TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bengkulu Tengah memperkuat komitmen pemberdayaan masyarakat melalui peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54, Rabu (23/9/2026).
Peringatan HKG PKK tahun ini tidak sekadar menjadi agenda tahunan organisasi. Kegiatan tersebut diarahkan sebagai momentum untuk melihat kembali pelaksanaan berbagai program yang selama ini dijalankan sekaligus memperkuat kontribusi PKK dalam mendukung pembangunan daerah.
Mengangkat tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”, peringatan HKG ke-54 menegaskan pentingnya keberadaan keluarga sebagai salah satu fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Keluarga menjadi ruang pertama dalam pembentukan karakter, peningkatan kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi. Karena itu, gerakan PKK dinilai memiliki posisi strategis untuk menjangkau masyarakat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan keluarga.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bengkulu Tengah Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.A.P., Wakil Bupati Tarmizi, S.Sos., Sekretaris Daerah Drs. Tomi Marisi, M.Si., para asisten dan staf ahli, serta sejumlah pejabat dan unsur organisasi lainnya.
Turut hadir Ketua Jalasenastri Ny. Hawa Brama Setya, Ketua TP PKK Kabupaten Bengkulu Tengah Ny. Susilo Damarini Rachmat, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Ny. Inarti Epakurwasi, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ny. Widyawati Marisi, Ketua IKBD Ny. Fitri Suheri, Ketua Persit Ny. Anggie Condro Edi Wibowo, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, perwakilan TP PKK Provinsi Bengkulu, IAD, Bhayangkari, para camat serta undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Bengkulu Tengah Dr. Susilo Damarini Rachmat, SKM., MPH., mengingatkan seluruh jajaran PKK agar menjadikan HKG sebagai kesempatan untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan organisasi.
Menurutnya, ukuran keberhasilan gerakan PKK tidak cukup dilihat dari terlaksananya kegiatan maupun agenda organisasi. Hal yang lebih penting adalah dampak nyata yang dirasakan masyarakat melalui program pemberdayaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Susilo menegaskan bahwa setiap kader memiliki peran untuk memastikan program PKK benar-benar dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan.
“Peringatan HKG PKK bukan hanya sekadar seremonial, tetapi harus menjadi ruang refleksi untuk mengevaluasi sejauh mana kiprah dan pengabdian kita. Momentum ini juga untuk memperteguh komitmen dan semangat gerakan PKK dalam mengabdi bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar semangat kebersamaan terus dipelihara di antara kader PKK, pemerintah daerah, organisasi perempuan, serta seluruh unsur yang memiliki perhatian terhadap pembangunan keluarga.
Kolaborasi tersebut dinilai penting karena berbagai persoalan masyarakat tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu sektor. Penguatan keluarga membutuhkan keterlibatan pemerintah, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat secara bersama-sama.
Melalui momentum HKG PKK ke-54, gerakan PKK Bengkulu Tengah diharapkan semakin mampu menjalankan 10 Program Pokok PKK secara efektif dan adaptif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat.
Dengan penguatan kader di tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan, PKK diharapkan dapat terus menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga sekaligus mendukung agenda pembangunan Bengkulu Tengah menuju masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera.
Pewarta : Rizon
Editing : Adi Saputra