TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Provinsi Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah. Bertempat di Desa Pito, Kabupaten Kepahiang, Kamis (26/2), Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersama Wakil Gubernur Mian secara langsung menyerahkan kunci rumah layak huni kepada salah satu warga penerima manfaat. Program ini merupakan hasil sinergi antara Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Penyerahan kunci rumah berlangsung sederhana namun penuh haru. Rumah yang sebelumnya dalam kondisi kurang layak kini telah berdiri kokoh dengan bangunan permanen yang lebih aman dan nyaman. Bantuan tersebut menjadi angin segar bagi warga yang selama ini tinggal di hunian dengan keterbatasan fasilitas.
Dalam sambutannya, Helmi Hasan menegaskan bahwa program rumah layak huni bukan sekadar bantuan fisik, melainkan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan. Ia berharap rumah tersebut menjadi tempat berteduh yang membawa ketenangan dan kebahagiaan bagi penghuninya.
“Semoga rumah ini menjadi awal kehidupan yang lebih baik, lebih sehat, dan lebih nyaman bagi keluarga penerima,” ujar Helmi Hasan saat menyerahkan kunci secara simbolis.
Program yang diinisiasi Baznas Provinsi Bengkulu ini telah melalui proses perencanaan dan pembangunan selama beberapa bulan terakhir. Sumber pendanaan berasal dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dan disalurkan secara tepat sasaran. Kolaborasi antara Baznas dan pemerintah daerah dinilai menjadi contoh konkret bagaimana dana umat dapat dikelola secara produktif untuk kepentingan sosial.
Wakil Gubernur Mian turut menyampaikan bahwa pembangunan rumah layak huni merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan ekstrem. Menurutnya, hunian yang aman dan sehat merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidupnya.
“Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga fondasi untuk membangun masa depan keluarga. Jika tempat tinggalnya layak, maka kesehatan dan kesejahteraan juga akan lebih terjamin,” ungkapnya.
Selain menyerahkan kunci rumah, Gubernur dan Wakil Gubernur juga memberikan bantuan sosial tambahan untuk membantu kebutuhan sehari-hari penerima. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga dalam masa transisi menempati rumah baru.
Ketua Baznas Provinsi Bengkulu menjelaskan bahwa program bantuan rumah layak huni menjadi salah satu prioritas penyaluran zakat produktif tahun ini. Pihaknya berkomitmen memperluas jangkauan penerima manfaat, khususnya di wilayah pedesaan yang masih banyak membutuhkan perhatian.
“Kami ingin memastikan zakat yang dihimpun benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang berhak. Kolaborasi dengan Pemprov Bengkulu memperkuat dampak program ini,” jelasnya.
Sementara itu, penerima bantuan, Wardojunaida, tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukurnya. Ia mengaku sebelumnya tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan, terutama saat musim hujan tiba. Kini, ia dan keluarganya dapat menempati rumah yang lebih aman dan nyaman.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak Gubernur, Wakil Gubernur, dan Baznas yang sudah membantu kami. Rumah ini sangat berarti bagi keluarga kami,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Program rumah layak huni ini menjadi bagian dari visi besar Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam menghadirkan kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah berharap langkah ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam gerakan sosial membantu warga kurang mampu.
Dengan semangat gotong royong dan pengelolaan zakat yang transparan, kolaborasi antara Baznas dan Pemprov Bengkulu diyakini mampu menghadirkan perubahan nyata. Rumah sederhana yang kini berdiri di Desa Pito bukan sekadar bangunan, melainkan simbol harapan baru bagi keluarga penerima manfaat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra