TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Indonesia mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Inter-Parliamentary Speakers’ Conference (ISC) ke-3. Penetapan tersebut menjadi hasil kesepakatan para pimpinan parlemen peserta ISC ke-2 yang berlangsung di Phnom Penh, Kamboja.
Keputusan memilih Indonesia diambil secara aklamasi setelah sebelumnya dibahas dalam pertemuan pimpinan parlemen negara-negara peserta. Hasil kesepakatan itu kemudian dituangkan dalam Phnom Penh Declaration dan diumumkan di hadapan delegasi yang mengikuti konferensi.
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menyambut keputusan tersebut sebagai sebuah kehormatan sekaligus bentuk kepercayaan terhadap Indonesia. Ia menyampaikan bahwa Indonesia siap menjalankan amanah tersebut dengan menghadirkan konferensi yang mampu memperkuat komunikasi dan kerja sama antarparlemen.
“Alhamdulillah, kita dipercaya menjadi tuan rumah tahun depan,” ujar Sultan B Najamudin kepada media seusai kegiatan.
Pengumuman penetapan Indonesia sebagai tuan rumah disampaikan langsung oleh Presiden Senat Kamboja sekaligus mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, dalam forum ISC ke-2.
Bagi DPD RI, keberhasilan Indonesia memperoleh mandat sebagai tuan rumah bukan sekadar agenda penyelenggaraan konferensi internasional. Momentum tersebut dinilai menjadi bagian penting dari perjalanan diplomasi parlemen Indonesia sekaligus menunjukkan semakin terbukanya ruang bagi DPD RI untuk berkontribusi dalam forum internasional.
Sebagai lembaga yang membawa mandat representasi daerah, DPD RI memiliki peluang untuk memperkenalkan berbagai persoalan kewilayahan ke tingkat global. Isu seperti ketimpangan pembangunan, perubahan iklim, pengelolaan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, serta pembangunan berkelanjutan tidak hanya menjadi persoalan pemerintah pusat, tetapi juga berdampak langsung terhadap masyarakat di daerah.
Sultan menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian dalam pembahasan antarparlemen. Menurutnya, pengalaman Indonesia sebagai negara kepulauan dengan karakter geografis dan sosial yang beragam dapat menjadi salah satu perspektif penting dalam membangun kerja sama internasional.
Penyelenggaraan ISC ke-3 nantinya diharapkan tidak berhenti sebagai pertemuan seremonial para pimpinan parlemen. Forum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas dialog mengenai berbagai persoalan global yang semakin kompleks.
Ketidakpastian geopolitik, tantangan ekonomi, perubahan iklim, ketimpangan pembangunan dan ancaman terhadap keberlanjutan menjadi sejumlah persoalan yang membutuhkan solusi bersama. Parlemen memiliki posisi strategis karena membawa suara masyarakat sekaligus memiliki fungsi dalam membangun kebijakan di masing-masing negara.
Indonesia juga memiliki pengalaman panjang dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman. Modal tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan diplomasi dalam menciptakan forum yang terbuka, inklusif dan mengedepankan pencarian titik temu.
Bagi DPD RI, kehadiran perspektif daerah dalam diplomasi internasional menjadi hal yang penting. Selama ini diplomasi parlemen Indonesia lebih sering terlihat melalui peran DPR RI. Dengan menjadi bagian dari penyelenggaraan ISC, DPD RI dapat memperkuat kontribusi lembaga representasi kewilayahan dalam percakapan global.
ISC sendiri merupakan forum bagi para pimpinan parlemen dari berbagai negara untuk bertukar pandangan mengenai persoalan strategis. Pembahasan dapat mencakup perdamaian, penghormatan terhadap hukum internasional, kesejahteraan masyarakat, perlindungan lingkungan hingga pembangunan berkelanjutan.
Kepercayaan kepada Indonesia sebagai tuan rumah ISC ke-3 sekaligus memperlihatkan posisi Indonesia dalam komunitas parlemen internasional. Prinsip politik luar negeri bebas aktif dapat menjadi landasan dalam mendorong dialog yang konstruktif serta memperkuat semangat multilateralisme.
Dengan status sebagai negara kepulauan yang memiliki keragaman budaya, wilayah dan sumber daya, Indonesia memiliki pengalaman serta perspektif yang relevan untuk dibagikan kepada negara lain.
Melalui ISC ke-3, Indonesia diharapkan mampu menghadirkan ruang pertemuan yang bukan hanya memperkuat hubungan antarparlemen, tetapi juga menghasilkan gagasan dan kerja sama untuk menghadapi tantangan dunia secara bersama-sama.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra