Skip to main content

Asisten Setda Seluma Hadiri Lokakarya Penguatan Hutan Berkelanjutan di Bengkulu

Asisten Setda Seluma Hadiri Lokakarya Penguatan Hutan Berkelanjutan di Bengkulu

TEROPONGPUBLIK.CO.ID<<<>>>  Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Seluma, H. Hendarsyah, SIP, MT, menghadiri Lokakarya Sinergi Multipihak dalam Penguatan Hutan Secara Berkelanjutan sebagai Upaya Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Kegiatan tersebut berlangsung di Two K Azana Style Hotel Bengkulu, Kamis (11/9/2025).

Lokakarya ini digelar dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bengkulu, Bupati/Wali Kota se-Provinsi Bengkulu atau yang mewakili, UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) se-Bengkulu, hingga akademisi serta organisasi pemerhati lingkungan. Kehadiran para pemangku kepentingan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menjaga kelestarian hutan di Bengkulu yang merupakan salah satu aset terbesar daerah.

Dalam sambutannya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bengkulu, H. R. A. Denni, SH, MM, menekankan bahwa lebih dari separuh wilayah Provinsi Bengkulu masih berupa kawasan hutan. Kondisi ini, menurutnya, harus dipandang sebagai kekuatan besar yang bukan hanya bernilai ekologis, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang dapat dikelola secara berkelanjutan.

“Lebih dari 50 persen wilayah Provinsi Bengkulu adalah kawasan hutan. Maka, yang menjadi tantangan kita adalah bagaimana hutan ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan tanpa merusak fungsi ekologisnya,” ujar Denni.

Ia menambahkan, salah satu komoditas unggulan Bengkulu yang erat kaitannya dengan hutan adalah kopi. Provinsi Bengkulu dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia. Menurutnya, jika dikelola dengan benar, sektor ini mampu mendorong perekonomian masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.

“Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen mendukung gerakan Kopi Merah Putih. Program ini lahir sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani kopi dengan tetap menjaga kelestarian ekosistem. Artinya, pengembangan kopi dilakukan tanpa merusak hutan yang menjadi sumber kehidupan kita semua,” tegas Denni.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Seluma, Hendarsyah, yang turut hadir dalam kegiatan ini menyambut baik adanya lokakarya multipihak. Menurutnya, forum semacam ini penting untuk merumuskan langkah konkret antara pemerintah daerah, pusat, hingga masyarakat adat dan kelompok tani dalam menjaga hutan dari ancaman deforestasi maupun kerusakan lingkungan lainnya.

“Seluma memiliki kawasan hutan yang cukup luas. Dengan adanya lokakarya ini, kita berharap lahir solusi bersama, baik dalam hal perlindungan maupun pemanfaatan hasil hutan secara lestari. Pemerintah daerah siap mendukung dan bersinergi,” ungkap Hendarsyah.

Lokakarya ini juga menyoroti tantangan global berupa perubahan iklim yang kian terasa dampaknya. Perubahan pola cuaca, banjir, hingga ancaman longsor, sebagian besar berkaitan dengan kondisi lingkungan dan tata kelola hutan. Oleh karena itu, kolaborasi multipihak dipandang sebagai langkah strategis agar pengelolaan hutan dapat menjawab dua kebutuhan sekaligus: adaptasi terhadap iklim yang berubah dan mitigasi untuk mencegah dampak lebih buruk di masa depan.

Melalui kegiatan ini, pemerintah provinsi bersama seluruh stakeholder berharap dapat menyusun langkah sinergis agar hutan di Bengkulu tetap terjaga, sekaligus menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra