Skip to main content

Disdikbud Kota Bengkulu Salurkan Bantuan, Siswa Korban Kebakaran Dapat Perlengkapan Sekolah

Kepala Disdikbud Kota Bengkulu Ilham Putra bersama jajaran menyerahkan bantuan kepada warga korban kebakaran di Kelurahan Pengantungan, Rabu (19/8/2026). Bantuan dihimpun dari satuan pendidikan tingkat SD hingga SMP.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID. — Musibah kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Kelurahan Pengantungan, Kota Bengkulu, mengundang kepedulian dari berbagai elemen masyarakat. Tidak ingin sekadar menyampaikan simpati, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bengkulu turun langsung ke lokasi untuk memberikan dukungan kepada warga yang terdampak.

Kunjungan tersebut dilakukan pada Rabu siang, 19 Agustus 2026. Selain melihat kondisi korban secara langsung, rombongan Disdikbud menyerahkan sejumlah bantuan yang dihimpun secara gotong royong melalui satuan pendidikan di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu.

Kebakaran yang terjadi sebelumnya mengakibatkan 21 unit rumah mengalami kerusakan hingga hangus terbakar. Warga yang kehilangan tempat tinggal kini harus menjalani masa pemulihan dalam kondisi serba terbatas, termasuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memastikan anak-anak tetap mendapatkan akses pendidikan.

Bantuan Dihimpun dari Sekolah

Kepala Disdikbud Kota Bengkulu, Ilham Putra, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas keluarga besar dunia pendidikan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Menurutnya, penggalangan bantuan melibatkan satuan pendidikan mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bantuan dikumpulkan secara bersama-sama, baik dalam bentuk barang maupun dukungan lainnya.

“Bantuan ini berasal dari sumbangan satuan pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kami kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban kebakaran,” kata Ilham saat berada di lokasi penyerahan bantuan.

Ia menegaskan, keterlibatan sekolah dalam aksi kemanusiaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemberian bantuan material. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai kepedulian, gotong royong, dan solidaritas sosial kepada lingkungan pendidikan.

Anak Korban Kebakaran Jadi Perhatian

Bantuan yang diserahkan kepada warga terdampak cukup beragam. Di antaranya berupa sembako, pakaian layak pakai, pakaian sekolah, perlengkapan belajar, serta bantuan uang tunai.

Khusus untuk kebutuhan pendidikan, Disdikbud memberikan perhatian terhadap anak-anak usia sekolah yang turut menjadi korban. Hilangnya rumah dan barang-barang pribadi akibat kebakaran dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas belajar mereka.

Karena itu, perlengkapan seperti seragam sekolah dan alat tulis menjadi bagian penting dari bantuan yang diberikan. Dengan adanya kebutuhan dasar pendidikan tersebut, para siswa diharapkan tetap dapat mengikuti kegiatan pembelajaran meskipun tengah berada dalam situasi pascabencana.

Disdikbud Kota Bengkulu juga menyatakan komitmennya untuk terus memantau kondisi peserta didik yang terdampak. Pendampingan diharapkan tidak hanya menyentuh kebutuhan perlengkapan sekolah, tetapi juga membantu proses pemulihan anak setelah mengalami peristiwa yang berpotensi menimbulkan tekanan psikologis.

Dorong Warga Bangkit

Ilham berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga korban. Meski tidak mampu menggantikan seluruh kerugian akibat kebakaran, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga selama menjalani masa pemulihan.

“Kami berharap bantuan yang diberikan ini dapat sedikit meringankan beban yang tengah ditanggung oleh para korban. Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat dan membantu memenuhi kebutuhan mereka setelah mengalami musibah,” ujarnya.

Kebakaran di Kelurahan Pengantungan tidak hanya menyebabkan warga kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Aktivitas ekonomi sejumlah keluarga juga ikut terdampak karena sebagian warga harus memulai kembali kehidupan dari kondisi yang serba terbatas.

Kehadiran jajaran Disdikbud bersama bantuan dari satuan pendidikan menjadi salah satu bentuk dukungan moral bagi para korban. Semangat gotong royong dari lingkungan sekolah diharapkan mampu menjadi dorongan agar warga tidak berlarut dalam kesedihan dan perlahan kembali menata kehidupan.

Pemerintah dan berbagai elemen masyarakat pun diharapkan terus memberikan perhatian selama proses pemulihan berlangsung, terutama bagi keluarga yang memiliki anak usia sekolah. Dengan dukungan bersama, kebutuhan dasar warga dapat dipenuhi dan pendidikan anak-anak korban kebakaran tetap berjalan.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra