TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi masa sulit ditunjukkan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dengan menghadiri tabligh musibah malam ketiga atas wafatnya Fahra Oktama Putri, Jumat (23/10/2026). Kegiatan takziah tersebut berlangsung di Perumahan Villa Indah Pesona, Blok B B-62, RT 40, RW 09, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.
Kehadiran orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu itu menjadi bentuk dukungan moral bagi keluarga yang tengah berduka. Dalam kesempatan tersebut, Dedy menyampaikan belasungkawa sekaligus menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah untuk mendampingi masyarakat dalam berbagai keadaan, termasuk ketika menghadapi kehilangan anggota keluarga.
Menurut Dedy, hubungan antara pemerintah dan masyarakat tidak semestinya hanya terjalin dalam kegiatan pembangunan maupun pelayanan administratif. Lebih dari itu, pemerintah juga perlu hadir untuk memberikan perhatian dan dukungan kemanusiaan ketika warga mengalami musibah.
“Atas nama Pemerintah Kota Bengkulu, kami turut merasakan duka yang mendalam atas kepergian almarhumah. Kehadiran kami malam ini merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, baik dalam keadaan suka maupun duka,” ujar Dedy.
Ia berharap kunjungan tersebut dapat memberikan sedikit penguatan bagi keluarga yang ditinggalkan. Meski tidak dapat menghapus kesedihan akibat kehilangan orang tercinta, perhatian dan kebersamaan diharapkan mampu membantu keluarga melewati masa berkabung.
Dedy juga menyampaikan bahwa kedekatan pemerintah dengan masyarakat perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan. Kehadiran di rumah duka menjadi salah satu bentuk perhatian yang diharapkan dapat mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan warga.
“Mudah-mudahan kehadiran kami ini bisa sedikit menghibur Bapak dan Ibu sekeluarga. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk selalu dekat dengan masyarakat,” tambahnya.
Dalam rangkaian takziah tersebut, Dedy turut memanjatkan doa untuk almarhumah Fahra Oktama Putri. Ia berharap almarhumah meninggal dunia dalam keadaan husnul khatimah, seluruh amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT, segala kesalahannya diampuni, serta memperoleh tempat terbaik di sisi-Nya.
Doa dan ungkapan belasungkawa itu menjadi bagian dari dukungan kepada keluarga agar diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan. Suasana takziah juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat saling menguatkan di tengah masyarakat.
Selain memberikan dukungan moril, Pemerintah Kota Bengkulu turut menghadirkan bantuan dalam bentuk pelayanan administrasi kependudukan. Pada kesempatan tersebut, keluarga menerima dokumen melalui layanan administrasi kependudukan 3 in 1 yang mencakup Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan akta kematian.
Penyerahan dokumen tersebut merupakan bentuk dukungan pelayanan publik bagi keluarga yang sedang berduka. Melalui pengurusan dokumen kependudukan yang terintegrasi, keluarga diharapkan dapat memperoleh dokumen yang diperlukan tanpa harus menghadapi proses administrasi yang terpisah-pisah.
Langkah ini juga memperlihatkan bahwa pelayanan pemerintah daerah tidak hanya berorientasi pada penyelesaian urusan birokrasi, tetapi juga berupaya memberikan kemudahan kepada masyarakat sesuai kebutuhan mereka. Dalam situasi kehilangan anggota keluarga, akses terhadap dokumen resmi menjadi salah satu kebutuhan penting yang perlu ditangani dengan baik.
Kegiatan takziah tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni bersama sejumlah pejabat dari lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Kota Bengkulu.
Kehadiran para pejabat tersebut menambah dukungan kepada keluarga almarhumah sekaligus mencerminkan pentingnya kepedulian sosial dalam penyelenggaraan pemerintahan. Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat, termasuk dengan memberikan perhatian ketika warga menghadapi musibah.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, dukungan moral, doa, dan kemudahan pelayanan diharapkan dapat menjadi penguat dalam menjalani masa berkabung. Sementara bagi pemerintah, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan publik yang baik juga perlu disertai empati, kepedulian, dan kehadiran nyata di tengah kehidupan masyarakat.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra