TEROPONGPUBLIK.CO.ID — Pemerintah Desa Renah Lebar, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah, menggelar kegiatan Rembuk Stunting pada Kamis (24/7/2025) di Aula Kantor Desa Renah Lebar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya serius pemerintah desa dalam menurunkan angka stunting sekaligus memperkuat integrasi layanan kesehatan dan gizi bagi anak-anak balita serta ibu hamil.
Rembuk stunting ini melibatkan berbagai pihak lintas sektor dan elemen masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Renah Lebar Jum’ah, S.Pd beserta perangkat desa, Ketua dan Anggota BPD, para kader posyandu, bidan desa, tenaga kesehatan dari Puskesmas, pendamping desa, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan keseriusan dalam mengatasi persoalan stunting secara kolaboratif.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Renah Lebar Jum’ah, S.Pd menekankan pentingnya sinergi antar pihak dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di desa. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data terkini, terdapat empat orang ibu hamil dan 43 balita di Desa Renah Lebar yang menjadi sasaran utama dalam program intervensi kesehatan dan gizi.
> “Stunting bukan hanya persoalan kesehatan semata, tapi juga menyangkut masa depan anak-anak kita. Generasi yang stunting adalah generasi yang terancam tidak bisa berkembang secara optimal. Oleh karena itu, rembuk ini menjadi wadah penting untuk menyatukan komitmen dan menyusun langkah bersama agar kasus stunting bisa kita atasi dan, yang lebih penting, kita cegah,” tegas Jum’ah.
Ia juga menambahkan bahwa perhatian terhadap kesehatan masyarakat tidak hanya sebatas pada ibu hamil dan anak-anak, namun juga kepada lansia. “Saya minta kepada para kader kesehatan agar tidak melupakan kelompok lansia dalam pelaksanaan kegiatan kesehatan di desa. Mereka juga butuh perhatian dan pelayanan yang baik,” lanjutnya.
Kegiatan rembuk stunting di Desa Renah Lebar bertujuan sebagai forum musyawarah bersama untuk:
1. Mengidentifikasi dan memverifikasi data anak stunting yang ada di desa,
2. Menyepakati langkah-langkah strategis dalam penanganan dan pencegahan stunting,
3. Mengintegrasikan berbagai program desa dan lintas sektor yang mendukung percepatan penurunan stunting, dan
4. Menyusun komitmen bersama dalam bentuk berita acara sebagai dasar dalam penyusunan rencana pembangunan desa.
Selain itu, rembuk ini juga menjadi ajang evaluasi terhadap program-program yang telah berjalan sebelumnya. Pemerintah desa bersama kader posyandu dan tenaga kesehatan mengevaluasi efektivitas kegiatan posyandu, tingkat partisipasi masyarakat, hingga penyediaan makanan tambahan bergizi yang mendukung pemenuhan gizi anak.
Diharapkan, hasil dari rembuk ini akan dituangkan dalam dokumen rencana aksi yang akan dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2026, sehingga seluruh program pencegahan dan penanganan stunting dapat didanai dan diimplementasikan secara berkelanjutan.
Para peserta rembuk juga menyampaikan komitmen mereka untuk aktif mendukung program-program kesehatan dan secara sukarela menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Dalam forum tersebut, tercipta kesepahaman bahwa keberhasilan penanganan stunting tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, melainkan butuh partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Desa Renah Lebar optimistis bahwa wilayah mereka dapat bebas dari stunting di masa mendatang. Seluruh pihak sepakat untuk menjadikan rembuk stunting sebagai agenda tahunan guna memastikan keberlanjutan dan peningkatan kualitas intervensi kesehatan desa.
Penutupan kegiatan diwarnai dengan penandatanganan berita acara rembuk stunting oleh perwakilan masing-masing unsur, sebagai bentuk kesepakatan dan komitmen bersama dalam percepatan penanganan stunting di Desa Renah Lebar.
Melalui langkah ini, Desa Renah Lebar semakin memperkuat posisinya sebagai desa yang peduli terhadap kesehatan masyarakat dan masa depan generasi muda yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas.
Pewarta: Rizon
Editing: Adi Saputra