Skip to main content

Cahaya Harapan dari Desa Padang Niur, Bantuan Listrik Gratis Sentuh Warga Miskin

Cahaya Harapan dari Desa Padang Niur, Bantuan Listrik Gratis Sentuh Warga Miskin

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Sudah lama rumah sederhana milik Nopian (44), warga Desa Padang Niur, Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, berdiri tanpa aliran listrik. Ketika malam datang, keluarganya hanya mengandalkan penerangan terbatas yang tak mampu menjangkau seluruh sudut ruangan. Bagi sebagian orang, listrik adalah kebutuhan dasar yang tak pernah dipikirkan. Namun bagi Nopian, cahaya lampu adalah kemewahan yang belum sempat ia rasakan selama bertahun-tahun.

Sebagai pekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, Nopian harus membagi pendapatannya untuk kebutuhan paling pokok. Keinginan memasang listrik kerap tertunda karena biaya yang dinilai cukup berat bagi kondisi ekonominya. Akibatnya, suasana gelap menjadi bagian dari keseharian keluarga kecil itu. Anak-anaknya belajar dengan penerangan seadanya, sementara aktivitas rumah tangga pun terbatas ketika matahari terbenam.

Situasi tersebut akhirnya berubah setelah Pemerintah Provinsi Bengkulu menghadirkan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi masyarakat kurang mampu. Melalui program ini, rumah Nopian kini resmi teraliri listrik. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Helmi Hasan dalam kunjungan kerjanya, Jumat (20/2).

Raut haru tak bisa disembunyikan Nopian saat lampu di rumahnya untuk pertama kali menyala terang. Ia mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah terhadap warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

“Alhamdulillah, sekarang rumah kami sudah terang. Dulu kalau malam gelap sekali, anak-anak kasihan. Terima kasih kepada Pak Gubernur dan pemerintah,” ujarnya dengan suara bergetar.

Program BPBL ini menyasar 2.024 Rumah Tangga Miskin (RTM) di seluruh wilayah Bengkulu. Masing-masing penerima mendapatkan sambungan listrik baru dengan daya 900 VA tanpa dipungut biaya pemasangan. Di Kabupaten Bengkulu Selatan sendiri, tercatat 331 kepala keluarga telah menikmati manfaat bantuan tersebut.

Gubernur Helmi Hasan menegaskan bahwa penyediaan listrik bukan sekadar menghadirkan penerangan fisik, melainkan membuka peluang yang lebih luas bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Menurutnya, listrik berperan penting dalam menunjang pendidikan anak, mendukung aktivitas ekonomi rumah tangga, hingga menciptakan rasa aman dan nyaman.

“Kita ingin memastikan tidak ada lagi warga Bengkulu yang hidup tanpa listrik. Ini bukan hanya soal lampu menyala, tetapi tentang menghadirkan harapan dan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat,” kata Helmi dalam sambutannya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya memperluas akses layanan dasar, termasuk listrik, air bersih, dan infrastruktur pendukung lainnya. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga, terutama di wilayah yang masih tergolong tertinggal.

Bagi warga Desa Padang Niur, perubahan ini terasa nyata. Kini, ketika malam tiba, cahaya lampu tampak bersinar dari rumah-rumah yang sebelumnya gelap. Anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman tanpa harus memicingkan mata karena kurang cahaya. Aktivitas keluarga pun tidak lagi terhenti hanya karena gelap menyelimuti.

Kehadiran listrik juga membuka peluang tambahan bagi keluarga seperti Nopian. Dengan daya 900 VA, ia berencana membeli peralatan sederhana yang dapat membantu menambah penghasilan, seperti mesin jahit atau kulkas kecil untuk usaha rumahan. Meski masih sebatas rencana, ia optimistis masa depan keluarganya akan lebih baik dibanding sebelumnya.

Program bantuan listrik gratis ini menjadi bukti bahwa intervensi pemerintah di sektor dasar mampu membawa dampak langsung bagi masyarakat. Tidak hanya memperbaiki kualitas hidup, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan harapan baru.

Malam di Desa Padang Niur kini tak lagi identik dengan kegelapan. Di rumah Nopian, cahaya lampu sederhana itu menyala stabil, menjadi simbol perubahan. Bagi keluarganya, terang tersebut bukan hanya soal penerangan, melainkan pertanda bahwa mereka tidak lagi berjalan sendiri menghadapi keterbatasan. Pemerintah hadir, dan harapan pun ikut menyala bersama cahaya yang kini mengisi setiap sudut rumah kecil itu.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra