TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Kreativitas pemuda Desa Abu Sakim, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, mendapat perhatian luas melalui gelaran Kompetisi Balap Sound System Kito 2026. Kegiatan yang dikemas sebagai hiburan sekaligus ruang kreativitas tersebut berlangsung meriah hingga malam puncak.
Ratusan masyarakat dari berbagai wilayah turut memadati lokasi kegiatan. Bukan hanya warga Desa Abu Sakim, pengunjung dari luar daerah juga datang untuk menyaksikan persaingan perangkat sound system yang menjadi daya tarik utama acara.
Malam puncak kompetisi turut dihadiri Wakil Bupati Bengkulu Tengah Tarmizi, S.Sos., Kapolres Bengkulu Tengah, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Pariwisata, serta Kapolsek Pondok Kelapa.
Rangkaian kompetisi telah dimulai sejak Selasa dengan tahapan loading dan pemeriksaan perangkat suara. Proses tersebut berlanjut hingga Rabu pagi sebelum kegiatan memasuki agenda utama pada malam hari.
Kehadiran masyarakat semakin bertambah ketika malam puncak dimulai. Suasana semakin hidup setelah Jimmi Jamrock Band, grup musik reggae asal Bengkulu Utara, tampil membuka rangkaian hiburan.
Hujan yang mengguyur kawasan acara tidak menyurutkan semangat penonton. Masyarakat tetap bertahan menikmati pertunjukan musik dan suasana kompetisi. Kondisi tersebut justru memperlihatkan tingginya antusiasme warga terhadap kegiatan yang digagas Pemerintah Desa Abu Sakim bersama Karang Taruna.
Kepala Desa Abu Sakim Mulyantoni menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan. Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda di desanya memiliki kreativitas yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan positif.
Ia juga memberikan penghargaan kepada jajaran Karang Taruna dan masyarakat yang ikut terlibat sejak persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Sementara itu, Wakil Bupati Bengkulu Tengah Tarmizi mengapresiasi gagasan pemuda Desa Abu Sakim yang mampu menghadirkan konsep perlombaan berbeda dari kegiatan masyarakat pada umumnya.
Tarmizi menilai kreativitas tidak harus selalu diwujudkan melalui cabang olahraga yang sudah populer. Balap sound system, menurutnya, dapat menjadi wadah berkumpulnya masyarakat sekaligus ruang bagi anak muda untuk menunjukkan kemampuan dan inovasi.
Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Keramaian pengunjung membuka peluang bagi pelaku usaha kecil dan pedagang untuk mendapatkan tambahan pendapatan selama kegiatan berlangsung.
Tarmizi berharap kompetisi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali. Ia mendorong Pemerintah Desa Abu Sakim dan Karang Taruna untuk mengembangkan konsep acara sehingga dapat diselenggarakan secara berkelanjutan.
Menurutnya, apabila dikelola dengan baik, Balap Sound System Kito dapat berkembang menjadi salah satu kegiatan khas yang memperkenalkan kreativitas masyarakat Desa Abu Sakim sekaligus menjadi bagian dari agenda hiburan Kabupaten Bengkulu Tengah.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga memberikan semangat kepada peserta yang belum berhasil menjadi juara. Ia meminta seluruh peserta tetap berkarya dan menjadikan pengalaman dalam kompetisi sebagai motivasi untuk meningkatkan kemampuan.
Setelah sambutan dan penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada masyarakat kurang mampu sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial.
Hiburan malam kemudian berlanjut dengan penampilan The Bencoolen dari Kota Bengkulu dan Orkes Jadul Saka dari Curup. Kehadiran kedua grup tersebut membuat suasana semakin semarak hingga akhir acara.
Kompetisi Balap Sound System Kito 2026 akhirnya tidak hanya menjadi ajang adu kreativitas perangkat suara, tetapi juga mempertemukan masyarakat, menggerakkan aktivitas UMKM, serta membuka ruang bagi generasi muda untuk berkarya melalui kegiatan yang mereka minati.
Pewarta : Rizon
Editing : Adi Saputra