mereka kini memiliki peluang memperoleh penghasilan lebih besar seiring bertambahnya warga yang memanfaatkan kawasan tersebut sebagai tempat bersantai dan menikmati suasana malam bersama keluarga.

Dampak positif itu terlihat ketika Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, berbincang langsung dengan salah seorang pengemudi odong-odong di kawasan Belungguk Point. Dalam kesempatan tersebut, ia menggali informasi mengenai perkembangan usaha serta pendapatan yang diperoleh sejak kawasan itu mulai menjadi tujuan masyarakat.

Dalam percakapan tersebut, Dedy menanyakan kapan usaha odong-odong wisata mulai berkembang di kawasan pusat kota. Pengemudi yang ditemuinya menjelaskan bahwa bisnis tersebut mulai tumbuh dan semakin banyak diminati setelah Belungguk Point dibuka serta ramai dikunjungi masyarakat.

Kondisi itu menunjukkan bahwa keberadaan ruang publik tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul dan rekreasi, tetapi juga mampu menciptakan kesempatan ekonomi bagi warga.

Keramaian pengunjung menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk menawarkan jasa maupun produk yang dibutuhkan masyarakat. Salah satunya adalah odong-odong wisata yang memberikan pengalaman berkeliling kawasan kota bagi pengunjung, terutama anak-anak bersama keluarga.

Bagi pengemudi, bertambahnya jumlah penumpang turut membuka kesempatan untuk meningkatkan pendapatan harian. Aktivitas yang sebelumnya mungkin belum menjadi pilihan usaha utama kini berkembang seiring hadirnya pusat keramaian baru.

Saat berbincang dengan pengemudi tersebut, Dedy juga menanyakan besaran pendapatan yang bisa diperoleh dalam satu malam. Jawaban yang diterimanya memperlihatkan potensi ekonomi dari meningkatnya aktivitas masyarakat di Belungguk Point.

Pengemudi itu mengungkapkan bahwa dirinya dapat memperoleh omzet sekitar Rp400 ribu dalam kondisi normal. Pendapatan tersebut bahkan berpeluang meningkat ketika jumlah pengunjung sedang ramai.

“Alhamdulillah, Rp400 ribu. Kalau lagi ramai, Alhamdulillah lebih, Pak,” ungkapnya kepada Dedy.

Menurut pengemudi tersebut, akhir pekan menjadi salah satu periode paling menguntungkan. Permintaan jasa odong-odong biasanya meningkat pada malam Sabtu, malam Minggu, hingga malam Senin.

Pada waktu-waktu tersebut, kendaraan wisata yang dioperasikannya cenderung lebih sering membawa penumpang. Tingginya minat masyarakat untuk menghabiskan waktu di luar rumah menjadi faktor yang mendukung aktivitas usaha tersebut.

Meski demikian, omzet yang diperoleh tidak serta-merta menggambarkan keuntungan bersih karena masih terdapat biaya operasional yang harus ditanggung pengemudi.

Bagi pelaku usaha kecil, peluang mendapatkan pemasukan secara rutin tetap menjadi dorongan penting untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan usaha mereka.

Dedy Wahyudi optimistis potensi ekonomi dari kawasan wisata perkotaan masih dapat dikembangkan lebih jauh. Pemerintah Kota Bengkulu saat ini juga tengah menyelesaikan revitalisasi kawasan Kampung Cina sebagai bagian dari upaya menata dan menghidupkan kembali kawasan bersejarah.

Apabila penataan tersebut rampung, pemerintah berharap aktivitas wisata dapat berkembang dengan jangkauan yang lebih luas. Rencana pengembangan jalur wisata nantinya diarahkan untuk menghubungkan Belungguk Point dengan sejumlah kawasan strategis, mulai dari Jalan Soeprapto, kawasan Pintu Batu, hingga Kampung Cina.

Keterhubungan antarkawasan tersebut diharapkan memberikan pengalaman wisata yang lebih beragam bagi masyarakat. Pengunjung tidak hanya mendatangi satu titik keramaian, tetapi juga memiliki pilihan untuk menikmati suasana dan daya tarik kawasan lain di pusat kota.

“Alhamdulillah, nanti akan lebih ramai lagi setelah Kampung Cina selesai,” ujar Dedy saat memberikan semangat kepada pelaku usaha odong-odong.

Pengembangan jalur wisata tersebut juga membuka peluang bagi pengemudi untuk memperluas layanan. Namun, pelaksanaannya tetap membutuhkan penataan rute, pengaturan lalu lintas, serta perhatian terhadap keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya.

Pemerintah Kota Bengkulu berharap penataan ruang publik dan revitalisasi kawasan bersejarah dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih merata. Pertumbuhan aktivitas wisata diharapkan tidak hanya menguntungkan penyedia jasa transportasi rekreasi, tetapi juga pedagang makanan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pekerja sektor informal lainnya.

Semakin banyak pengunjung yang datang berpotensi meningkatkan permintaan terhadap makanan, minuman, produk lokal, dan berbagai layanan pendukung wisata. Dengan demikian, perputaran uang di kawasan tersebut diharapkan ikut menggerakkan usaha masyarakat di sekitarnya.

Ke depan, keberhasilan pengembangan Belungguk Point dan Kampung Cina tidak hanya ditentukan oleh ramainya pengunjung. Kebersihan kawasan, kenyamanan fasilitas umum, keamanan, aksesibilitas, serta keterlibatan pelaku usaha lokal juga menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan aktivitas wisata.

Pengalaman pengemudi odong-odong yang mampu meraih omzet ratusan ribu rupiah dalam semalam menjadi gambaran awal peluang ekonomi yang muncul dari berkembangnya ruang publik.

Dengan penataan kawasan yang berkelanjutan dan pengelolaan wisata yang baik, Kota Bengkulu diharapkan mampu menghadirkan destinasi perkotaan yang menarik sekaligus memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat.

Revitalisasi kawasan pun diharapkan tidak berhenti pada perubahan wajah kota, melainkan turut menciptakan manfaat nyata bagi warga yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas ekonomi sehari-hari.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra