TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Bencoolen Fest 2026 yang mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat sebagai konsumen.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 9–11 Oktober 2026, di Bencoolen Mall, Kota Bengkulu, menjadi ruang promosi bagi berbagai produk unggulan daerah. Festival ini melibatkan UMKM binaan Bank Indonesia, pelaku usaha binaan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, sektor perbankan, komunitas, hingga pengusaha yang telah berkembang secara mandiri.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut mencerminkan potensi ekonomi Bengkulu yang dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi, inovasi, serta perluasan akses pasar bagi produk lokal.
Dalam sambutannya, perwakilan Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan bahwa kegiatan seperti Bencoolen Fest memiliki peran penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran festival tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan penjualan.
Menurutnya, pengembangan ekonomi daerah membutuhkan kegiatan yang mampu mempertemukan produsen dengan konsumen secara langsung. Dengan demikian, produk UMKM tidak hanya dikenal masyarakat, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar yang lebih luas.
Upaya menghidupkan perekonomian masyarakat juga dilakukan Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui program Semarak Merah Putih yang digelar di kabupaten dan kota.
Dalam sambutannya, disampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan selama 10 hari di masing-masing daerah. Program itu menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan aktivitas perdagangan, mendorong kunjungan masyarakat, serta memberikan kesempatan kepada pelaku usaha lokal untuk memperoleh pendapatan tambahan.
Sejumlah kabupaten dan kota telah melaksanakan kegiatan tersebut secara bertahap. Antusiasme masyarakat yang datang dan berbelanja menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan berbasis ekonomi kerakyatan berpotensi memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha.
Pemerintah berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan agar perputaran uang tidak hanya terpusat pada sektor tertentu, tetapi turut dirasakan pedagang kecil, pengrajin, petani, dan berbagai kelompok usaha lainnya.
Pengalaman penyelenggaraan Festival Tabut di Bengkulu juga menjadi gambaran besarnya potensi kegiatan yang menggabungkan sektor budaya, pariwisata, dan perdagangan.
Dalam sambutan tersebut, disebutkan bahwa perputaran ekonomi selama Festival Tabut dapat mencapai sekitar Rp26 miliar. Angka tersebut menggambarkan peluang ekonomi yang dapat tercipta ketika sebuah kegiatan mampu menarik kunjungan masyarakat dan menghidupkan aktivitas usaha.
Meski memiliki karakteristik berbeda, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas dapat membuka ruang pertumbuhan bagi berbagai sektor ekonomi lokal.
Pemerintah Provinsi Bengkulu turut menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu atas dukungan dan berbagai inisiatif dalam pengembangan ekonomi daerah.
Peran Bank Indonesia dinilai tidak hanya terbatas pada penyelenggaraan kegiatan promosi, tetapi juga mencakup pembinaan dan pendampingan bagi pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Pembinaan tersebut menjadi penting karena pelaku usaha membutuhkan lebih dari sekadar tempat berjualan. Mereka juga memerlukan peningkatan kualitas produk, penguatan kemampuan pemasaran, inovasi, serta akses terhadap konsumen yang lebih luas.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, dan komunitas usaha, UMKM diharapkan dapat meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian Bengkulu.
Di tengah tantangan ekonomi yang menuntut kreativitas dan efisiensi, dukungan berbagai pihak menjadi salah satu faktor penting agar usaha masyarakat tetap tumbuh.
Pemerintah Provinsi Bengkulu juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Bencoolen Fest 2026 dengan mengunjungi stan-stan UMKM selama pelaksanaan kegiatan.
Masyarakat diharapkan tidak sekadar datang untuk melihat berbagai produk yang ditampilkan, tetapi turut membeli dan menggunakan produk lokal. Dukungan konsumen dinilai dapat membantu meningkatkan penjualan sekaligus memberikan motivasi kepada pelaku usaha untuk terus berinovasi.
Bencoolen Fest diharapkan menjadi tempat bertemunya potensi usaha dengan peluang pasar. Melalui interaksi langsung antara penjual dan pembeli, pelaku UMKM dapat memperoleh masukan mengenai kebutuhan konsumen sekaligus memperkenalkan keunggulan produknya.
Penyelenggaraan festival ini juga diharapkan memberikan manfaat bagi petani, pengrajin, pelaku usaha kecil, dan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas ekonomi daerah.
Pemerintah berharap kegiatan promosi dan pemberdayaan UMKM dapat berlangsung secara berkelanjutan, bukan hanya ketika festival digelar. Dengan dukungan yang konsisten, produk lokal Bengkulu diharapkan semakin dikenal dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Penguatan UMKM pada akhirnya menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketika usaha lokal berkembang, peluang kerja terbuka, pendapatan masyarakat meningkat, dan aktivitas ekonomi daerah dapat bergerak lebih kuat.
Melalui Bencoolen Fest 2026, kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, perbankan, komunitas, dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di Provinsi Bengkulu
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra