Skip to main content

Dedy Wahyudi Minta Perumda Tirta Hidayah Perkuat Kekompakan dan Kerja Tim

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi memberikan pengarahan kepada jajaran Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu di Ruang Hidayah I, Kantor Wali Kota Bengkulu, Kamis (8/10/2026). Dalam arahannya, Dedy menekankan pentingnya kekompakan, kepemimpinan yang mampu merangkul, dan kerja tim dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Kota Bengkulu tidak ingin sekadar menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bengkulu 2026. Pemerintah Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengingatkan seluruh jajaran Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu agar tidak menjadikan jabatan sebagai alasan untuk membangun sekat di lingkungan kerja.

Pesan tersebut disampaikan Dedy saat memberikan pengarahan kepada jajaran Perumda Tirta Hidayah di Ruang Hidayah I, Kantor Wali Kota Bengkulu, Kamis (8/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Dedy didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perumda Tirta Hidayah Medy Pebriansyah serta Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Bengkulu Dedi Junaidi.

Dedy menilai kekompakan menjadi salah satu modal penting dalam menjaga kinerja perusahaan daerah. Menurutnya, seluruh unsur di dalam organisasi harus mampu bergerak dalam satu tujuan, terutama karena Perumda Tirta Hidayah memiliki tanggung jawab yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam arahannya, Dedy mengajak seluruh pegawai dan pimpinan Perumda Tirta Hidayah untuk tidak berlebihan dalam memandang jabatan yang sedang dipercayakan kepada mereka.

Ia menegaskan bahwa setiap posisi memiliki batas waktu. Karena itu, jabatan seharusnya digunakan untuk memberikan kontribusi terbaik, bukan menjadi sumber kesombongan maupun alasan untuk menciptakan jarak dengan sesama pegawai.

Dedy juga mengingatkan bahwa dirinya sebagai wali kota pun memiliki masa jabatan yang terbatas. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa setiap orang pada akhirnya akan meninggalkan posisi yang sedang diemban.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran Perumda Tirta Hidayah memanfaatkan masa pengabdian dengan bekerja secara maksimal dan menjaga hubungan baik antarsesama.

Dedy memberikan perhatian khusus terhadap pola kepemimpinan di lingkungan Perumda Tirta Hidayah. Baginya, seorang pimpinan tidak cukup hanya memiliki kewenangan untuk memberikan instruksi.

Seorang pemimpin juga harus mempunyai kemampuan mengajak, mengolah potensi bawahan, membangun komunikasi dan menciptakan kerja sama.

“Definisi pimpinan itu adalah kemampuan mengajak, kemampuan mengolah, kemampuan mengajak kerja sama,” kata Dedy.

Ia meminta hubungan antara pimpinan dan bawahan dibangun atas dasar saling menghormati. Pimpinan diminta memberikan contoh yang baik, sementara pegawai juga diharapkan menghargai arahan pimpinan.

Menurut Dedy, organisasi akan sulit berkembang apabila kepemimpinan justru menghasilkan kelompok-kelompok kecil yang berjalan sendiri-sendiri.

Selain kepemimpinan, Dedy menyoroti pentingnya membangun budaya kerja berbasis teamwork. Ia mengingatkan agar tidak muncul sikap saling iri, saling menyalahkan, apalagi menjatuhkan rekan kerja.

Perbedaan antarbagian, menurutnya, tidak boleh membuat koordinasi organisasi terputus. Setiap bagian harus memahami bahwa pekerjaan mereka saling berkaitan dan memiliki tujuan yang sama.

Jika komunikasi berjalan baik dan semua unsur bekerja sebagai satu tim, berbagai persoalan diyakini dapat diselesaikan secara lebih mudah.

Sebaliknya, pola kerja yang terkotak-kotak berpotensi menghambat pelayanan serta mengganggu pencapaian target organisasi.

“Kalau kita semua bekerja dalam sistem teamwork, selesai semua masalah,” tegasnya.

Menutup arahannya, Dedy mengajak seluruh jajaran Perumda Tirta Hidayah membangun suasana kerja yang sehat dengan mengedepankan rasa syukur dan ketulusan.

Ia meminta pegawai tidak merasa terganggu ketika melihat rekan kerja memperoleh keberhasilan. Sebaliknya, keberhasilan seseorang di dalam organisasi semestinya menjadi kebahagiaan bersama.

Menurutnya, lingkungan kerja akan lebih nyaman apabila setiap orang mampu menghilangkan rasa iri dan menggantinya dengan semangat saling mendukung.

Dedy berharap nilai kebersamaan tersebut dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari sehingga Perumda Tirta Hidayah semakin solid dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Bengkulu.

“Senang melihat orang senang, bukan senang melihat orang susah atau susah melihat orang senang,” pungkas Dedy.

Pewarta : Amg 

Editing : Adi Saputra