Skip to main content

Dedy Wahyudi Ikuti Doa Bersama, Mohon Bengkulu Dijauhkan dari Bencana

Dedy Wahyudi: Doa Bersama untuk Lindungi Bengkulu dari Marabahaya

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Ribuan jamaah memadati Masjid Raya Baitul Izzah, Bengkulu, dalam kegiatan Doa Bersama untuk Bangsa, Kamis (1/10/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi ruang bersama bagi pemerintah dan masyarakat untuk memanjatkan doa bagi keselamatan Indonesia serta memohon perlindungan dari berbagai ancaman dan bencana.

Doa bersama itu dihadiri Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Wakil Gubernur Bengkulu Mian, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, serta Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny P.L. Tobing. Sejumlah unsur masyarakat dan jajaran pemerintahan juga turut mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga bentuk ikhtiar spiritual yang dilakukan bersama untuk mendoakan bangsa.

Menurut Helmi, rangkaian acara diawali dengan pelaksanaan puasa sunnah pada Kamis. Setelah waktu Magrib tiba, jamaah kemudian berbuka bersama sebelum mengikuti salat berjamaah, pengajian, dan doa bersama.

“Sebagai orang beriman, senjata orang beriman adalah doa,” ujar Helmi.

Ia menjelaskan, doa yang dipanjatkan ditujukan untuk kebaikan Indonesia dan masyarakat dunia. Pemerintah bersama masyarakat berharap melalui kegiatan tersebut tumbuh semangat untuk saling mendoakan, memperkuat kepedulian, dan menjaga persaudaraan.

Helmi juga mengajak masyarakat menjadikan doa sebagai bagian dari ikhtiar dalam menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di tengah kehidupan masyarakat.

Ia berharap kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan keagamaan tersebut dapat memperkuat rasa cinta terhadap Indonesia. Menurutnya, kepedulian terhadap bangsa tidak hanya diwujudkan melalui tindakan sosial, tetapi juga melalui doa dan amal kebaikan.

“Insyaallah Indonesia yang kita cintai ini Allah akan jaga, akan ditumbuhkan rasa cinta, rasa sayang, saling doa, saling dukung,” katanya.

Helmi berharap doa yang dipanjatkan bersama menjadi bagian dari ikhtiar agar masyarakat Bengkulu dan Indonesia secara umum mendapatkan ketenteraman serta berbagai kebaikan.

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyampaikan bahwa Doa Bersama untuk Bangsa juga menjadi momentum untuk memohon perlindungan bagi daerah dan seluruh masyarakat.

Dedy menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk usaha batin untuk memohon agar Indonesia dijauhkan dari berbagai marabahaya, termasuk bencana alam yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.

Selain aspek doa, Dedy menilai kegiatan tersebut memiliki makna sosial karena mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam suasana kebersamaan.

Menurutnya, persatuan tidak hanya dibangun melalui kegiatan pemerintahan, tetapi juga lewat kepedulian dan kebersamaan masyarakat.

Doa bersama diharapkan dapat menjadi sarana untuk menyatukan hati, memperkuat kerukunan, serta menjaga semangat gotong royong di tengah masyarakat Bengkulu.

Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah jamaah yang hadir di Masjid Raya Baitul Izzah. Peserta berasal dari berbagai kelompok, mulai dari aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Kota Bengkulu, pelajar, mahasiswa, santri, hingga masyarakat umum.

Rangkaian kegiatan berlangsung sejak waktu berbuka puasa. Setelah berbuka, jamaah melaksanakan salat Magrib berjamaah, kemudian mengikuti salat sunnah, pengajian, dan doa bersama.

Kehadiran Ustaz Derry Sulaiman yang diundang secara khusus oleh Gubernur Bengkulu turut memberikan nuansa keagamaan dalam kegiatan tersebut.

Selain doa bersama, agenda itu juga dirangkaikan dengan peluncuran Program Wajib Halal Oktober (WHO) di Provinsi Bengkulu bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Peluncuran program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya jaminan kehalalan produk, khususnya menjelang pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal.

Dengan menggabungkan kegiatan doa bersama dan peluncuran program kehalalan, Pemerintah Provinsi Bengkulu mendorong agar momentum keagamaan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi penguat kepedulian sosial dan kesadaran masyarakat.

Kegiatan di Masjid Baitul Izzah pun ditutup dengan doa untuk keselamatan bangsa, kedamaian masyarakat, serta harapan agar Bengkulu dan Indonesia senantiasa berada dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra