TEROPOINGPUBLIK.CO.ID <<<>> Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP., menerima kunjungan audiensi dari jajaran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bengkulu, Senin (4/8/2025). Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Kerja dan Ruang Rapat Bupati, yang dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Asisten dan Staf Ahli Bupati serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Audiensi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dan instansi penegak hukum dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah Bengkulu Tengah.
Dalam sambutannya, Bupati Rachmat Riyanto menyampaikan apresiasi atas inisiatif GP Ansor dan BNN Kota Bengkulu yang telah berkolaborasi dalam mengedepankan program pencegahan penyalahgunaan narkoba. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah sangat terbuka terhadap kerja sama yang bertujuan memperkuat ketahanan sosial masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.
“Kami sangat mendukung kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan oleh GP Ansor dan BNN, apalagi yang menyasar generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga masa depan bangsa dari bahaya narkoba. Pemerintah daerah siap bersinergi dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan edukatif maupun preventif,” ungkap Bupati.
Perwakilan dari GP Ansor Bengkulu dalam audiensi tersebut menyampaikan beberapa program kerja yang dirancang bersama BNN, di antaranya penyuluhan bahaya narkoba di sekolah-sekolah, pelatihan kader anti-narkoba di tingkat kecamatan dan desa, serta kampanye media sosial yang bertujuan meningkatkan kesadaran publik.
“Kami ingin berperan aktif dalam menjaga generasi muda dari ancaman narkotika. Kolaborasi dengan BNN merupakan bagian dari upaya kami mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas dari narkoba,” ujar salah satu pimpinan GP Ansor dalam pertemuan itu.
Senada dengan itu, perwakilan BNN Kota Bengkulu menyampaikan pentingnya membangun kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah. Mereka juga menggarisbawahi perlunya pendekatan edukatif dan partisipatif dalam strategi pemberantasan narkoba.
“Keterlibatan elemen masyarakat, khususnya pemuda dan tokoh agama, sangat strategis. Kami berharap kolaborasi ini bisa menjadi model pencegahan yang efektif dan berkelanjutan di Bengkulu Tengah,” terang pihak BNN.
Audiensi ditutup dengan diskusi terbuka mengenai rencana implementasi program bersama, termasuk pelaksanaan kampanye anti-narkoba di ruang publik dan pemberdayaan pemuda dalam pengawasan lingkungan. Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah juga membuka kemungkinan untuk mendukung secara administratif dan logistik terhadap kegiatan-kegiatan yang direncanakan.
Pertemuan tersebut menjadi tonggak awal kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, GP Ansor, dan BNN dalam memerangi bahaya narkoba yang terus mengintai generasi muda. Diharapkan, sinergi ini dapat membawa dampak positif bagi ketahanan sosial dan keamanan di wilayah Bengkulu Tengah.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra