TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Kondisi cuaca ekstrem yang melanda Provinsi Bengkulu dalam beberapa hari terakhir memicu terjadinya berbagai bencana alam di sejumlah daerah. Intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang menyebabkan banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung di beberapa kabupaten dan kota.
Berdasarkan laporan terbaru pada Selasa pagi (7/4/2026), bencana tersebut terjadi di beberapa wilayah, di antaranya Kabupaten Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Seluma, serta Kota Bengkulu. Dari sejumlah daerah terdampak tersebut, Kabupaten Lebong dilaporkan menjadi wilayah dengan kondisi paling parah akibat dampak cuaca ekstrem.
Di sejumlah lokasi, banjir merendam permukiman warga serta mengganggu aktivitas masyarakat. Selain itu, beberapa titik jalan dan fasilitas umum juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat longsor dan derasnya arus air.
Pemerintah Provinsi Bengkulu Gelar Rapat Koordinasi
Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu bergerak cepat dengan menggelar rapat koordinasi secara daring bersama pemerintah kabupaten/kota serta berbagai pihak terkait.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, pada Selasa pagi (7/4). Pertemuan itu juga melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bengkulu, serta instansi lainnya yang memiliki peran dalam penanganan bencana.
Dalam rapat tersebut, gubernur menegaskan bahwa langkah tanggap darurat harus segera dilakukan secara maksimal guna membantu masyarakat yang terdampak bencana.
BPBD Diminta Siapkan Peralatan Penanganan Banjir
Gubernur Helmi Hasan menginstruksikan BPBD Provinsi Bengkulu untuk memastikan kesiapan seluruh peralatan yang dibutuhkan dalam penanganan bencana, khususnya yang berkaitan dengan evakuasi korban banjir.
Salah satu perhatian utama adalah ketersediaan perahu karet yang menjadi sarana penting dalam proses evakuasi warga di wilayah yang masih terendam air.
Menurutnya, kesiapan peralatan menjadi faktor penting agar proses penyelamatan dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.
Distribusi Bantuan Logistik Harus Terjamin
Selain kesiapan peralatan, gubernur juga menekankan pentingnya memastikan ketersediaan bantuan logistik bagi masyarakat yang terdampak.
Ia meminta agar kebutuhan pokok seperti makanan, air bersih, dan bantuan darurat lainnya dapat terus disalurkan tanpa hambatan selama masa tanggap darurat.
“Kebutuhan pokok masyarakat harus dipastikan tetap tersedia. Distribusi bantuan tidak boleh terputus,” ujar Helmi Hasan.
Penyaluran bantuan tersebut dapat dilakukan melalui berbagai pihak, mulai dari Dinas Sosial, Baznas, dapur umum, hingga partisipasi aparatur sipil negara (ASN) melalui program sedekah makanan bagi korban bencana.
Normalisasi Saluran Air Jadi Perhatian Serius
Dalam kesempatan tersebut, gubernur juga menyoroti pentingnya perawatan dan normalisasi saluran air yang selama ini dinilai kurang optimal.
Ia menilai banyak saluran drainase yang mengalami penyumbatan akibat kurangnya pemeliharaan, sehingga memperparah dampak banjir ketika hujan deras terjadi.
Helmi Hasan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan, termasuk membersihkan saluran air.
Salah satu langkah yang didorong adalah pelaksanaan kegiatan rutin seperti program Jumat Bersih untuk membersihkan drainase di lingkungan masing-masing.
Infrastruktur Rusak Segera Ditangani
Selain penanganan banjir dan longsor, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk segera meninjau infrastruktur yang terdampak bencana.
Gubernur mengungkapkan adanya laporan mengenai kerusakan jembatan di Kabupaten Seluma yang baru saja dibangun namun kembali mengalami kerusakan akibat banjir.
Ia meminta agar kondisi tersebut segera diperiksa di lapangan dan ditangani secepat mungkin agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat.
Data Sekolah dan Siswa Terdampak Segera Didata
Tak hanya infrastruktur umum, sektor pendidikan juga menjadi perhatian dalam penanganan dampak bencana. Pemerintah Provinsi Bengkulu meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk segera melakukan pendataan terhadap sekolah serta siswa yang terdampak banjir maupun bencana lainnya.
Data tersebut diperlukan untuk menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk perbaikan fasilitas pendidikan dan bantuan bagi siswa yang terdampak.
Rapat Lanjutan Dipimpin Asisten I Setda Bengkulu
Menindaklanjuti arahan gubernur, rapat koordinasi lanjutan kemudian digelar untuk mempercepat pelaksanaan berbagai instruksi tersebut.
Pertemuan tersebut dipimpin oleh Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Khairil Anwar, serta dihadiri Ketua Baznas Provinsi Bengkulu, Romli bin Ronan, bersama sejumlah pihak terkait lainnya.
Melalui koordinasi tersebut, pemerintah berharap upaya penanganan bencana dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan mampu meringankan beban masyarakat yang terdampak cuaca ekstrem di Provinsi Bengkulu.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra