Skip to main content

Dinsos Kota Bengkulu Soroti Pentingnya Peran Keluarga Setelah Temukan Lansia Terlantar di Ratu Agung

Petugas Dinas Sosial Kota Bengkulu melakukan asesmen dan pendampingan terhadap seorang lansia di Kecamatan Ratu Agung sebagai tindak lanjut laporan warga terkait dugaan penelantaran lansia, Jumat (19/6).

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>>  Peran keluarga sebagai tempat pertama dan utama dalam memberikan perlindungan serta perhatian kepada anggota keluarga kembali menjadi sorotan. Dinas Sosial Kota Bengkulu menegaskan bahwa keluarga memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kesejahteraan orang tua yang telah memasuki usia lanjut.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah adanya laporan mengenai seorang lansia yang diduga terlantar di wilayah Kecamatan Ratu Agung. Menindaklanjuti informasi yang diterima, jajaran Dinas Sosial Kota Bengkulu segera bergerak melakukan penelusuran dan asesmen langsung guna mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Iryana, bersama tim turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan pengkajian sosial terhadap lansia bernama Bapak Oyon. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada kelompok rentan, khususnya lanjut usia.

Hasil Asesmen Ungkap Minimnya Perhatian Keluarga

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan bahwa Bapak Oyon tidak memperoleh pengasuhan dan perhatian yang memadai dari lingkungan keluarganya. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terkait pemenuhan kebutuhan dasar dan kesejahteraan hidup lansia tersebut.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Sosial berupaya menjembatani komunikasi dengan pihak keluarga agar Bapak Oyon dapat kembali mendapatkan perawatan dan pendampingan dari kerabat terdekatnya. Namun hingga proses asesmen berlangsung, respons yang diharapkan dari pihak keluarga belum diperoleh secara maksimal.

Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Sahrin, menegaskan bahwa merawat orang tua bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sosial yang harus dijalankan setiap anak terhadap orang tuanya.

Menurutnya, usia lanjut merupakan fase kehidupan yang membutuhkan perhatian lebih, baik dalam bentuk dukungan emosional, kasih sayang, maupun pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

“Orang tua yang telah lanjut usia memerlukan perhatian dan pendampingan. Keluarga adalah lingkungan terdekat yang memiliki tanggung jawab untuk memberikan rasa aman, nyaman, serta kasih sayang kepada mereka,” ujar Sahrin.

Menjadi Pengingat bagi Masyarakat

Kasus yang menimpa Bapak Oyon diharapkan menjadi refleksi bagi seluruh masyarakat agar tidak mengabaikan peran keluarga dalam menjaga kesejahteraan orang tua. Dinas Sosial menilai penghormatan terhadap orang tua harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar ungkapan.

Sahrin mengingatkan bahwa setiap individu pada akhirnya akan memasuki masa lanjut usia. Oleh karena itu, perlakuan yang diberikan kepada orang tua saat ini akan menjadi contoh bagi generasi berikutnya dalam memperlakukan anggota keluarga yang lebih tua.

“Keteladanan dalam menghormati dan merawat orang tua akan diwariskan kepada anak-anak kita. Nilai kasih sayang dan tanggung jawab keluarga harus terus dijaga,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, salah satu anak Bapak Oyon diketahui berstatus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu. Meski demikian, Dinas Sosial tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan kekeluargaan dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Panti Sosial Bukan Pilihan Utama

Dinas Sosial Kota Bengkulu juga memberikan penjelasan terkait mekanisme penempatan lansia ke panti sosial. Tidak semua lansia dapat langsung memperoleh layanan di panti karena terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

Layanan tersebut diprioritaskan bagi lansia yang benar-benar tidak memiliki keluarga, kerabat, maupun pihak lain yang dapat bertanggung jawab terhadap perawatan dan kebutuhan hidupnya. Selain itu, terdapat ketentuan administratif serta hasil asesmen sosial yang menjadi dasar penentuan kelayakan penerima layanan.

Melalui peristiwa ini, Dinas Sosial Kota Bengkulu mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat fungsi keluarga sebagai ruang pertama dalam memberikan perlindungan, kasih sayang, dan dukungan bagi setiap anggota keluarga. Dengan keluarga yang kuat dan peduli, upaya mewujudkan kesejahteraan sosial di tengah masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra