Skip to main content

Antusiasme Masyarakat Bengkulu Berinvestasi Saham Terus Meningkat, BEI Catat Ribuan Investor Baru

Antusiasme Masyarakat Bengkulu Berinvestasi Saham Terus Meningkat, BEI Catat Ribuan Investor Baru

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<>>>  Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Bengkulu menggelar kegiatan “media gathering” bersama sejumlah awak media di salah satu restoran di kawasan Kota Bengkulu, Kamis siang (21/8). Agenda ini menjadi ruang dialog antara BEI dengan insan pers sekaligus sarana menyampaikan perkembangan terbaru terkait aktivitas pasar modal di daerah.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Bengkulu, Marina Rasyada, dalam pemaparannya menyampaikan adanya lonjakan minat masyarakat untuk terjun ke dunia investasi saham. Ia menegaskan bahwa perkembangan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kesadaran masyarakat Bengkulu terhadap pentingnya literasi keuangan, khususnya dalam hal investasi.

“Per Juni 2025, kami mencatat ada sebanyak 5.833 investor saham baru yang terdaftar di Bengkulu. Nilai transaksinya pun cukup tinggi, yakni mencapai lebih dari Rp383 miliar. Angka ini memperlihatkan tren positif sekaligus menjadi bukti bahwa pasar modal makin diminati masyarakat di daerah,” ujar Marina.

Lebih jauh, Marina mengungkapkan fakta menarik bahwa mayoritas investor baru berasal dari kalangan muda. Rentang usia investor didominasi oleh kelompok berusia 18 hingga 35 tahun, dengan latar belakang pelajar, mahasiswa, hingga generasi muda profesional. Hal ini menurutnya menjadi sinyal baik bahwa literasi keuangan sudah mulai tertanam sejak dini.

“Investor di Bengkulu saat ini memang banyak berasal dari usia produktif. Paling banyak dari Kota Bengkulu dan Bengkulu Utara. Mereka masih muda, energik, dan ingin belajar tentang investasi. Ini tentu menggembirakan karena menunjukkan adanya pergeseran pola pikir, dari konsumtif ke produktif,” jelasnya.

Marina menambahkan, meningkatnya minat masyarakat tak lepas dari berbagai upaya edukasi yang terus dilakukan BEI, termasuk kerja sama dengan perguruan tinggi, komunitas, hingga kalangan pelajar. Tidak hanya itu, peran media lokal juga diakui sangat penting dalam menyebarkan informasi yang benar dan berimbang mengenai pasar modal.

“Edukasi yang kami lakukan bukan hanya seminar formal, tetapi juga pelatihan, simulasi, dan berbagai program inklusi keuangan. Media punya peran sentral dalam menyebarkan informasi itu. Karena itu, kami sangat menghargai kerja sama dengan rekan-rekan pers yang terus membantu masyarakat memahami investasi dengan cara yang tepat,” katanya.

Kegiatan media gathering  ini selain memaparkan data juga diisi dengan diskusi interaktif. Awak media yang hadir berkesempatan bertanya langsung mengenai strategi BEI dalam menjaga tren positif pertumbuhan investor, sekaligus mengkritisi tantangan yang masih dihadapi, seperti kurangnya pemahaman sebagian masyarakat tentang risiko investasi saham.

Marina menegaskan bahwa ke depan BEI Bengkulu akan terus memperluas jangkauan edukasi. Tidak hanya fokus di kota besar, tetapi juga masuk ke wilayah kabupaten agar literasi pasar modal lebih merata. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya tertarik membeli saham karena tren, tetapi benar-benar memahami cara berinvestasi yang sehat dan berkelanjutan.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya ikut-ikutan, tetapi memiliki pemahaman yang matang. Investasi saham itu butuh perencanaan, analisis, dan kesabaran. Karena itu, peningkatan literasi adalah kunci agar masyarakat bisa menjadi investor yang cerdas,” tegas Marina.

Melalui kegiatan ini, BEI Bengkulu berharap hubungan baik dengan insan pers semakin erat sehingga informasi terkait pasar modal dapat menjangkau lebih luas. Dengan tren peningkatan jumlah investor yang terus tumbuh, Bengkulu diyakini bisa menjadi salah satu daerah yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan pasar modal nasional di masa mendatang.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra