TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Kota Bengkulu mulai merancang arah pembangunan jangka menengah melalui penyusunan Rancangan Program Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027. Dokumen ini menjadi landasan penting dalam menentukan prioritas pembangunan kota, baik di bidang infrastruktur, ekonomi, pelayanan publik, hingga tata kelola wilayah.
Dalam forum konsultasi publik yang melibatkan unsur Forkopimda, DPRD, akademisi, serta tokoh masyarakat, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi memaparkan visi besarnya untuk membawa Bengkulu menuju kota yang lebih modern, tertata, dan berdaya saing. Menurut Dedy, pembangunan ke depan tidak hanya berorientasi pada proyek fisik semata, tetapi harus mampu mendorong perputaran ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dedy menegaskan bahwa sektor infrastruktur tetap menjadi tulang punggung pembangunan daerah. Penuntasan pembangunan jalan yang belum rampung serta perbaikan sistem drainase menjadi prioritas utama, mengingat persoalan banjir masih menjadi keluhan utama warga di sejumlah kawasan. Selain itu, perbaikan ini juga bertujuan memperlancar mobilitas masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi.
Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, pemerintah akan melanjutkan dengan penataan estetika kota. Fasilitas publik yang selama ini kurang terawat akan diperbaiki agar lebih nyaman, bersih, dan fungsional. Menurut Dedy, wajah kota mencerminkan kualitas pelayanan pemerintah, sehingga ruang publik harus mampu menjadi tempat yang aman dan ramah bagi masyarakat.
Salah satu rencana strategis yang cukup menyita perhatian adalah pemindahan pusat perkantoran pemerintahan. Pada tahun 2026, Kantor Wali Kota Bengkulu ditargetkan resmi berpindah ke kawasan Mess Pemda. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di pusat kota sekaligus menghidupkan kawasan baru sebagai pusat aktivitas pemerintahan.
Tak hanya itu, kawasan lama seperti Kampung Cina juga masuk dalam daftar prioritas penataan. Kawasan bersejarah ini direncanakan kembali dihidupkan sebagai pusat ekonomi masyarakat, terutama sektor perdagangan dan wisata budaya. Pemerintah juga berencana melakukan penataan ulang Pasar Minggu serta mengupayakan pengambilalihan kembali lahan sengketa di kawasan Mega Mall dan Pasar Tradisional Modern (PTM), agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan publik.
Dedy menekankan bahwa pembangunan tidak boleh terfokus hanya di pusat kota. Pemerintah akan menyentuh wilayah-wilayah lain secara lebih merata, termasuk penataan pedagang agar tidak lagi berjualan di badan jalan. Selain demi ketertiban umum, langkah ini juga bertujuan menciptakan lingkungan kota yang lebih rapi dan aman bagi pengguna jalan.
Di sektor kesehatan, Pemkot Bengkulu merencanakan pembangunan Rumah Sakit Adhyaksa di kawasan perbatasan kota, seperti Betungan. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat di wilayah pinggiran. Sementara itu, proyek Berkotose 1 dan 2 yang saat ini telah mencapai progres sekitar 80 persen ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
“Kota Bengkulu harus benar-benar menjadi pusat ekonomi, pusat transaksi perdagangan, sekaligus memiliki fasilitas kesehatan yang memadai. Semua program ini kita rancang secara terarah dan berkelanjutan,” ujar Dedy, didampingi Wakil Ketua I DPRD Kota Bengkulu Rahmat Widodo serta Plt Kepala Bappeda Kota Bengkulu Yudiya Hasana Putra.
Plt Kepala Bappeda Kota Bengkulu, Yudiya Hasana Putra, menjelaskan bahwa konsultasi publik ini merupakan bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan. Forum tersebut menjadi sarana untuk menjaring aspirasi masyarakat secara terbuka dan transparan, sehingga kebijakan yang disusun benar-benar mencerminkan kebutuhan di lapangan.
Melalui keterlibatan berbagai elemen, mulai dari legislatif, akademisi, hingga masyarakat, Pemkot Bengkulu berharap dokumen RKPD 2027 dapat menghasilkan program yang lebih inklusif, realistis, dan responsif. Dengan perencanaan yang matang, tahun-tahun mendatang diharapkan menjadi periode transformasi bagi Kota Bengkulu, di mana infrastruktur semakin tertata dan peluang ekonomi tumbuh di berbagai sudut wilayah.
Pewarta: Amg
Editing. : Adi Saputra