TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Sosial bergerak cepat memberikan perlindungan kepada warga lanjut usia yang hidup dalam kondisi memprihatinkan. Seorang lansia bernama Tajudin (67), yang selama bertahun-tahun tinggal seorang diri di bawah bangunan ruko di Kelurahan Bentiring, akhirnya dievakuasi ke panti jompo pada Rabu (10/6/2026).
Langkah kemanusiaan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga rentan yang membutuhkan perhatian dan pelayanan sosial yang lebih baik. Proses evakuasi dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Afriyenita, bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bengkulu, Nurlla Dewi, serta didampingi Lurah Bentiring dan petugas dari Kementerian Sosial.
Afriyenita menjelaskan, pemindahan Tajudin ke panti jompo dilakukan agar lansia tersebut memperoleh kehidupan yang lebih aman, sehat, dan layak di masa tuanya.
“Alhamdulillah hari ini beliau bersedia dipindahkan ke panti jompo. Tujuannya agar mendapatkan tempat tinggal yang lebih baik, pelayanan kesehatan yang memadai, serta pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya sebagai lansia,” ujar Afriyenita.
Tajudin diketahui merupakan warga asal Bogor yang telah menetap di Kota Bengkulu sekitar 12 tahun terakhir. Selama itu pula ia menjalani kehidupan seorang diri di ruang sempit yang berada di bawah sebuah ruko di kawasan Bentiring.
Kondisi kesehatannya terus menurun seiring bertambahnya usia. Pendengarannya mulai berkurang, tubuhnya tampak kurus, dan aktivitas berjalan harus dibantu menggunakan tongkat. Meski hidup dalam keterbatasan, ia tetap bertahan dengan bantuan masyarakat sekitar yang selama ini menunjukkan kepedulian tinggi.
Salah seorang warga, Firman (42), mengatakan Tajudin dikenal baik oleh masyarakat setempat. Saat kondisi fisiknya masih kuat, ia kerap membantu membersihkan lingkungan dan aktif mengikuti kegiatan gotong royong.
“Beliau sudah lama tinggal di sini. Dulu masih sehat dan rajin membantu warga. Sekarang kondisinya sudah tidak sekuat dulu, sehingga membutuhkan perhatian lebih,” kata Firman.
Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir kebutuhan sehari-hari Tajudin banyak dipenuhi dari bantuan warga, mulai dari makanan, beras, hingga bantuan uang tunai.
Proses pemindahan Tajudin ternyata tidak berjalan begitu saja. Awalnya ia menolak ajakan petugas untuk tinggal di panti jompo. Penolakan tersebut bukan karena tidak ingin mendapatkan tempat tinggal yang lebih baik, melainkan karena ia merasa berat meninggalkan seekor ayam yang selama ini menjadi teman setianya.
Ayam tersebut sebenarnya milik warga sekitar. Namun karena sering diberi makan oleh Tajudin, hewan itu menjadi sangat dekat dengannya. Bahkan ayam tersebut kerap masuk dan tidur di tempat tinggal sederhana yang ditempati sang lansia.
Kisah kedekatan itu membuat petugas harus melakukan pendekatan secara persuasif agar Tajudin memahami bahwa kepindahannya ke panti jompo bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
Setelah melalui berbagai upaya pendekatan, Tajudin akhirnya bersedia mengikuti program penanganan sosial tersebut. Ia hanya meminta agar seluruh barang miliknya dapat ikut dibawa ke tempat tinggal barunya, mulai dari pakaian, perlengkapan dapur, lampu, kasur, hingga berbagai barang pribadi yang selama ini menemaninya hidup sederhana.
Sebelum proses evakuasi dilaksanakan, Pemerintah Kota Bengkulu telah lebih dahulu melakukan peninjauan langsung ke lokasi tempat tinggal Tajudin. Beberapa hari sebelumnya, Staf Ahli Wali Kota Bengkulu Eddy Aprianto bersama Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas Kominfo mendatangi lokasi untuk melihat kondisi yang dialami lansia tersebut.
Dalam kunjungan itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan yang berasal dari Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny P.L. Tobing sebagai bentuk perhatian terhadap warga yang membutuhkan bantuan sosial.
Pemindahan Tajudin ke panti jompo diharapkan menjadi awal kehidupan yang lebih baik baginya. Selain memperoleh tempat tinggal yang layak, ia juga akan mendapatkan pendampingan, perawatan, serta akses pelayanan yang dibutuhkan pada usia lanjut.
Langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Kota Bengkulu ini menjadi bukti nyata hadirnya negara di tengah masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan dan perhatian khusus agar dapat menjalani masa tua dengan lebih bermartabat.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra