TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) kembali menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat pedesaan di Kabupaten Bengkulu Selatan. Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Hartini (54), warga Desa Kemang Manis, Kecamatan Pino Raya. Ia mengungkapkan rasa syukur atas pembangunan jalan yang kini telah dapat dimanfaatkan masyarakat setempat.
Bagi Hartini, akses jalan tersebut bukan sekadar infrastruktur biasa, melainkan urat nadi perekonomian desa. Sebagian besar warga menggantungkan hidup dari sektor perkebunan, terutama kelapa sawit. Sebelum jalan dibangun, mereka harus berjibaku dengan medan yang sulit, berlumpur saat hujan dan terjal di beberapa titik. Kondisi itu kerap menghambat proses pengangkutan hasil kebun menuju tempat penjualan.
“Sekarang kami tidak lagi kesulitan seperti dulu. Jalan sudah bagus dan bisa dilewati kendaraan. Hasil kebun lebih cepat sampai ke pengepul,” tuturnya dengan wajah sumringah.
Ia mengenang, sebelumnya kendaraan roda empat sering tak mampu melintas, sehingga warga terpaksa menggunakan sepeda motor dengan risiko tergelincir. Bahkan, tak jarang hasil panen terlambat dijual karena akses yang terbatas. Dengan adanya pembangunan jalan melalui program TMMD, aktivitas ekonomi masyarakat menjadi jauh lebih lancar.
Program TMMD sendiri merupakan kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Di Bengkulu Selatan, program ini difokuskan pada peningkatan infrastruktur dasar, terutama jalan penghubung antar desa yang selama ini menjadi kendala utama mobilitas warga.
Pada Jumat (20/2), Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, turun langsung meninjau lokasi pembangunan jalan di Desa Kemang Manis. Kehadirannya disambut antusias warga yang merasa diperhatikan oleh pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Helmi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di daerah terpencil merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi untuk mewujudkan pemerataan pembangunan. Ia mengajak masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh isu-isu yang dapat memecah belah.
“Kita membangun daerah ini bersama-sama. Jangan mudah percaya pada kabar yang belum tentu benar, apalagi yang bernuansa provokasi,” ujarnya di hadapan warga.
Helmi juga menekankan bahwa setiap kebijakan pembangunan bertujuan memastikan seluruh lapisan masyarakat memperoleh hak yang sama sebagai warga negara. Pemerintah, menurutnya, hadir untuk menjamin akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, serta fasilitas publik lainnya tanpa diskriminasi.
Ia menyampaikan bahwa untuk Tahun Anggaran 2025, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah mengalokasikan dana sebesar Rp11 miliar guna mendukung pelaksanaan TMMD di empat desa di Kabupaten Bengkulu Selatan, yakni Kayu Ajaran, Air Kemang, Air Nibung, dan Kemang Manis. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan jalan, perbaikan sarana umum, serta kegiatan pendukung lainnya.
Tak hanya itu, Helmi memastikan bahwa dukungan terhadap program TMMD tidak akan berhenti sampai di situ. Pemerintah provinsi berencana menambah anggaran sekitar Rp30 miliar dari APBD guna memperluas cakupan pembangunan desa-desa lainnya.
“Kita ingin program ini berkelanjutan dan memberikan dampak nyata. InsyaAllah, tahun ini akan kita tambah lagi anggarannya,” katanya optimistis.
Pemerintah berharap pembangunan jalan yang telah terealisasi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Akses yang lebih baik diyakini akan mempermudah distribusi hasil pertanian dan perkebunan, mempercepat mobilitas warga, serta membuka peluang usaha baru.
Bagi Hartini dan warga Kemang Manis lainnya, perubahan ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya terpusat di perkotaan. Jalan yang kini terbentang di desa mereka menjadi simbol harapan baru—bahwa dengan sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat, kemajuan dapat dirasakan hingga ke pelosok.
Dengan akses yang semakin baik, masyarakat optimistis taraf hidup mereka akan meningkat. Pembangunan jalan TMMD bukan hanya memperlancar transportasi, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan dalam membangun Bengkulu Selatan menuju masa depan yang lebih sejahtera.
Pewarta: Iksanuddin
Editing: Adi Saputra