TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>Pemerintah Kota Bengkulu terus menunjukkan keseriusannya dalam membenahi infrastruktur penunjang aktivitas ekonomi rakyat. Salah satu langkah nyata yang kini tengah dirasakan manfaatnya adalah perbaikan akses jalan di kawasan pasar Jalan Kedondong, yang selama bertahun-tahun dikenal sempit, licin, dan kerap tergenang air saat hujan turun.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkot Bengkulu melakukan perubahan signifikan dengan mengganti jalan setapak yang sebelumnya berupa tanah dan bebatuan menjadi jalur beton yang lebih kuat dan tertata. Akses tersebut merupakan jalur penting di dalam area pasar yang setiap hari dilalui pedagang dan pembeli.
Pantauan di lapangan menunjukkan, proses pengecoran telah rampung di enam titik strategis dalam kawasan pasar. Jalan yang dulunya becek kini berubah menjadi permukaan yang rata dan bersih. Kondisi ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga mengurangi risiko terpeleset yang sering dialami pengunjung, terutama saat musim hujan.
Fungsional Umum Dinas PUPR Kota Bengkulu, Supriyadi, menjelaskan bahwa pekerjaan dilakukan secara bertahap agar aktivitas jual beli tidak terganggu. Menurutnya, proyek ini merupakan respons langsung atas aspirasi pedagang yang selama ini mengeluhkan kondisi akses pasar.
“Kami memahami pasar adalah denyut nadi ekonomi masyarakat. Karena itu, pengerjaan dilakukan secara bertahap dan terencana supaya kegiatan perdagangan tetap berjalan normal,” ujar Supriyadi saat ditemui, Senin (2/1/2026).
Ia menambahkan, perbaikan jalan hanyalah bagian awal dari program penataan kawasan pasar. Ke depan, Pemkot Bengkulu juga menyiapkan revitalisasi sistem drainase secara menyeluruh di area tersebut. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah genangan air yang selama ini menjadi penyebab utama kerusakan jalan dan ketidaknyamanan pedagang.
Dengan sistem drainase yang lebih baik, aliran air hujan diharapkan dapat mengalir lancar tanpa mengendap di area pasar. Hal ini sekaligus menjaga usia infrastruktur agar lebih tahan lama serta menciptakan lingkungan pasar yang bersih dan sehat.
Perubahan wajah pasar ini disambut positif oleh para pedagang. Seorang pedagang ayam yang telah puluhan tahun berjualan di kawasan tersebut mengaku merasakan dampak langsung dari perbaikan yang dilakukan pemerintah.
“Sekarang jauh lebih nyaman. Tidak perlu khawatir sepatu kotor atau lantai becek. Pembeli juga kelihatan lebih betah masuk ke dalam pasar,” katanya.
Ia menilai kondisi pasar yang lebih rapi dan bersih memberikan nilai tambah bagi pedagang, karena pengunjung merasa lebih aman dan nyaman berbelanja. Hal ini diyakini dapat meningkatkan perputaran ekonomi di pasar tradisional yang selama ini bersaing dengan pusat perbelanjaan modern.
Selain fokus pada perbaikan fisik, Pemkot Bengkulu juga menerapkan kebijakan pendukung untuk menata kembali fungsi kawasan pasar. Salah satunya dengan memberikan insentif berupa pembebasan biaya sewa lapak selama tiga bulan bagi pedagang yang bersedia menempati area di dalam pasar.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu menarik pedagang yang sebelumnya berjualan di bahu jalan agar masuk ke dalam area pasar. Dengan demikian, fungsi jalan umum dapat kembali optimal, lalu lintas menjadi lebih tertib, dan wajah kota tampak lebih rapi.
Melalui kombinasi antara pembangunan infrastruktur dan kebijakan insentif, Pemkot Bengkulu optimistis kawasan pasar Jalan Kedondong dapat berkembang menjadi pusat ekonomi rakyat yang nyaman, tertib, dan berkelanjutan. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra