Skip to main content

Bengkulu Point Jadi Ikon Wisata Kota, Dedy Wahyudi: Warga Bahagia adalah Tujuan Utama

Bengkulu Point Jadi Ikon Wisata Kota, Dedy Wahyudi: Warga Bahagia adalah Tujuan Utama

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Kota Bengkulu kini memiliki wajah baru dalam pengembangan kawasan wisata perkotaan. Padang Jati yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan biasa, kini bertransformasi menjadi ruang publik modern bernama Bengkulu Point. Kehadiran kawasan ini langsung menyedot perhatian masyarakat dan dinilai berpotensi menjadi magnet wisata baru yang mampu mengangkat citra Kota Bengkulu di tingkat regional maupun nasional.

Penataan Bengkulu Point menghadirkan nuansa estetik dengan konsep pencahayaan yang mencolok dan tertata. Lampu-lampu hias dipasang hampir di seluruh sudut kawasan, menciptakan suasana malam yang terang, hidup, dan menarik bagi pengunjung. Tak heran, sejak resmi diluncurkan, kawasan ini selalu ramai dipadati warga yang datang untuk bersantai, berfoto, hingga sekadar menikmati suasana kota di malam hari.

Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menyampaikan bahwa pembangunan Bengkulu Point terinspirasi dari sejumlah kawasan ikonik di kota besar Indonesia. Ia menyebut kawasan seperti Braga di Bandung dan Malioboro di Yogyakarta menjadi referensi awal dalam merancang konsep ruang publik tersebut. Meski demikian, Dedy menegaskan bahwa Bengkulu Point memiliki karakter dan keunggulan tersendiri yang membedakannya dari kawasan serupa di daerah lain.

“Kalau kita lihat, memang ada inspirasi dari kawasan ikonik seperti Braga dan Malioboro. Tapi Bengkulu Point punya ciri khas sendiri, terutama dari segi pencahayaan yang jauh lebih terang dan merata,” ujar Dedy.

Ia bahkan berseloroh bahwa dari sisi tata lampu, Bengkulu Point dinilai lebih unggul. Menurutnya, pencahayaan menjadi elemen penting untuk menciptakan rasa aman, nyaman, dan suasana ceria bagi masyarakat yang berkunjung, khususnya pada malam hari.

Namun demikian, kemeriahan pencahayaan tersebut sempat memunculkan beragam komentar dari warga. Sebagian masyarakat menilai suasana Bengkulu Point terlihat sangat gemerlap hingga disamakan dengan tempat hiburan malam. Menanggapi hal itu, Dedy menilai perbedaan pendapat adalah hal wajar dalam setiap pembangunan. Baginya, ukuran keberhasilan sebuah ruang publik adalah kebahagiaan dan antusiasme masyarakat.

“Tidak masalah kalau ada yang bercanda bilang seperti diskotek. Yang paling penting, masyarakat merasa senang. Saat launching saja, pengunjung yang datang sangat luar biasa banyaknya,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Bengkulu berharap Bengkulu Point tidak hanya menjadi lokasi berkumpul atau tempat hiburan semata, tetapi juga simbol perubahan wajah kota menuju arah yang lebih modern, tertata, dan berkarakter. Kawasan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, UMKM, serta sektor pariwisata perkotaan.

Selain itu, Dedy juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum yang telah dibangun. Kebersihan, ketertiban, dan rasa memiliki dinilai menjadi kunci agar Bengkulu Point dapat bertahan sebagai ikon kota yang membanggakan.

Dengan hadirnya Bengkulu Point, Kota Bengkulu menunjukkan komitmennya dalam menyediakan ruang publik yang layak, inklusif, dan membahagiakan bagi warganya, sekaligus memperkuat identitas kota di mata pengunjung dari luar daerah.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra