Skip to main content

Garuda Indonesia Hentikan Penerbangan Bengkulu? Ini Respons Gubernur

Garuda Indonesia Hentikan Penerbangan Bengkulu? Ini Respons Gubernur

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Isu penghentian layanan penerbangan maskapai nasional di Bengkulu langsung direspons cepat oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Menyusul beredarnya kabar bahwa Garuda Indonesia berencana menutup rute dari dan menuju Bengkulu, Helmi mengambil langkah proaktif dengan mendatangi kantor pusat maskapai tersebut.

Pada Rabu (4/3), Helmi bertolak ke Garuda Sentra Operasi di Tangerang, Banten. Kedatangannya bukan sekadar kunjungan formal, melainkan untuk melakukan pembahasan langsung terkait keberlanjutan operasional penerbangan di Provinsi Bengkulu. Langkah ini dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga konektivitas udara yang selama ini menjadi salah satu penopang mobilitas masyarakat dan dunia usaha.

Kabar yang beredar sebelumnya menyebutkan bahwa Garuda Indonesia mempertimbangkan untuk menghentikan layanan rute Bengkulu dalam waktu dekat. Informasi tersebut memicu kekhawatiran berbagai kalangan, terutama pelaku usaha dan masyarakat yang selama ini mengandalkan maskapai tersebut untuk perjalanan dinas, bisnis, maupun kebutuhan pribadi.

Dalam pertemuan dengan jajaran manajemen, Helmi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk tidak tinggal diam. Ia menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menggalang koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para bupati dan wali kota, hingga kalangan pengusaha agar tercipta dukungan nyata terhadap keberlanjutan penerbangan.

Menurut Helmi, keberadaan Garuda Indonesia di Bengkulu bukan semata persoalan transportasi, melainkan juga menyangkut citra dan daya saing daerah. Maskapai pelat merah itu dianggap memiliki peran strategis dalam membuka akses investasi dan memperkuat jaringan ekonomi daerah dengan kota-kota besar di Indonesia.

“Kami akan duduk bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mencari solusi terbaik. Harapannya, Garuda tetap melayani masyarakat Bengkulu dan terus terbang di Bumi Merah Putih,” tegasnya.

Dari pihak maskapai, Direktur Teknik Garuda Indonesia, Mukhtaris, memaparkan bahwa persoalan yang dihadapi murni terkait pertimbangan bisnis. Ia menjelaskan bahwa tingkat keterisian penumpang pada rute Bengkulu masih berada di bawah target perusahaan.

Rendahnya okupansi dinilai berisiko menimbulkan kerugian berkelanjutan apabila operasional tetap dipaksakan tanpa adanya peningkatan jumlah penumpang. Dalam industri penerbangan, faktor load factor atau tingkat keterisian kursi menjadi salah satu indikator utama keberlanjutan rute.

Meski demikian, manajemen Garuda menyampaikan apresiasi atas perhatian serius yang diberikan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Mereka juga membuka peluang kolaborasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah untuk mencari skema yang memungkinkan rute tersebut tetap berjalan secara sehat secara finansial.

Sebelumnya, beredar informasi bahwa penghentian operasional rute Bengkulu akan dilakukan pada akhir Maret 2026. Sejumlah sumber menyebut tanggal 28 Maret sebagai jadwal penerbangan terakhir, sementara laporan lain menginformasikan kemungkinan 23 Maret 2026 sebagai batas akhir layanan sementara.

Rute yang terdampak adalah penerbangan melalui Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, yang selama ini menjadi pintu utama akses udara ke provinsi tersebut. Apabila penghentian benar terjadi, maka pilihan maskapai bagi masyarakat akan semakin terbatas.

Pemerintah Provinsi Bengkulu memandang persoalan ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Selain mendorong peningkatan jumlah penumpang, upaya promosi potensi wisata dan investasi daerah juga dinilai penting agar permintaan penerbangan meningkat secara alami.

Helmi optimistis, dengan komunikasi intensif dan dukungan konkret dari berbagai pihak, solusi terbaik dapat ditemukan. Ia berharap tidak hanya pemerintah, tetapi juga dunia usaha dan masyarakat turut mengambil peran, misalnya dengan memprioritaskan penggunaan maskapai nasional tersebut untuk perjalanan resmi maupun bisnis.

Keberlanjutan penerbangan dinilai memiliki dampak luas, mulai dari sektor pariwisata, perdagangan, hingga kemudahan akses pelayanan publik. Tanpa konektivitas udara yang memadai, laju pertumbuhan ekonomi daerah berpotensi terhambat.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen untuk terus melakukan pendekatan persuasif kepada manajemen Garuda Indonesia. Harapannya, keputusan final nantinya tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas serta mendukung pembangunan ekonomi Bengkulu secara berkesinambungan.

Pewarta  : Amg

Editing : Adi Saputra