TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memperluas akses layanan dasar bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Salah satu langkah nyata yang kini dirasakan langsung manfaatnya adalah Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang diinisiasi Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Program ini menjadi jawaban atas persoalan klasik yang selama bertahun-tahun dihadapi warga di sejumlah pelosok daerah: belum memiliki sambungan listrik secara mandiri.
Di sebuah sudut permukiman sederhana, Eva Susanti (50) tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Perempuan yang sehari-hari berjualan kue tradisional itu akhirnya memiliki aliran listrik sendiri di rumahnya. Sebelumnya, ia harus bergantung pada sambungan dari rumah orang tuanya karena keterbatasan biaya untuk pemasangan baru.
Bagi Eva, kondisi tersebut bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga menyangkut kenyamanan dan rasa percaya diri. Setiap bulan ia harus menumpang, berbagi daya listrik, dan khawatir jika sewaktu-waktu terjadi gangguan. Kini, setelah rumahnya resmi terpasang meteran listrik sendiri melalui program BPBL, kekhawatiran itu perlahan sirna.
“Sekarang rumah tidak lagi gelap saat malam. Anak-anak juga bisa belajar dengan lebih nyaman,” ungkap Eva dengan mata yang tampak berkaca-kaca.
Perubahan yang ia rasakan bukan sekadar soal lampu yang menyala. Listrik, menurutnya, menghadirkan harapan baru. Ia bisa lebih leluasa memproduksi kue pada dini hari tanpa takut membebani orang tua. Aktivitas usaha kecilnya pun menjadi lebih lancar karena peralatan sederhana yang membutuhkan listrik kini bisa digunakan tanpa hambatan.
Program BPBL sendiri memang dirancang untuk menyasar Rumah Tangga Miskin yang belum memiliki akses listrik mandiri. Pemerintah provinsi menanggung biaya pemasangan baru lengkap dengan daya 900 VA, sehingga warga tidak lagi terbebani biaya awal yang kerap menjadi kendala utama.
Gubernur Helmi Hasan menegaskan bahwa listrik adalah kebutuhan dasar yang seharusnya bisa dinikmati seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Menurutnya, kehadiran negara harus dirasakan hingga ke rumah-rumah warga yang selama ini luput dari perhatian.
Ia juga meminta perangkat desa dan kelurahan proaktif mendata warganya yang belum memiliki sambungan listrik. Pemerintah, kata dia, membuka ruang pengaduan langsung melalui layanan pesan WhatsApp agar laporan masyarakat dapat segera diverifikasi dan ditindaklanjuti.
“Kalau masih ada warga yang belum menikmati listrik, segera laporkan. Jangan sampai ada yang tertinggal,” tegasnya dalam salah satu kesempatan.
Data pemerintah provinsi mencatat, hingga saat ini sebanyak 2.024 rumah tangga miskin di Bengkulu telah mendapatkan pemasangan listrik gratis melalui program BPBL. Angka tersebut tersebar di berbagai kabupaten dan kota, termasuk wilayah yang sebelumnya memiliki tingkat elektrifikasi rendah.
Di Kabupaten Mukomuko, misalnya, tercatat 140 rumah kini telah memiliki sambungan listrik mandiri. Kehadiran aliran listrik tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga membuka peluang aktivitas ekonomi baru bagi warga setempat.
Eva menjadi salah satu contoh penerima manfaat yang merasakan dampak berlapis dari program ini. Selain pemasangan listrik gratis, ia juga memperoleh bantuan perbaikan rumah serta dukungan modal usaha untuk mengembangkan dagangan kuenya. Pemerintah turut memberikan perhatian pada pendidikan anak-anaknya agar mereka tetap bisa bersekolah dengan layak.
Pendekatan terpadu ini diharapkan mampu mengangkat taraf hidup keluarga penerima manfaat secara berkelanjutan. Dengan listrik yang stabil, usaha rumahan dapat berkembang, penghasilan meningkat, dan kualitas hidup perlahan membaik.
Program BPBL pun dipandang bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari strategi pengentasan kemiskinan. Akses energi yang memadai menjadi fondasi penting bagi peningkatan kesejahteraan, terutama di wilayah yang sebelumnya tertinggal.
Bagi Eva, malam hari kini terasa berbeda. Rumah kecilnya tidak lagi temaram. Cahaya lampu yang menyala menjadi simbol perubahan sekaligus pengingat bahwa perhatian pemerintah benar-benar sampai ke masyarakat kecil. Ia berharap program serupa terus berlanjut agar lebih banyak keluarga yang merasakan manfaat yang sama.
“Semoga semakin banyak yang terbantu seperti saya,” tutupnya penuh harap.
Pewarna: Amg
Editing : Adi Saputra