TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Setelah beberapa hari mengalami gangguan, distribusi air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kota Bengkulu akhirnya kembali normal. Gangguan yang sempat membuat sejumlah pelanggan kesulitan memperoleh air bersih ini disebabkan oleh kebocoran parah pada bak olahan Lapen Kencana 2 di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Surabaya.
Kepala IPA Surabaya, Hariansyah, menjelaskan bahwa kebocoran tersebut menjadi penyebab utama terhentinya pasokan air ke sejumlah kawasan. Namun, berkat kerja keras tim teknis, perbaikan berhasil diselesaikan lebih cepat dari jadwal yang ditentukan.
"Awalnya kita umumkan bahwa perbaikan akan selesai pada 28 Juni 2025, tetapi alhamdulillah pekerjaan bisa diselesaikan lebih cepat. Semalam kami lakukan uji coba, dan siang tadi pukul 12.00 WIB air sudah mulai kami distribusikan kembali ke pipa-pipa menuju rumah warga," ujar Hariansyah saat diwawancarai, Selasa (24/6/2025).
Ia menyebutkan bahwa perbaikan dilakukan secara intensif dengan melibatkan tim teknis yang bekerja lembur demi mempercepat proses. Hal ini dilakukan mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak bisa ditunda-tunda.
"Kami sangat memahami betapa pentingnya air bersih untuk kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, tim bekerja tanpa kenal waktu untuk mempercepat perbaikan ini. Segala upaya terbaik kami kerahkan demi memperbaiki pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.
Salah satu warga terdampak, Septi, yang tinggal di Jalan Merpati V, Kelurahan Rawa Makmur, mengaku lega karena aliran air di rumahnya sudah kembali normal. Ia mengatakan selama hampir satu minggu sebelumnya, tidak ada setetes air pun yang mengalir dari kran rumahnya.
“Beberapa hari kemarin memang sempat mati total. Menetes pun tidak. Hampir seminggu kami kesulitan air. Tapi alhamdulillah sekarang sudah mengalir kembali,” ungkap Septi.
Direktur Utama Perumda Tirta Hidayah, Samsu Bahari, juga membenarkan bahwa proses perbaikan telah selesai dan saat ini tengah dilakukan proses normalisasi. Ia menjelaskan bahwa meskipun air sudah kembali mengalir ke pelanggan, proses ini membutuhkan waktu agar aliran benar-benar stabil dan merata ke seluruh jaringan.
"Proses distribusi air tidak serta-merta langsung normal. Ada tahapan normalisasi yang harus dilalui, seperti pembersihan saluran dari sisa udara atau 'buang angin' di dalam pipa. Selain itu, kami juga terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan tidak ada kebocoran tambahan," ujar Samsu.
Ia menambahkan bahwa munculnya air keruh di awal distribusi merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan oleh pelanggan.
"Kalau air yang keluar di awal tampak kotor, itu wajar karena merupakan sisa endapan dalam pipa yang terbawa oleh tekanan air pertama. Setelah beberapa saat, air akan kembali jernih dan layak digunakan seperti biasa," tambahnya.
Samsu menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, termasuk melakukan evaluasi menyeluruh atas insiden ini agar tidak terulang di masa mendatang.
"Ini menjadi pembelajaran dan evaluasi bagi kami. Kami terus berupaya memperbaiki sistem, meningkatkan responsifitas, dan menjaga keandalan instalasi agar masyarakat tidak kembali mengalami gangguan seperti ini," tutupnya.
Dengan selesainya perbaikan dan dimulainya proses normalisasi, masyarakat Kota Bengkulu diimbau untuk bersabar dan tetap menghemat penggunaan air selama proses distribusi masih dalam tahap penyesuaian. Pihak PDAM juga membuka saluran pengaduan bagi pelanggan yang masih mengalami gangguan, agar segera mendapat tindak lanjut dari tim teknis di lapangan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra