Skip to main content

Damkar Kota Bengkulu Ingatkan Warga Cek Rumah Sebelum Mudik Lebaran

Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Bengkulu mengimbau masyarakat memastikan keamanan listrik dan rumah sebelum mudik Lebaran 1447 Hijriah guna mencegah kebakaran.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID    <<<>>>  Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Bengkulu mengingatkan masyarakat yang berencana mudik agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan.

Imbauan ini disampaikan untuk mengantisipasi potensi kebakaran maupun gangguan keamanan selama rumah kosong ditinggal pemiliknya dalam beberapa hari hingga minggu selama libur Lebaran.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Bengkulu, Yullansyah, mengatakan tradisi mudik merupakan kegiatan yang hampir selalu dilakukan masyarakat setiap tahun setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Menurutnya, momentum pulang ke kampung halaman menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia, khususnya umat Muslim, untuk berkumpul bersama keluarga saat Hari Raya.

“Setiap tahun tradisi mudik selalu meningkat. Banyak warga yang meninggalkan rumah dalam waktu cukup lama untuk pulang ke kampung halaman,” ujar Yullansyah.

Pastikan Instalasi Listrik Aman

Yullansyah menekankan pentingnya memastikan semua peralatan listrik dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.

Ia menyarankan agar masyarakat mencabut seluruh colokan listrik dari peralatan elektronik seperti televisi, kipas angin, charger, maupun alat elektronik lainnya.

Langkah ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko korsleting listrik yang berpotensi memicu kebakaran ketika rumah dalam keadaan kosong.

“Pastikan semua yang berhubungan dengan listrik sudah dicabut dari sumbernya. Misalnya televisi, kipas angin, charger, dan peralatan elektronik lainnya,” jelasnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta memastikan kompor gas dalam keadaan aman. Tabung LPG, khususnya ukuran 3 kilogram yang banyak digunakan rumah tangga, sebaiknya dilepas atau dipastikan tidak ada kebocoran sebelum rumah ditinggalkan.

Langkah sederhana tersebut diyakini dapat mengurangi risiko kebakaran yang kerap terjadi saat rumah tidak dihuni dalam waktu lama.

Arus Pendek Masih Jadi Penyebab Utama Kebakaran

Yullansyah mengungkapkan bahwa berdasarkan data dan pengamatan Damkar Kota Bengkulu, sebagian besar peristiwa kebakaran yang terjadi selama ini dipicu oleh arus pendek listrik.

Ia menyebutkan persentasenya bahkan mencapai sekitar 70 hingga 80 persen dari total kasus kebakaran yang ditangani.

Menurutnya, arus pendek listrik biasanya terjadi akibat instalasi listrik yang tidak sesuai standar atau penggunaan kabel yang tidak mampu menahan beban listrik yang terlalu besar.

“Hampir 70 sampai 80 persen kebakaran yang terjadi disebabkan oleh korsleting listrik. Umumnya karena kapasitas kabel tidak mampu menahan beban listrik yang digunakan,” ungkapnya.

Karena itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan terlalu banyak perangkat elektronik dalam satu jalur listrik yang sama.

Pastikan Rumah Terkunci dan Aman

Selain memastikan keamanan instalasi listrik dan peralatan rumah tangga, masyarakat juga diimbau untuk memastikan rumah terkunci dengan baik sebelum berangkat mudik.

Pengamanan tambahan seperti menitipkan rumah kepada tetangga atau ketua RT setempat juga dapat menjadi langkah pencegahan agar lingkungan tetap terpantau selama pemilik rumah tidak berada di tempat.

Menurut Yullansyah, kerja sama antarwarga sangat penting dalam menjaga keamanan lingkungan, terutama saat banyak rumah ditinggalkan selama masa libur panjang Lebaran.

Damkar Bengkulu Siaga 24 Jam

Di sisi lain, Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Bengkulu memastikan tetap siaga selama perayaan Idul Fitri.

Yullansyah menyampaikan pihaknya menyediakan layanan darurat yang dapat dihubungi masyarakat kapan saja apabila terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.

“Masyarakat, RT maupun RW, jika terjadi sesuatu bisa langsung menghubungi Dinas Damkar atau melalui Call Center 112. Layanan ini gratis dan kami standby selama 24 jam,” katanya.

Selain itu, Damkar juga akan meningkatkan kegiatan patroli pengawasan selama masa libur Lebaran.

Patroli tersebut akan difokuskan pada kawasan permukiman padat penduduk yang dinilai memiliki tingkat risiko kebakaran lebih tinggi.

“Kami memiliki sembilan pos yang tersebar di sembilan kecamatan serta satu pos khusus penyelamatan dan rescue. Selama libur Idul Fitri kami juga melakukan patroli untuk memantau kondisi lingkungan, khususnya di wilayah padat penduduk,” tutup Yullansyah.

Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, Damkar Kota Bengkulu berharap masyarakat dapat menjalani tradisi mudik Lebaran dengan lebih tenang, sementara keamanan rumah tetap terjaga selama ditinggalkan.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra