TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Komitmen Pemerintah Kota Bengkulu dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak kembali diwujudkan melalui langkah nyata Dinas Sosial Kota Bengkulu. Tiga anak dari keluarga yang membutuhkan secara resmi memulai perjalanan pendidikan mereka di Program Sekolah Rakyat setelah diantar langsung oleh jajaran Dinas Sosial pada hari pertama masuk sekolah, Senin (20/7/2026).
Ketiga calon siswa tersebut, yakni Dhafa, Erensi, dan Akbar, mendapatkan pendampingan penuh sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi maupun kondisi sosial.
Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu Afriyenita hadir langsung mendampingi proses keberangkatan para siswa bersama Sekretaris Dinas Sosial Iryana, Sub Koordinator Yeyen Vislesha, Pekerja Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia, serta Sub Koordinator Puja Kusuma. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa pemerintah tidak hanya memberikan bantuan administrasi, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada anak-anak yang akan memulai babak baru dalam kehidupan mereka.
Afriyenita menjelaskan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu agar tetap memperoleh hak dasar berupa pendidikan yang layak.
Menurutnya, pendidikan memiliki peran strategis dalam memutus mata rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, setiap anak harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi diri tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.
"Hari ini menjadi awal perjalanan baru bagi Dhafa, Erensi, dan Akbar. Kami berharap mereka mampu memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, belajar dengan tekun, meraih prestasi, dan kelak mewujudkan cita-cita yang mereka impikan," ujar Afriyenita.
Ia menegaskan bahwa Dinas Sosial Kota Bengkulu akan terus hadir mendampingi anak-anak penerima manfaat Program Sekolah Rakyat, mulai dari proses seleksi hingga mereka menjalani pendidikan.
Pendampingan tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memastikan setiap anak mendapatkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter maupun kemampuan akademik.
Lebih dari sekadar mengantar ke sekolah pada hari pertama, kehadiran jajaran Dinas Sosial juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi psikologis anak-anak. Dukungan langsung dari pemerintah diharapkan mampu memberikan rasa percaya diri sekaligus motivasi kepada para siswa untuk memulai kehidupan baru di lingkungan pendidikan.
Program Sekolah Rakyat sendiri dirancang sebagai solusi bagi anak-anak yang selama ini mengalami hambatan dalam mengakses pendidikan formal. Melalui program tersebut, pemerintah berupaya menciptakan kesempatan yang lebih luas agar seluruh anak Indonesia memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas tanpa diskriminasi.
Dinas Sosial Kota Bengkulu menilai keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah anak yang berhasil masuk sekolah, tetapi juga dari kemampuan mereka bertahan hingga menyelesaikan pendidikan dan mampu meraih masa depan yang lebih baik.
Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Sosial Republik Indonesia, lembaga pendidikan, serta berbagai elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberlangsungan Program Sekolah Rakyat.
Afriyenita mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pendataan terhadap anak-anak yang membutuhkan intervensi pendidikan sehingga semakin banyak keluarga yang dapat merasakan manfaat program tersebut.
Selain memberikan akses pendidikan, Dinas Sosial juga akan terus memperkuat pendampingan sosial kepada keluarga penerima manfaat agar anak-anak memperoleh dukungan yang optimal selama menjalani proses belajar.
Pemerintah Kota Bengkulu berharap keberhasilan Dhafa, Erensi, dan Akbar nantinya dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak lain yang memiliki keterbatasan serupa untuk tetap semangat mengejar pendidikan.
Dengan dukungan berbagai pihak, Program Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi jembatan bagi lahirnya generasi muda Bengkulu yang berdaya saing, berkarakter, dan siap berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun bangsa di masa mendatang. Pendidikan yang inklusif diyakini menjadi fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera, adil, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih cerah.
Pewarta : AMG
Editing : Adi Saputra