Skip to main content

Diskominfo dan BPS Kota Bengkulu Gelar Bimtek Aplikasi Romantik

Kepala Diskominfo Kota Bengkulu Nurlia Dewi bersama Kepala BPS Kota Bengkulu Iin Inayati dan peserta mengikuti Bimbingan Teknis Rekomendasi Statistik melalui aplikasi Romantik di ruang Monitoring Center Diskominfo Kota Bengkulu, Rabu (21/10/2026).

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>> Pemerintah Kota Bengkulu terus mendorong pembenahan tata kelola data sebagai fondasi penting dalam menyusun program pembangunan yang terukur dan tepat sasaran. Salah satu langkah yang dilakukan ialah memperkuat pemahaman organisasi perangkat daerah (OPD) mengenai pengajuan rekomendasi statistik melalui aplikasi Romantik.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Rekomendasi Statistik yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bengkulu bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bengkulu. Kegiatan berlangsung di ruang Monitoring Center (Moncen) Diskominfo, Rabu (21/10/2026), dengan pelaksanaan selama dua hari berturut-turut.

Sebanyak 40 peserta dari berbagai OPD di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan pemahaman mengenai tata cara pengajuan rekomendasi statistik, pengelolaan data sektoral, hingga pentingnya memastikan informasi yang dimasukkan ke dalam sistem sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Kepala Diskominfo Kota Bengkulu, Nurlia Dewi, hadir bersama Kepala BPS Kota Bengkulu, Iin Inayati. Kegiatan ini juga diikuti sejumlah pejabat Diskominfo, di antaranya Kabid Hubungan Media dan Teknologi Ariani Ningrum, Kabid E-Government Wiwik Rahayu, Plt Kabid IKP Nugroho Tri Putra, serta jajaran BPS Kota Bengkulu.

Dalam arahannya, Nurlia menyoroti masih perlunya peningkatan pemahaman operator OPD terhadap mekanisme pendataan dan pengisian aplikasi Romantik. Menurutnya, pelatihan tersebut harus menghasilkan kemampuan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam pekerjaan masing-masing instansi.

Ia berharap peserta tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu menyelesaikan proses pengajuan dengan pendampingan petugas BPS.

Nurlia menegaskan bahwa peserta perlu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi apabila menghadapi kendala teknis maupun administratif. Dengan demikian, setiap OPD dapat memperbaiki kekurangan sejak awal sebelum pengajuan diproses lebih lanjut.

Selain itu, ia meminta para operator berkoordinasi dengan kepala bidang masing-masing guna memeriksa kelengkapan dan kebenaran data. Ketelitian dalam tahap penginputan dinilai penting agar informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Nurlia, kualitas data memiliki kaitan erat dengan evaluasi kinerja dan pencapaian pemerintah daerah. Data yang akurat akan membantu pemerintah memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan.

Kepala BPS Kota Bengkulu, Iin Inayati, menjelaskan bahwa pelaksanaan bimtek dibagi dalam beberapa gelombang agar pendampingan dapat menjangkau OPD di lingkungan pemerintah kota.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah pengajuan sekaligus memperbaiki kualitas rekomendasi statistik sektoral. Pasalnya, pengajuan melalui aplikasi Romantik dinilai masih perlu ditingkatkan agar kegiatan statistik yang direncanakan setiap instansi dapat tercatat dan diproses sesuai ketentuan.

Iin menerangkan, rekomendasi yang telah diajukan sebelumnya tidak selalu harus dimulai kembali dari awal pada tahun berikutnya. Apabila pengajuan tersebut masih berlaku, OPD dapat melakukan pembaruan informasi sesuai kebutuhan dan perkembangan kegiatan.

Ia juga mengingatkan bahwa pengajuan rekomendasi perlu memperhatikan waktu pelaksanaan kegiatan. Berdasarkan penjelasannya, kegiatan yang akan dilaksanakan pada 2027 maupun kegiatan rutin tahunan dapat menjadi bagian dari pengajuan, dengan tetap mengikuti persyaratan yang berlaku.

Karena itu, setiap OPD diharapkan mulai mengidentifikasi kegiatan statistik yang direncanakan, menyiapkan dokumen pendukung, serta memastikan informasi yang disampaikan telah sesuai dengan kebutuhan pemeriksaan.

BPS Kota Bengkulu berkomitmen mendampingi OPD selama proses pengajuan berlangsung. Iin menegaskan bahwa pengajuan yang belum memenuhi persyaratan tidak serta-merta langsung ditolak. Pihaknya akan memberikan penjelasan dan arahan perbaikan agar instansi pengusul dapat melengkapi kekurangan yang ditemukan.

Pendekatan pendampingan tersebut diharapkan membantu operator memahami prosedur sekaligus meningkatkan peluang setiap OPD memperoleh nomor rekomendasi statistik resmi setelah memenuhi ketentuan.

Melalui kerja sama Diskominfo dan BPS, Pemerintah Kota Bengkulu diharapkan semakin mampu membangun tata kelola statistik sektoral yang terarah, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ketersediaan data yang berkualitas menjadi modal penting dalam menyusun perencanaan, menentukan prioritas program, serta mengevaluasi hasil pembangunan. Dengan dukungan operator yang kompeten dan koordinasi antarlembaga yang kuat, pemanfaatan aplikasi Romantik diharapkan semakin optimal untuk mendukung kebijakan berbasis data di Kota Bengkulu.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra