TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<<>>> Upaya Pemerintah Kota Bengkulu dalam menjaga keberlangsungan seni dan tradisi daerah kembali diwujudkan melalui Festival Syarafal Anam 2026. Kegiatan budaya tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 28 hingga 29 Agustus 2026, dengan Taman Budaya Kota Bengkulu sebagai pusat pelaksanaan.
Festival yang digelar melalui Dinas Pariwisata Kota Bengkulu ini mengangkat tema “Harmoni Tradisi dan Inovasi”. Konsep tersebut menjadi penanda bahwa pelestarian budaya tidak harus dilakukan dengan cara-cara yang monoton, tetapi dapat dikembangkan melalui penyajian yang lebih kreatif dan dekat dengan karakter generasi muda.
Penyelenggaraan Festival Syarafal Anam 2026 juga mendapat dukungan melalui Bantuan Pemerintah Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII Bengkulu. Dukungan tersebut diharapkan memperkuat upaya pelindungan sekaligus pengembangan kesenian tradisional yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bengkulu.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, mengatakan Syarafal Anam memiliki nilai budaya yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar pertunjukan seni. Tradisi tersebut mengandung unsur kebersamaan, nilai keagamaan, sejarah, serta identitas masyarakat yang perlu terus diwariskan.
Menurutnya, kemasan festival sengaja dirancang agar tradisi tetap memiliki karakter aslinya, namun mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Kesenian Syarafal Anam bukan sekadar ketukan rebana dan lantunan puji-pujian, melainkan identitas kultural yang merekatkan kebersamaan masyarakat Kota Bengkulu,” ujar Nina, Senin (24/8/2026).
Ia berharap pendekatan tersebut dapat membuat generasi milenial dan Gen Z semakin mengenal sekaligus memiliki kebanggaan terhadap warisan budaya daerah.
“Melalui tema Harmoni Tradisi dan Inovasi, kami ingin menularkan semangat pelestarian ini kepada anak-anak muda agar mereka bangga terhadap akar budayanya sendiri,” tambahnya.
Tidak hanya menghadirkan pertunjukan, Festival Syarafal Anam 2026 juga dikemas sebagai ruang pembelajaran budaya. Sedikitnya terdapat enam agenda utama yang akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Agenda tersebut meliputi Kajian Workshop yang membahas sejarah, filosofi, serta perkembangan Syarafal Anam. Kemudian ada Harmoni Syarafal Anam, sebuah pertunjukan utama yang menonjolkan perpaduan rebana dan vokal Melayu-Islami.
Pengunjung juga dapat menikmati Pameran Tradisi yang menghadirkan berbagai informasi mengenai artefak, busana adat, serta perjalanan sejarah budaya Bengkulu. Selanjutnya, terdapat Prosesi Adang Gala & Napa, yang memperlihatkan tata cara adat dalam menyambut tamu kehormatan.
Rangkaian acara semakin beragam dengan kehadiran Live Sastra, berupa pertunjukan seni tutur dan syair bernuansa Islam. Sementara agenda Musik dan Tradisi akan mempertemukan instrumen musik etnik dengan sentuhan musik modern.
Pemilihan Taman Budaya Kota Bengkulu sebagai lokasi festival diharapkan mampu memberikan dampak lebih luas terhadap ekosistem seni, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif daerah.
Nina mengajak masyarakat, pelaku seni, budayawan, akademisi hingga wisatawan untuk datang dan ikut meramaikan festival tersebut.
“Kami mengundang seluruh lapisan masyarakat, budayawan, akademisi, hingga wisatawan untuk hadir menyaksikan dan memeriahkan festival ini,” katanya.
Festival ini turut melibatkan komunitas lokal dan pegiat kebudayaan sebagai bagian dari gerakan bersama menjaga tradisi. Informasi mengenai jadwal dan agenda kegiatan dapat dipantau melalui kanal resmi Dinas Pariwisata Kota Bengkulu serta Balai Pelestarian Kebudayaan Bengkulu.
Melalui Festival Syarafal Anam 2026, Pemerintah Kota Bengkulu berharap tradisi lokal tidak hanya bertahan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi berkembang menjadi kekuatan budaya yang relevan bagi masyarakat masa kini dan generasi mendatang.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra