TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu, dengan bantuan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), membawa seorang perempuan yang diduga mengalami gangguan jiwa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Perempuan bernama Maharani (52), yang berasal dari Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, sebelumnya diamankan di rumah singgah Dinsos setelah keberadaannya dianggap meresahkan warga.
Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan keluarga Maharani di Sumatera Utara. Pihak keluarga pun bersedia menjemputnya dan diperkirakan tiba di Bengkulu pada Jumat (28/2/2025).
"Kami sudah berkoordinasi dengan keluarganya, dan mereka akan datang besok untuk membawa Maharani kembali ke Sumatera Utara. Saat ini, kami membawanya ke RSJ terlebih dahulu agar kondisinya lebih stabil dan perjalanan pulangnya nanti tidak mengganggu penumpang lain," jelas Sahat.
Keberadaan Maharani di Bengkulu sebelumnya telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Menurut laporan warga, ia sempat berkeliaran di berbagai daerah, mulai dari Kabupaten Bengkulu Selatan hingga Kabupaten Seluma, sebelum akhirnya tiba di Kota Bengkulu. Banyak warga yang merasa khawatir karena Maharani sering mengaku sedang mencari anaknya dan bahkan diduga sempat menimbulkan ketakutan dengan perilakunya.
"Beberapa warga melaporkan bahwa Maharani sering menyampaikan bahwa ia sedang mencari anaknya. Namun, banyak yang merasa terganggu dan takut, terutama karena perilakunya yang tidak menentu. Ia berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain, dan akhirnya warga Kota Bengkulu merasa tidak nyaman dengan kehadirannya," ujar Sahat.
Dinsos Kota Bengkulu menerima laporan dari masyarakat pada Selasa (25/2/2025) bahwa Maharani terlihat di sekitar Kota Bengkulu. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Dinsos bersama Satpol PP segera melakukan pencarian dan berhasil menemukannya di kawasan pertokoan Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pintu Batu.
"Saat hendak diamankan, Maharani sempat menunjukkan perlawanan dengan melempar batu dan kayu ke arah petugas. Namun, setelah usaha persuasif, kami berhasil membawanya ke rumah singgah untuk sementara waktu," tambah Sahat.
Selama dua hari di rumah singgah, Maharani menunjukkan kondisi yang tidak stabil. Ia sering berteriak, menangis, dan terkadang bersikap agresif terhadap orang di sekitarnya. Selain itu, ia juga menolak makanan yang diberikan oleh petugas.
Dinsos Kota Bengkulu berharap Maharani dapat segera mendapatkan perawatan yang lebih baik di RSJ sebelum dipulangkan ke keluarganya di Sumatera Utara. "Yang terpenting saat ini adalah memastikan kondisinya lebih stabil agar perjalanan pulang bisa berjalan aman dan lancar," tutup Sahat.
Pewarta : Hendri Pessel
Editing : Adi Saputra