Skip to main content

Gubernur Bengkulu yang diwakili Asisten II Setdaprov Bengkulu, RA. Deni, SH, MM Membuka Kaba Fest 2023

_Gubernur Bengkulu yang diwakili Asisten II Setdaprov Bengkulu, RA. Deni, SH, MM Membuka Kaba Fest 2023.di Lapangan Desa Sumber Urip.Senin (30/10)(ft : Gunawan teropongpublik.co.id )_

TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Asisten II Setdaprov Bengkulu, RA. Deni, SH, MM, mewakili Gubernur Bengkulu, membuka Kaba Fest 2023, festival budaya dan pariwisata yang menampilkan kekayaan alam dan kebudayaan Bengkulu. Prosesi pembukaan festival berlangsung meriah di Lapangan Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, pada hari Sinin (30/10).

Berbagai pejabat dan tokoh penting Bengkulu turut hadir dalam prosesi pembukaan ini, termasuk Wabup Rejang Lebong, Hendra Wahyudiansyah, SH, Ketua DPRD, Mahdi Husen, SH, MSi, Dirlantas Polda Bengkulu, Kombes.Pol. Joko Suprayitno, SST, MK, SH, Dandim 0409, Letkol.Inf. M.Renaldy, S.Sos, MSi, Kapolres, AKBP. Juda Trisno Tampubolon, SH, SIK, MH. Selain itu, hadir juga Kadis Pariwisata Prov Bengkulu, Karmawanto, Kadis Pariwisata Rejang Lebong, Ir. Budianto, MT, Kadis Kominfo Rejang Lebong, Dodi Sahdani, S.Sos, MSi, serta Kadis Pariwisata Kaur, Marnida, dan Kadis Pariwisata Bengkulu Tengah, Andi Syafrial, serta para camat dan undangan lainnya.

Para tamu undangan disambut dengan Tari Persembahan yang memukau, yang ditampilkan oleh Sanggar Tari SDN 37 Desa Sumber Urip. Tanda selamat datang berupa sekapur sirih pun diserahkan kepada tamu agung oleh Asisten II, Wabup, Dirlantas, dan Ketua DPRD.

RA Deni, yang mewakili Gubernur Bengkulu, menyampaikan permintaan maaf karena Gubernur tidak dapat hadir langsung dalam acara tersebut karena sedang berada di Mukomuko. Gubernur mengutusnya untuk membacakan sambutan tertulis yang menekankan pentingnya sektor pariwisata sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pembangunan dan penataan destinasi wisata, seperti Bukit Kaba, memerlukan investasi yang besar. RA Deni juga menekankan bahwa pengelolaan Bukit Kaba harus melibatkan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, dan sumber dana dari berbagai tingkatan, seperti APB Provinsi, APBD Kabupaten, dan dana desa.

Bukit Kaba adalah milik bersama masyarakat Rejang Lebong dan Bengkulu, dan upaya promosi dan pengembangan harus terus dilakukan agar keindahan alamnya dapat dikenal luas hingga manca negara. Kaba Fest 2023 adalah salah satu contoh kolaborasi pengembangan objek wisata Bukit Kaba yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Dinas Pariwisata Rejang Lebong, dan Pemkab Rejang Lebong.

Wabup Rejang Lebong, Hendra Wahyudiansyah, mengungkapkan bahwa Desa Sumber Urip adalah salah satu desa wisata yang masuk dalam nominasi nasional. Desa ini memiliki objek wisata gunung berupa Bukit Kaba yang sangat menarik, serta produk UMKM yang menjadi penopang ekonomi masyarakat.

Kades Sumber Urip, Sri Wahyudi, melaporkan bahwa objek wisata Bukit Kaba saat ini dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan telah memberikan PADes sebesar Rp. 700 juta per tahun. Selain itu, Dirlantas Polda Bengkulu, Kombes.Pol. Joko Suprayitno, SST, MK, SH, menyatakan kesiapannya untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata di Bengkulu dan menjaga keamanan di objek wisata.

Kadis Pariwisata Provinsi Bengkulu, Karmawanto, mengakui keindahan panorama Rejang Lebong dan berharap bahwa Desa Cawang Lama dan Desa Empat Suku Menanti, yang masuk dalam nominasi lomba desa wisata, dapat meraih prestasi yang lebih baik. Kaba Fest 2023 diharapkan menjadi salah satu penunjang utama aktivitas kepariwisataan di Bengkulu.

Kaba Fest 2023 adalah bukti nyata kolaborasi dan komitmen semua pihak dalam mengembangkan destinasi wisata Bukit Kaba dan mendukung sektor pariwisata di Bengkulu. Acara ini juga menjadi salah satu langkah untuk mengangkat potensi PAD daerah melalui sektor pariwisata.

Pewarta : Gunawan 

 Editing : Adi Saputra