TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menunjukkan kepedulian dan empati langsung kepada masyarakat dengan menghadiri takziah malam ketiga atas wafatnya Almarhumah Maryati S. binti Muhammad Syukri. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman duka di Jalan Merapi 14, Kelurahan Kebun Tebeng, Kota Bengkulu, dan dihadiri keluarga besar almarhumah serta warga sekitar.
Kehadiran orang nomor satu di Kota Bengkulu itu disambut hangat oleh keluarga dan masyarakat. Suasana haru terasa ketika Wali Kota Bengkulu menyempatkan diri untuk menyampaikan langsung belasungkawa serta memberikan penguatan moril kepada keluarga yang ditinggalkan. Takziah ini menjadi wujud nyata bahwa pemerintah daerah hadir tidak hanya dalam urusan pemerintahan, tetapi juga dalam momen duka masyarakat.
Dalam sambutannya, Dedy Wahyudi menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian Almarhumah Maryati S. Ia mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama mendoakan almarhumah agar wafat dalam keadaan husnul khatimah serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Kami atas nama Pemerintah Kota Bengkulu turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah diampuni segala dosa-dosanya, diterima seluruh amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan,” ujar Dedy Wahyudi di hadapan para pelayat.
Lebih lanjut, Dedy menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bengkulu berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam suasana suka maupun duka. Menurutnya, kehadiran pemerintah di momen-momen seperti ini merupakan bagian dari pelayanan sosial dan kemanusiaan yang harus terus dijaga.
“InsyaAllah pemerintah akan selalu hadir di setiap kondisi masyarakat, tidak hanya saat kegiatan formal atau pembangunan, tetapi juga ketika masyarakat sedang berduka. Ini adalah bagian dari tanggung jawab moral dan sosial kami,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata kepada keluarga almarhumah, Pemerintah Kota Bengkulu melalui instansi terkait menyerahkan langsung dokumen kependudukan “3 in 1”. Dokumen tersebut meliputi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan Akta Kematian. Penyerahan ini dilakukan untuk memudahkan keluarga dalam pengurusan administrasi pascakehilangan anggota keluarga.
Dedy Wahyudi menjelaskan bahwa layanan “3 in 1” merupakan program Pemkot Bengkulu untuk memberikan kemudahan dan kepastian administrasi kepada warga, khususnya dalam situasi duka. Dengan adanya layanan ini, keluarga tidak perlu lagi mengurus dokumen kependudukan secara terpisah dan berulang.
“Kami ingin memastikan bahwa keluarga yang sedang berduka tidak lagi dibebani urusan administrasi. Semua kami permudah agar masyarakat bisa fokus pada pemulihan dan penguatan keluarga,” jelasnya.
Turut mendampingi Wali Kota Bengkulu dalam kegiatan takziah tersebut, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Tony Elfian, Camat Ratu Agung, Lurah Kebun Tebeng, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan sinergi dan kepedulian bersama jajaran pemerintah daerah terhadap masyarakat.
Warga sekitar mengapresiasi kehadiran Wali Kota Bengkulu dan rombongan. Mereka menilai langkah tersebut sebagai bentuk kedekatan pemimpin dengan rakyat serta bukti nyata bahwa pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui aksi langsung.
Dengan adanya kegiatan takziah ini, Pemerintah Kota Bengkulu kembali menegaskan komitmennya untuk membangun hubungan yang humanis dan berempati dengan seluruh lapisan masyarakat. Kehadiran pemimpin daerah dalam momen duka diharapkan mampu memperkuat ikatan sosial dan menumbuhkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat Kota Bengkulu.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra