TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Lebong pada Rabu malam, 19 November 2024, mengakibatkan terjadinya tanah longsor di Desa Tik Kuto, Kecamatan Rimbo Pengadang. Akibat bencana ini, arus lalu lintas sempat lumpuh total karena material longsor menutupi badan jalan utama.
Sebagai bentuk respon cepat, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lebong, Drs. Fahrurrozi, M.Pd, langsung turun ke lokasi pada keesokan harinya, Rabu, 20 November 2024. Ia meninjau secara langsung proses pembersihan material longsor yang tengah dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD Kabupaten Lebong dan BPBD Rejang Lebong.
Di sela-sela kunjungannya, Plt Bupati Fahrurrozi mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pengguna jalan agar selalu berhati-hati saat melintasi jalur yang terdampak. Menurutnya, meskipun jalan sudah bisa dilalui, kondisi di sekitar lokasi masih licin dan berpotensi membahayakan pengendara.
"Saya minta kepada seluruh pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat, untuk lebih waspada saat melewati titik pembersihan material longsor ini. Jalan masih licin, dan alat berat masih beroperasi di lokasi," ujar Plt Bupati.
Fahrurrozi juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam proses penanganan bencana ini. Secara khusus, ia menyampaikan penghargaan kepada BPBD Rejang Lebong yang turut mengirimkan bantuan alat berat dan tenaga personel untuk mempercepat proses pembersihan.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Sekretaris Daerah, Kepala BPBD Rejang Lebong, BPBD Lebong, dan khususnya kepada BPBD Rejang Lebong yang telah bersedia mengerahkan alat dan personelnya ke Lebong," ungkapnya.
Di lokasi, terlihat aktivitas pembersihan material longsor berlangsung intensif. Personel dari BPBD Lebong, BPBD Rejang Lebong, serta aparat TNI-Polri bekerja sama untuk memastikan jalur penghubung antarwilayah tersebut kembali normal secepatnya.
Pemerintah Kabupaten Lebong juga mengingatkan warga yang bermukim di sekitar daerah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Langkah antisipasi dini sangat penting untuk mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian material akibat bencana alam.
Dengan sinergi berbagai pihak, diharapkan proses pemulihan pascalongsor ini dapat segera selesai dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Pewarta : Harlis Sang Putra
Editing : Adi Saputra