TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Provinsi Bengkulu menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, turun langsung meninjau kondisi warga yang terdampak angin puting beliung di Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, pada Kamis (9/4/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat yang menjadi korban bencana mendapatkan perhatian serta bantuan dari pemerintah secara cepat dan tepat. Dalam peninjauan itu, Helmi Hasan melihat secara langsung sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang yang melanda kawasan tersebut.
Selain memantau kondisi lapangan, gubernur juga menyerahkan berbagai bantuan kepada warga terdampak sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam membantu proses pemulihan pascabencana.
Pemerintah Pastikan Proses Pemulihan Berjalan Cepat
Dalam kesempatan tersebut, Helmi Hasan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat menghadapi dampak bencana sendirian. Ia memastikan pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten akan segera melakukan langkah-langkah pemulihan, termasuk membantu pembangunan kembali rumah warga yang mengalami kerusakan.
Menurutnya, proses pemulihan pascabencana akan dilakukan dengan semangat kebersamaan dan gotong royong antara pemerintah, masyarakat, serta berbagai pihak terkait.
“Pemerintah harus hadir ketika masyarakat menghadapi musibah. Kita pastikan setiap rumah yang rusak akibat bencana ini dapat dibangun kembali melalui kerja sama antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Helmi Hasan saat berdialog dengan warga setempat.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling membantu dalam mempercepat proses perbaikan rumah warga yang terdampak agar mereka dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal.
Bantuan Disesuaikan dengan Tingkat Kerusakan Rumah
Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menyiapkan skema bantuan yang disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah warga. Bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung proses perbaikan rumah yang rusak.
Untuk rumah yang mengalami kerusakan berat, pemerintah mengalokasikan bantuan sekitar Rp10 juta per unit. Dana tersebut diharapkan dapat membantu proses pembangunan kembali rumah warga secara gotong royong.
Sementara itu, rumah yang mengalami kerusakan ringan mendapatkan bantuan sebesar Rp1,5 juta per unit untuk memperbaiki bagian bangunan yang rusak.
Helmi Hasan menjelaskan bahwa bantuan untuk rumah rusak berat mulai disalurkan pada hari yang sama dengan kunjungannya agar proses perbaikan dapat segera dimulai.
Puluhan Rumah Warga Terdampak
Berdasarkan data sementara yang dihimpun pemerintah daerah, sebanyak 31 rumah warga di Desa Sumber Urip terdampak bencana angin puting beliung tersebut.
Dari jumlah tersebut, 10 rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat sehingga membutuhkan perbaikan menyeluruh, sedangkan 21 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.
Kerusakan yang terjadi umumnya meliputi atap rumah yang terlepas, dinding yang roboh, serta sejumlah bagian bangunan yang rusak akibat kuatnya terpaan angin.
Pemerintah daerah bersama aparat setempat juga terus melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan seluruh warga yang terdampak mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan.
Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak
Selain bantuan perbaikan rumah, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan logistik kepada warga terdampak melalui sistem pemantauan kebencanaan BEN-Connect Provinsi Bengkulu.
Bantuan yang diberikan antara lain 100 lembar selimut, 400 paket makanan khusus anak, 62 lembar kasur, 20 unit tenda keluarga portabel, serta 100 paket sembako.
Tidak hanya itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan tunai bagi seluruh rumah warga yang terdampak bencana untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak selama masa pemulihan.
Dengan berbagai bantuan tersebut, pemerintah berharap masyarakat yang terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal.
Kehadiran langsung gubernur di lokasi bencana juga menjadi bentuk dukungan moral bagi warga, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat di saat mereka menghadapi situasi darurat.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra