TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Pemerintah Provinsi Bengkulu terus menunjukkan komitmen serius dalam menangani berbagai persoalan di wilayah terluar, khususnya Pulau Enggano. Dalam upaya meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat Enggano, Pemprov Bengkulu kini melakukan pemetaan masalah secara langsung di lapangan, melalui program kerja luar biasa bertajuk "Berkantor di Enggano".
Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, yang lebih dulu menjalankan program ini, turun langsung ke Desa Malakoni pada Selasa (8/7/2025). Ia menyapa dan berdialog bersama masyarakat setempat untuk mendengarkan secara langsung berbagai keluhan, harapan, dan aspirasi warga.
Dalam dialog tersebut, Mian langsung menghubungi Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, agar dapat menyapa warga melalui sambungan telepon. Momen ini disambut antusias oleh warga yang merasa diperhatikan secara langsung oleh pimpinan tertinggi di Provinsi Bengkulu.
“Bapak Ibu di Enggano ini luar biasa. Mereka baru saja mendapat kunjungan dari Staf Khusus Menteri Dalam Negeri, atas perintah langsung dari Pak Tito Karnavian (Mendagri), untuk mendengar aspirasi masyarakat. Kini Wakil Gubernur juga telah berkantor di Enggano, sebagai bagian dari komitmen kita untuk memetakan berbagai persoalan yang ada di sini,” ujar Gubernur Helmi Hasan melalui telepon, Kamis (10/7/2025).
Program berkantor di Enggano akan dilaksanakan selama tiga minggu berturut-turut. Minggu pertama dijalankan oleh Wakil Gubernur Mian, diikuti oleh Bupati Bengkulu Utara pada minggu kedua, dan Gubernur Helmi Hasan dijadwalkan hadir langsung di Enggano pada minggu ketiga. Langkah ini merupakan strategi terpadu untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat dan memahami kondisi ril di pulau terluar yang selama ini kerap terpinggirkan.
Tak hanya fokus pada infrastruktur dan layanan dasar, Pemprov Bengkulu juga menaruh perhatian besar terhadap aspek sosial kemasyarakatan. Dalam sambungan telepon tersebut, Gubernur Helmi Hasan memberikan arahan khusus kepada Wakil Gubernur Mian untuk mendata anak-anak yatim yang ada di Pulau Enggano.
“Tolong nanti Pak Wakil Gubernur disampaikan, siapa saja anak-anak di Enggano yang telah kehilangan ayahnya. Mereka akan menjadi anak angkat Gubernur, Wakil Gubernur, dan seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu,” tegas Helmi Hasan.
Program orang tua asuh ini merupakan bagian dari kebijakan berbasis kepedulian dan empati sosial yang diusung oleh Pemprov Bengkulu. Diharapkan, dengan adanya perhatian langsung dari para pejabat tinggi, anak-anak yatim di Enggano dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik, serta memiliki akses yang lebih luas terhadap pendidikan, kesehatan, dan masa depan yang cerah.
Sementara itu, Wakil Gubernur Mian dalam keterangannya mengatakan bahwa masyarakat Enggano menyambut baik inisiatif ini. “Mereka sangat senang dan merasa diperhatikan. Banyak hal yang selama ini belum tersampaikan, kini bisa diungkapkan langsung. Kita pastikan seluruh masukan ini akan ditindaklanjuti,” kata Mian.
Wagub juga menambahkan bahwa selain persoalan sosial, masyarakat mengeluhkan kondisi infrastruktur seperti jalan desa, pelayanan listrik, air bersih, hingga jaringan telekomunikasi. Semua data dan masukan ini akan menjadi bahan rapat dan koordinasi lanjutan bersama dinas terkait dan pemerintah pusat.
Langkah kolaboratif yang dilakukan Pemprov Bengkulu ini dinilai sebagai pendekatan solutif untuk memperkuat kehadiran negara di wilayah-wilayah terluar. Enggano yang selama ini dikenal sebagai pulau yang cukup terpencil, kini mulai menjadi perhatian utama dalam pembangunan inklusif dan berkelanjutan.
Dengan program berkantor di Enggano, pemerintah berharap tak ada lagi masyarakat yang merasa terabaikan. Suara-suara dari pinggiran kini diangkat ke pusat, dengan harapan perubahan nyata akan segera terwujud untuk masyarakat Pulau Enggano.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra