Skip to main content

Gubernur Bengkulu Kukuhkan Pengurus MUI Periode 2025–2030, Ajak Wujudkan Harmoni dan Pencerahan Umat

Gubernur Bengkulu Kukuhkan Pengurus MUI Periode 2025–2030, Ajak Wujudkan Harmoni dan Pencerahan Umat

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Suasana penuh keakraban dan semangat persaudaraan mewarnai Balai Raya Semarak, Selasa (12/8/2025). Di tempat bersejarah tersebut, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan secara resmi mengukuhkan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bengkulu untuk masa bakti 2025–2030. Pengukuhan ini menjadi langkah awal bagi para ulama dan tokoh agama untuk mengemban amanah besar, menebar cahaya pencerahan, serta memperkuat persatuan di Bumi Raflesia.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, diikuti lantunan doa untuk memohon keberkahan. Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat, dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan ormas Islam dari berbagai kabupaten/kota di Bengkulu.

Dalam sambutannya, Gubernur Helmi Hasan mengucapkan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik. Ia berharap, kehadiran MUI periode ini dapat semakin memperkuat hubungan sinergis antara pemerintah daerah dan para ulama, sehingga mampu menghadirkan solusi, pencerahan, dan ketenteraman bagi masyarakat.

“Selamat kepada pengurus MUI yang telah dikukuhkan. Ayo, mari kita bersama-sama membangun harmoni di tengah masyarakat kita yang majemuk, demi terciptanya kehidupan kebangsaan yang diridai Allah subhanahu wa ta'ala,” ujar Helmi.

Helmi menekankan, peran ulama sangat vital di tengah perubahan zaman. Ia mengajak seluruh jajaran MUI untuk mengedepankan semangat **modernisasi beragama**, yakni upaya mengaktualisasikan ajaran agama secara bijak, relevan, dan solutif tanpa mengikis nilai-nilai luhur. Menurutnya, pendekatan ini penting agar masyarakat terhindar dari perpecahan dan dapat hidup damai di tengah keberagaman.

“Kita harus bisa menjawab tantangan zaman, tapi tetap berpegang pada ajaran agama yang murni. Ulama memiliki peran strategis untuk memandu umat agar tetap di jalan yang benar, sekaligus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan kehidupan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Bengkulu juga mengajak masyarakat untuk memakmurkan masjid sebagai pusat peradaban Islam. Ia menilai, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga sarana membina persaudaraan, pendidikan akhlak, dan pusat kegiatan sosial yang membawa manfaat luas.

“Selain itu, mari kita tingkatkan kepedulian terhadap anak yatim piatu. Menolong mereka adalah bagian dari membangun masa depan bangsa. Anak-anak ini harus kita beri kasih sayang dan kesempatan untuk meraih pendidikan terbaik,” tambah He

Pengukuhan pengurus MUI ini diharapkan menjadi momentum mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah, ulama, dan seluruh elemen masyarakat. Helmi meyakini, jika semua pihak bersatu dalam visi yang sama, Bengkulu akan mampu menjadi daerah yang bukan hanya maju secara ekonomi, tetapi juga unggul dalam kualitas kehidupan beragama dan sosial.

“Dengan semangat dan komitmen bersama, kita yakin Bengkulu bisa mencapai kemajuan yang lebih besar, menjadi tempat yang lebih baik untuk hidup dan beribadah. Kita ingin Bengkulu menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun masyarakat yang harmonis, religius, dan sejahtera,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua MUI Provinsi Bengkulu yang baru dilantik, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia berkomitmen menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, mengutamakan kepentingan umat, dan mendukung program pemerintah yang sejalan dengan nilai-nilai keislaman.

“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, dan semua pihak untuk menciptakan suasana yang damai, penuh toleransi, serta menguatkan ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah di Bengkulu,” ujarnya.

Acara ditutup dengan doa bersama, diiringi harapan agar kepengurusan MUI periode 2025–2030 mampu menjalankan tugas dengan amanah, membawa manfaat, dan menjadi garda terdepan dalam menjaga akidah umat di tengah arus globalisasi.

Dengan pengukuhan ini, MUI Bengkulu diharapkan dapat semakin aktif mengawal kehidupan keagamaan yang moderat, adaptif, dan menyatukan perbedaan demi kemaslahatan bersama. Sinergi antara ulama dan umara di Bumi Raflesia menjadi kunci membangun masyarakat yang damai, sejahtera, dan penuh berkah.

Pewarta : AMG

Editing : Adi Saputra