TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu merespons meningkatnya kekhawatiran warga terkait situasi keamanan malam hari dengan mengeluarkan kebijakan pembatasan aktivitas bagi pelajar. Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, secara resmi mengumumkan penerapan aturan jam malam bagi siswa sebagai langkah preventif untuk menjaga ketertiban dan keselamatan generasi muda.
Kebijakan tersebut lahir dari hasil koordinasi lintas sektor yang melibatkan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dalam rapat bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan lurah, pemerintah kota menyatukan langkah dengan aparat penegak hukum, termasuk Rahmad Hidayat selaku Kapolresta Bengkulu serta Condro Edi Wibowo selaku Dandim 0407/Kota Bengkulu.
Wali Kota menegaskan, mulai pekan depan pelajar tidak diperkenankan berada di luar rumah melewati pukul 22.00 WIB. Khusus untuk kegiatan belajar kelompok, toleransi diberikan hingga pukul 21.00 WIB dengan catatan tetap berada dalam pengawasan orang tua atau wali.
“Kita ingin memastikan anak-anak tetap berada di lingkungan yang aman pada malam hari. Setelah pukul 22.00 WIB, tidak ada lagi pelajar yang keluyuran tanpa keperluan jelas. Ini bukan untuk membatasi ruang gerak mereka, tetapi untuk melindungi,” tegas Dedy.
Menurutnya, kebijakan ini bukan semata-mata respons terhadap peningkatan angka kriminalitas. Berdasarkan laporan kepolisian, tren kejahatan justru menunjukkan penurunan. Namun demikian, pemerintah tidak menutup mata terhadap rasa waswas yang berkembang di tengah masyarakat.
Banyak laporan dan keluhan yang masuk melalui pesan singkat maupun media sosial, terutama dari warga yang merasa khawatir saat beraktivitas pada malam hari, termasuk ketika menjalankan ibadah Tarawih. Fenomena ini, kata Dedy, mencerminkan adanya kecemasan kolektif yang harus segera ditangani.
“Rasa aman itu bukan hanya soal data statistik. Ketika masyarakat merasa takut keluar rumah, berarti ada persoalan psikologis yang harus kita jawab dengan tindakan nyata di lapangan,” ujarnya.
Untuk itu, Pemkot Bengkulu menginstruksikan seluruh jajaran di tingkat kelurahan hingga kecamatan agar mengintensifkan koordinasi dengan aparat keamanan. Kapolsek, Danramil, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas diminta memperkuat patroli serta menghidupkan kembali pos keamanan lingkungan (poskamling) yang sempat kurang aktif.
Peran perlindungan masyarakat (Linmas) juga akan dioptimalkan guna mendukung pengawasan di tiap wilayah. Pemerintah berharap kehadiran aparat dan unsur masyarakat di titik-titik strategis mampu meminimalisasi potensi gangguan keamanan sekaligus menumbuhkan kembali rasa percaya diri warga.
Tak hanya itu, Pemkot Bengkulu turut menggandeng Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi untuk melakukan pengawasan terhadap pelajar tingkat SMA. Mengingat secara administratif SMA berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi, sinergi ini dinilai penting agar kebijakan berjalan efektif dan menyeluruh.
Pendekatan yang diterapkan bersifat persuasif dan edukatif. Petugas di lapangan diimbau mengedepankan dialog ketimbang tindakan represif. Tokoh adat, tokoh agama, serta pemuda setempat akan dilibatkan sebagai mitra strategis dalam menjaga situasi tetap kondusif.
Menurut Dedy, kehadiran figur-figur yang dihormati di tengah masyarakat kerap menjadi kunci dalam meredam potensi konflik atau kerumunan remaja pada malam hari. “Kalau tokoh masyarakat sudah turun tangan dan memberi imbauan, biasanya anak-anak akan lebih patuh. Kita ingin pendekatan yang humanis,” jelasnya.
Sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan antara aparat dan masyarakat, Forkopimda juga berencana menggelar kegiatan informal seperti “Ngopi Bareng” dan buka puasa bersama di sejumlah kawasan yang dianggap rawan. Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap tercipta ruang komunikasi yang cair antara warga dan aparat.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menepis kecemasan publik serta memastikan Kota Bengkulu tetap aman dan nyaman bagi seluruh warganya. Pemerintah kota menegaskan, kebijakan jam malam ini akan terus dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan situasi dan masukan dari masyarakat.
Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, aparat keamanan, dan elemen masyarakat, Pemkot Bengkulu optimistis stabilitas keamanan dapat terjaga, sementara para pelajar tetap terlindungi dari berbagai potensi risiko di luar rumah pada malam hari.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra