TEROPONGPUBLIK.CO.ID, BENGKULU – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu terus memperkuat upaya pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Provinsi Bengkulu melalui perluasan akses pasar, peningkatan kualitas produk, serta pemanfaatan teknologi digital. Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Bencoolen Fest 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 9–11 Oktober 2026, di Bencoolen Mall, Kota Bengkulu.
Deputi Bank Indonesia, Muhammad Irfan Octama, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar festival promosi produk lokal, melainkan bagian dari upaya bersama untuk mendorong UMKM Bengkulu tumbuh lebih kuat dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Menurutnya, pengembangan UMKM membutuhkan pendekatan menyeluruh. Dukungan pembiayaan memang penting, tetapi harus diiringi dengan ketersediaan pasar, peningkatan produktivitas, serta kemampuan pelaku usaha dalam memenuhi kebutuhan konsumen.
Ia menilai, pemberian akses kredit tanpa diikuti peluang pemasaran yang memadai justru berpotensi menambah beban pelaku usaha. Sebab, keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga kemampuan menjual produk secara berkelanjutan.
Karena itu, Bencoolen Fest 2026 dirancang sebagai ruang pertemuan antara pelaku UMKM, konsumen, lembaga keuangan, komunitas, dan pemerintah. Melalui kegiatan tersebut, produk lokal diharapkan semakin dikenal masyarakat sekaligus memperoleh kesempatan untuk memperluas jaringan pemasaran.
Irfan menjelaskan, penguatan sektor UMKM merupakan bagian penting dalam membangun perekonomian yang sehat dan berkelanjutan. Pelaku usaha berskala kecil membutuhkan ekosistem yang mendukung agar dapat berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
Dalam menjalankan perannya, Bank Indonesia tidak hanya berfokus pada upaya menjaga stabilitas nilai rupiah, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi melalui berbagai program yang mendorong penguatan kapasitas usaha.
Namun, pengembangan UMKM harus dilakukan secara terintegrasi. Ketersediaan pembiayaan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas produk, kemampuan pengelolaan usaha, pemanfaatan teknologi, dan akses terhadap konsumen.
Melalui Bencoolen Fest 2026, BI bersama para pemangku kepentingan berupaya menghadirkan ruang promosi yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan mereka secara langsung kepada masyarakat.
Festival ini juga menjadi kesempatan bagi UMKM untuk membangun hubungan dengan mitra usaha, memperluas jaringan distribusi, serta melihat peluang pengembangan produk sesuai kebutuhan pasar.
Salah satu agenda utama Bencoolen Fest 2026 adalah promosi wastra dan produk fesyen. Kegiatan peragaan busana digelar selama tiga malam berturut-turut dengan melibatkan berbagai kelompok dan komunitas di Provinsi Bengkulu.
Pada malam pertama, panggung fesyen menghadirkan sinergi organisasi perempuan, di antaranya Dharma Wanita Persatuan, Bhayangkari, serta organisasi perempuan lainnya di daerah.
Selanjutnya, peragaan busana pada malam kedua dibuka untuk masyarakat umum. Sementara itu, malam ketiga melibatkan peserta dari kalangan perbankan yang turut berpartisipasi dalam mempromosikan produk fesyen dan wastra.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan produk lokal kepada khalayak yang lebih luas. Selain menjadi sarana promosi, kegiatan fesyen juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan kreativitas, memperkuat identitas produk, dan meningkatkan nilai jual hasil produksinya.
Berbagai kegiatan telah disiapkan untuk memperkenalkan potensi kopi Bengkulu sekaligus meningkatkan kemampuan pelaku usaha di sektor tersebut. Agenda yang diselenggarakan mencakup kompetisi kopi, demonstrasi penyeduhan manual atau manual brew, serta diskusi mengenai pengembangan industri kopi.
Kegiatan ini mempertemukan para pelaku usaha kopi dengan komunitas dan praktisi yang memiliki pengalaman di bidangnya. Kehadiran juri tingkat nasional, termasuk peraih juara pertama kompetisi pada 2025 sebagaimana disampaikan dalam kegiatan tersebut, turut memberikan nilai edukatif bagi peserta.
Melalui rangkaian ini, pelaku usaha kopi diharapkan dapat meningkatkan keterampilan, memperluas wawasan, dan mengembangkan kualitas penyajian produk.
Potensi kopi Bengkulu dinilai perlu didukung dengan penguatan kualitas, inovasi, dan promosi yang berkelanjutan. Dengan demikian, kopi lokal tidak hanya dikenal sebagai komoditas, tetapi juga memiliki daya tarik sebagai produk unggulan yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Bencoolen Fest 2026 juga menghadirkan program edukasi mengenai digitalisasi UMKM dan inklusi keuangan. Selama festival berlangsung, masyarakat dan pelaku usaha dapat mengikuti sejumlah diskusi yang membahas pemanfaatan teknologi dalam kegiatan ekonomi.
Digitalisasi dinilai penting untuk membantu UMKM meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas jangkauan konsumen, serta menyesuaikan diri dengan perubahan pola belanja masyarakat.
Pengunjung juga dapat mencoba langsung berbagai layanan pembayaran digital melalui zona pengalaman atau experience. Salah satu kegiatan yang diperkenalkan adalah penggunaan QRIS, termasuk simulasi transaksi lintas negara atau cross-border.
Selain itu, tersedia kegiatan Wakafin yang mengajak masyarakat berwakaf sambil menikmati secangkir kopi di area festival.
Sejumlah perbankan turut berpartisipasi dengan menghadirkan layanan keuangan. Pemerintah daerah juga dilibatkan melalui pelayanan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah untuk memperkenalkan kemudahan transaksi berbasis digital.
Kehadiran berbagai layanan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai transaksi non-tunai sekaligus memperluas pemanfaatan layanan keuangan formal.
Penyelenggaraan Bencoolen Fest 2026 memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, perbankan, komunitas, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat.
Melalui festival ini, pengembangan usaha tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi, tetapi juga pada kemampuan memasarkan produk, memanfaatkan teknologi, serta membangun hubungan dengan konsumen.
Bagi UMKM Bengkulu, kesempatan mengikuti kegiatan promosi dan edukasi seperti ini dapat menjadi langkah untuk memperkuat daya saing sekaligus membuka peluang usaha baru.
Ke depan, keberhasilan pengembangan UMKM membutuhkan kesinambungan antara peningkatan kapasitas usaha dan perluasan akses pasar. Produk yang berkualitas harus didukung strategi pemasaran yang tepat agar mampu bertahan dan berkembang.
Dengan pendekatan tersebut, Bencoolen Fest 2026 diharapkan menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan potensi ekonomi lokal, memperkuat posisi UMKM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu yang lebih inklusif serta berkelanjutan.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra