Skip to main content

Harga Kelapa Tua Melonjak, Pedagang dan Konsumen Mengeluh

Harga Kelapa Tua Melonjak, Pedagang dan Konsumen Mengeluh

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>   Harga kelapa tua di beberapa pasar tradisional mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Di Pasar Panorama dan Pasar Minggu, harga kelapa tua kini berkisar antara Rp7.500 hingga Rp15.000 per buah. Kenaikan harga ini membuat pedagang dan konsumen mengeluh, mengingat kelapa merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi banyak rumah tangga dan pelaku usaha kuliner.

Menurut beberapa pedagang, kenaikan harga ini disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk berkurangnya pasokan dari petani akibat cuaca yang tidak menentu serta meningkatnya permintaan di pasaran. Seorang pedagang di Pasar Panorama, Yanto (45), mengungkapkan bahwa harga kelapa sebelumnya masih di kisaran Rp25.00 hingga Rp3.000 per buah, namun dalam beberapa minggu terakhir mengalami lonjakan drastis.

"Biasanya harga kelapa stabil, tetapi sekarang naik cukup tinggi. Pasokan dari petani berkurang, sementara permintaan tetap tinggi, terutama dari pengusaha santan dan makanan berbahan dasar kelapa," ujar Yanto.

Selain itu, faktor distribusi juga berperan dalam kenaikan harga ini. Beberapa pemasok mengaku mengalami kesulitan dalam pengiriman akibat kenaikan harga bahan bakar dan ongkos transportasi. Hal ini menyebabkan harga jual kelapa di pasar ikut terdampak.

Kenaikan harga ini pun dirasakan oleh para konsumen, terutama ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada kelapa sebagai bahan utama dalam masakan mereka. Siti (38), seorang pembeli di Pasar Minggu, mengaku terpaksa mengurangi pembelian kelapa karena harganya yang semakin mahal.

"Biasanya saya beli dua atau tiga kelapa untuk membuat santan, tapi sekarang hanya beli satu saja karena harganya naik. Kalau begini terus, mungkin saya akan cari alternatif lain seperti santan kemasan," ujar Siti.

Para pedagang berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menstabilkan harga kelapa tua agar tidak semakin memberatkan masyarakat. Salah satu solusi yang diusulkan adalah dengan memastikan pasokan tetap terjaga dan menekan biaya distribusi agar harga di pasaran tidak terus melonjak.

Di sisi lain, para petani kelapa juga mengungkapkan bahwa mereka tidak sepenuhnya diuntungkan dari kenaikan harga ini. Mereka mengaku masih menghadapi berbagai kendala seperti biaya produksi yang meningkat dan serangan hama yang mempengaruhi hasil panen.

Dengan kondisi ini, banyak pihak berharap agar harga kelapa dapat kembali stabil dalam waktu dekat. Konsumen, pedagang, dan petani sama-sama menantikan solusi terbaik agar rantai pasokan tetap berjalan lancar tanpa memberatkan salah satu pihak.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra