Skip to main content

Gubernur Helmi Hasan Salurkan Bantuan Rp102 Juta untuk Korban Banjir Bandang di Lebong

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyalurkan bantuan Rp102 juta untuk korban banjir bandang di Kabupaten Lebong berupa sembako, layanan kesehatan, dan bantuan logistik dari berbagai OPD.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Provinsi Bengkulu bergerak cepat dalam merespons bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Lebong. Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, turun langsung ke lokasi untuk memastikan bantuan kemanusiaan segera tersalurkan kepada masyarakat terdampak.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah provinsi menyalurkan bantuan dengan total nilai sekitar Rp102 juta. Bantuan ini terdiri dari paket sembako, dukungan logistik, serta layanan kesehatan bagi warga yang terdampak bencana.

Langkah cepat ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk hadir dan memberikan perlindungan kepada masyarakat saat menghadapi situasi darurat akibat bencana alam.

Banjir Bandang Sebabkan Kerusakan Infrastruktur dan Aktivitas Warga Terganggu

Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Lebong dipicu oleh tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut. Kondisi ini menyebabkan meluapnya aliran sungai hingga merendam sejumlah permukiman warga.

Selain merendam rumah penduduk, banjir juga mengakibatkan kerusakan pada beberapa fasilitas umum serta memutus akses jalan di beberapa desa. Akibatnya, aktivitas masyarakat sempat terhenti dan sejumlah wilayah dilaporkan mengalami keterisolasian sementara karena akses transportasi yang terputus.

Situasi tersebut membuat pemerintah daerah harus segera melakukan langkah tanggap darurat guna memastikan keselamatan masyarakat serta pemenuhan kebutuhan dasar mereka.

Pemerintah Prioritaskan Kebutuhan Pangan dan Layanan Kesehatan

Gubernur Helmi Hasan menegaskan bahwa pada masa tanggap darurat, fokus utama pemerintah adalah memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan bantuan pangan serta layanan kesehatan yang memadai.

Menurutnya, bantuan sembako diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan harian warga yang terdampak banjir, sementara layanan kesehatan disiapkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyakit pascabencana.

Beberapa penyakit yang sering muncul setelah banjir antara lain infeksi kulit, diare, hingga gangguan saluran pernapasan akibat lingkungan yang lembap dan sanitasi yang terganggu.

“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan bantuan dan pelayanan kesehatan selama masa pemulihan pascabanjir,” ujar Helmi Hasan.

Bupati Lebong Apresiasi Dukungan Pemerintah Provinsi

Bupati Lebong, Azhari, menyampaikan apresiasi atas perhatian serta respons cepat yang diberikan Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam membantu masyarakat terdampak banjir bandang di wilayahnya.

Ia menilai dukungan dari pemerintah provinsi sangat membantu dalam mempercepat penanganan darurat serta meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi musibah.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Dukungan ini sangat berarti bagi masyarakat Lebong yang terdampak bencana,” kata Azhari.

Menurutnya, koordinasi dan sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten menjadi faktor penting dalam mempercepat proses penanganan bencana dan pemulihan kondisi masyarakat.

Berbagai OPD Turut Salurkan Bantuan Logistik

Selain bantuan utama dari pemerintah provinsi, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) juga turut menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir.

Dinas Sosial Provinsi Bengkulu menyalurkan satu unit tenda serbaguna, 200 lembar selimut, 25 dus makanan anak setara 200 paket, serta 100 lembar kasur atau sekitar 20 bal. Selain itu, bantuan alat bantu mobilitas berupa kursi roda juga disediakan bagi warga yang membutuhkan.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) turut berpartisipasi dengan menyalurkan sekitar 1.500 paket sembako serta bantuan uang tunai bagi warga di wilayah Embong I, Karang Anyar, dan Semelako III.

Untuk mendukung operasional dapur umum di posko induk, Baznas juga memberikan bantuan satu ton beras beserta sejumlah bahan kebutuhan pokok lainnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu turut menyalurkan bantuan logistik berupa mi instan, gula, minyak goreng, serta 30 karung beras kemasan lima kilogram untuk kebutuhan pengungsi.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) juga memberikan bantuan berupa 22 karung beras serta delapan bal pakaian layak pakai.

Adapun Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu menyalurkan berbagai perlengkapan medis dan kebutuhan kesehatan, seperti enam dus obat-obatan, delapan dus makanan ringan, serta 30 dus air mineral guna mendukung pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.

Warga Diminta Tetap Waspada terhadap Potensi Bencana Susulan

Di tengah proses penanganan bencana, pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana susulan.

Hal ini mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil dan berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut.

Pemerintah Kabupaten Lebong terus melakukan berbagai langkah penanganan, termasuk pendataan warga terdampak, pembersihan wilayah yang terendam banjir, serta upaya pemulihan akses jalan yang sebelumnya terputus.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan tetap menjaga semangat gotong royong dan saling membantu dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana. Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, proses pemulihan diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan kondisi kehidupan warga dapat kembali normal.

Pewarta: Amg

Editing: Adi Saputra