TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Dinamika politik internal Partai Golkar Kota Bengkulu kian memanas menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kota Bengkulu yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Februari 2026. Salah satu kandidat kuat, Yudi Darmawansyah, menyatakan optimisme tinggi akan peluang kemenangannya berdasarkan peta dukungan yang telah ia kantongi.
Dalam keterangannya kepada media, Yudi mengungkapkan bahwa hingga saat ini dirinya telah mengamankan dukungan mayoritas dari pemilik hak suara. Ia menyebut, dari unsur Pimpinan Kecamatan (PK), dirinya telah mengantongi enam suara. Selain itu, tiga suara tambahan berasal dari organisasi masyarakat yang didirikan dan berafiliasi dengan Partai Golkar.
“Kalau kita hitung secara rasional, insya Allah ada sekitar sembilan suara dari PK dan ormas. Ditambah lagi dari unsur lainnya, total dukungan bisa mencapai lebih dari separuh suara. Secara demokratis, ini menjadi modal besar bagi saya,”
ujar Yudi dengan optimis.
Ia juga menegaskan bahwa Musda harus menjadi ajang kontestasi yang sehat, terbuka, dan tanpa intervensi pihak mana pun. Menurutnya, proses demokrasi internal partai harus dijaga agar menghasilkan pemimpin yang benar-benar lahir dari aspirasi kader.
“Musda ini bukan soal menang atau kalah, tapi soal bagaimana kita menjaga marwah partai. Kalau mekanismenya berjalan sesuai aturan dan suara terbanyak berpihak kepada saya, tentu saya siap memimpin,” tambahnya.
Yudi bahkan membuka peluang bahwa Musda bisa saja berakhir dengan aklamasi. Hal ini dimungkinkan apabila kandidat lain memilih mundur atau tidak memenuhi syarat administratif yang ditetapkan panitia. Ia mengungkapkan, salah satu calon pesaingnya telah mengembalikan formulir pendaftaran, namun masih dalam tahap verifikasi.
Sementara itu, Ketua Panitia , Sutardi DPD Golkar Kota Bengkulu menjelaskan bahwa hingga batas akhir pendaftaran, terdapat tiga bakal calon yang telah mengambil dan mengembalikan formulir. Mereka adalah Rodi (Ketua Organisasi Golkar), Mardensi, dan Yudi Darmawansyah.
“Ketiganya sudah mendaftar secara resmi. Namun status mereka masih bakal calon. Penetapan sebagai calon definitif akan dilakukan setelah proses verifikasi syarat administrasi melalui Steering Committee (SC),” ujar Ketua Panitia.
Ia menegaskan bahwa Musda tetap akan dilaksanakan pada 15 Februari 2026 sesuai instruksi DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu. Panitia telah melaporkan jadwal tersebut secara resmi dan memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.
Terkait jumlah pemilik suara, panitia menyebutkan terdapat sekitar 14 suara yang terdiri dari unsur PK, organisasi sayap partai seperti KPPG, AMPG, serta perwakilan DPD Provinsi dan DPP. Dalam praktiknya, tidak menutup kemungkinan terjadi dukungan ganda.
“Kalau ada dukungan ganda, itu akan diselesaikan saat Musda. Pimpinan sidang akan melakukan klarifikasi langsung kepada pemilik suara. Prinsipnya, satu suara hanya boleh mendukung satu calon,” tegas Ketua Panitia.
Yudi sendiri menanggapi potensi dukungan ganda dengan santai. Menurutnya, hal tersebut adalah bagian dari dinamika politik yang wajar. Ia percaya pimpinan sidang akan bersikap adil dan profesional dalam menyikapi persoalan tersebut.
“Saya yakin semuanya akan berjalan fair. Tidak ada intervensi, tidak ada tekanan. Kita serahkan sepenuhnya kepada mekanisme partai,” kata Yudi.
Lebih jauh, Yudi memaparkan visinya jika terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Kota Bengkulu. Ia berkomitmen memperkuat konsolidasi kader hingga tingkat kelurahan, meningkatkan peran Golkar di tengah masyarakat, serta mempersiapkan partai menghadapi agenda politik ke depan, termasuk Pilkada dan Pemilu.
“Golkar harus hadir bukan hanya saat pemilu, tapi setiap hari di tengah masyarakat. Kita harus jadi partai yang solutif, bukan sekadar partai politik,” tutupnya.
Dengan peta dukungan yang kian mengerucut, Musda Golkar Kota Bengkulu diprediksi akan berlangsung sengit namun tetap dalam koridor demokrasi. Publik kini menanti, apakah Yudi Darmawansyah benar-benar akan keluar sebagai pemenang atau justru terjadi kejutan di menit-menit terakhir.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra