Skip to main content

Bengkulu Tengah Jadi Pusat Gerakan Tanam Pohon Serentak Provinsi Bengkulu

Bengkulu Tengah Jadi Pusat Gerakan Tanam Pohon Serentak Provinsi Bengkulu

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<<>>>>  Kabupaten Bengkulu Tengah mendapat kepercayaan sebagai lokasi utama pencanangan Gerakan Penanaman Pohon Serentak se-Provinsi Bengkulu, sebuah program strategis yang bertujuan memperkuat komitmen daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan ini dipusatkan di Kantor Induk PT Bio Nusantara Teknologi, Desa Pondok Kelapa, Kecamatan Pondok Kelapa, dan menjadi momentum penting bagi gerakan penghijauan berkelanjutan di Bumi Rafflesia.

Pencanangan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Wakil Gubernur Bengkulu Ir. H. Mian, Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, serta Bupati Bengkulu Tengah Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.A.P. Turut hadir jajaran Forkopimda Provinsi dan Kabupaten Bengkulu Tengah, pimpinan OPD, serta para pemangku kepentingan lainnya. Sementara itu, kepala daerah se-Provinsi Bengkulu dan OPD terkait mengikuti kegiatan secara virtual.

Dalam sambutannya, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan bahwa gerakan penanaman pohon serentak ini merupakan langkah konkret untuk membangun sistem penghijauan yang terencana, masif, dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa Bengkulu harus konsisten menjaga identitasnya sebagai provinsi konservasi yang berorientasi pada perlindungan lingkungan dan keseimbangan ekosistem.

“Hari ini kita memulai gerakan besar. Penghijauan bukan hanya slogan, tetapi aksi nyata untuk masa depan lingkungan Bengkulu. Ini adalah bentuk dukungan terhadap komitmen kita sebagai provinsi konservasi,” ujar Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, Helmi Hasan juga memberikan arahan tegas terkait pengelolaan kawasan sempadan sungai. Ia menegaskan bahwa area dengan radius 50 meter dari bibir sungai tidak diperbolehkan ditanami kelapa sawit, melainkan harus dialihkan ke tanaman konservasi yang ramah lingkungan, seperti bambu.

“Kita sepakat, kawasan 50 meter dari bibir sungai ke arah daratan tidak boleh ditanami sawit. Harus diganti dengan tanaman konservasi. Saya mengapresiasi PT Bio Nusantara Teknologi yang telah memulai langkah ini. Ke depan, ini harus menjadi gerakan bersama seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur juga menyoroti pentingnya reklamasi lahan oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Bengkulu. Ia meminta agar dilakukan pengawasan secara ketat dan berkelanjutan, termasuk pemantauan rutin setiap pekan, guna memastikan tidak ada lahan bekas tambang atau industri yang dibiarkan dalam kondisi gundul dan merusak lingkungan.

Sementara itu, Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai pusat pelaksanaan kegiatan. Ia menilai, gerakan ini sejalan dengan program lingkungan yang telah lebih dahulu dijalankan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Kami merasa bangga karena Bengkulu Tengah dipercaya sebagai pusat pencanangan. Fokus penanaman bambu, khususnya di sepanjang Sungai Lemau dan aliran sungai lainnya, selaras dengan program unggulan kami, yaitu Kalamambu atau Gerakan Penanaman Jeruk Kalamansi dan Bambu,” ungkap Bupati.

Melalui gerakan penanaman pohon serentak ini, diharapkan terbangun sinergi kuat antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan sektor swasta dalam menjaga kelestarian lingkungan. Upaya ini menjadi investasi jangka panjang demi keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan generasi mendatang.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra