TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Dani Hamdani, calon walikota Bengkulu yang berpasangan dengan Sukatno, dikenal sebagai sosok yang sangat dekat dengan masyarakat. Sebagai seorang da'i dan tokoh masyarakat, Dani kerap hadir dalam berbagai acara baik yang bersifat sukacita maupun dalam suasana duka. Kehadirannya yang konsisten membuatnya semakin dikenal luas di kalangan warga Bengkulu.
Istri Dani, Sefty Yuslinah, memberikan gambaran tentang bagaimana kesibukan suaminya dalam memenuhi undangan dari masyarakat. "Setiap pekannya, kami biasa menghadiri sekitar 10 hingga 15 undangan pernikahan, meskipun Dani bukan seorang pejabat," ujar Sefty melalui pesan singkat kepada media pada 4 Oktober. Kehadiran Dani di acara-acara tersebut tak hanya sebagai formalitas, namun sebagai wujud kedekatan dan kepedulian terhadap warga.
Tak hanya di acara-acara sukacita, Dani Hamdani juga sering terlihat hadir di tengah masyarakat yang sedang berduka. Tokoh masyarakat setempat, Man, memberikan kesaksian mengenai hal ini. "Meskipun Dani bukan pejabat, sangat jarang beliau absen saat diberitahu ada warga yang meninggal. Ia sering hadir untuk melayat atau memberikan tausiyah pada takziah. Bahkan, jauh sebelum mencalonkan diri sebagai walikota, Dani selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam suka maupun duka," tutur Man.
Kedekatan Dani Hamdani dengan masyarakat bukanlah sesuatu yang baru muncul seiring pencalonannya sebagai walikota. Ia telah lama dikenal sebagai figur yang aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial. Sikapnya yang rendah hati dan mudah dijangkau membuatnya disegani dan dihormati oleh berbagai kalangan. Hal ini menjadi salah satu keunggulan yang membedakan Dani dari kandidat lain, karena masyarakat merasa nyaman dengan keberadaannya yang selalu hadir di setiap kesempatan.
Keikutsertaan Dani Hamdani dalam pemilihan walikota kali ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi Bengkulu. Bersama dengan Sukatno, pasangan calon nomor urut 1 ini memiliki visi untuk membangun kota yang lebih baik dengan pendekatan yang inklusif dan merangkul seluruh lapisan masyarakat. Dani percaya bahwa kepemimpinan yang baik dimulai dari kepedulian terhadap masyarakat, dan itulah yang telah ia tunjukkan selama bertahun-tahun.
Dengan segala aktivitasnya yang selalu melibatkan masyarakat, Dani Hamdani menunjukkan bahwa kehadirannya bukan sekadar simbol politik, melainkan benar-benar berasal dari hati yang peduli terhadap rakyatnya. Dukungan kuat dari masyarakat, baik saat senang maupun susah, menjadi salah satu modal utama bagi Dani dalam perjuangannya menuju kursi walikota Bengkulu.
Pewarta : aMg
Editing : Adi Saputra