Skip to main content

Gerakan Pangan Murah Bengkulu Bakal Digelar Rutin, Pemkot Fokus Jaga Harga dan Inflasi

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mendorong pelaksanaan Gerakan Pangan Murah secara rutin dan bergilir di sejumlah kelurahan sebagai upaya menjaga harga kebutuhan pokok serta mengendalikan inflasi daerah.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Kota Bengkulu terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu strategi yang akan diperluas adalah pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara berkala di sejumlah wilayah Kota Bengkulu.

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menilai stabilitas harga kebutuhan pokok tidak cukup dijaga melalui kebijakan yang bersifat sesaat. Menurutnya, pemerintah perlu melakukan intervensi secara konsisten agar masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang wajar, terutama ketika terjadi perubahan harga di tingkat pasar.

Karena itu, Dedy meminta perangkat daerah terkait menyusun jadwal pelaksanaan GPM secara rutin. Dinas Pertanian bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu diarahkan memperkuat koordinasi dengan Perum Bulog serta distributor bahan pangan untuk memastikan pasokan tersedia ketika kegiatan digelar.

Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Bengkulu dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang dan daya beli masyarakat. Melalui kegiatan pangan murah, warga dapat memperoleh sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan kondisi pasar pada waktu tertentu.

Dedy mengatakan keberadaan program pangan murah memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan harga di daerah. Pemerintah tidak hanya menunggu terjadinya kenaikan harga, tetapi berupaya melakukan langkah antisipasi melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

Ia mengapresiasi jajaran organisasi perangkat daerah yang selama ini aktif menjalankan program pengendalian harga dan ketahanan pangan. Menurut Dedy, kolaborasi antarlembaga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kondisi inflasi Kota Bengkulu tetap terkendali.

“Alhamdulillah Kota Bengkulu inflasi kita terkendali, karena salah satunya teman-teman dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian dan ketahanan pangan rutin melakukan kegiatan ini,” kata Dedy.

Pemerintah Kota Bengkulu melihat program tersebut bukan sekadar kegiatan penjualan bahan pangan dengan harga murah. Lebih dari itu, GPM diposisikan sebagai instrumen untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga kestabilan pasar ketika terdapat tekanan terhadap harga komoditas tertentu.

Ke depan, Pemkot Bengkulu berencana memperluas pelaksanaan kegiatan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak warga. GPM tidak hanya dipusatkan di satu lokasi, tetapi dirancang untuk bergerak secara bergantian ke sejumlah kelurahan.

Dedy meminta Disperindag menyiapkan pola pelaksanaan yang dapat dilakukan secara rutin setiap bulan. Dengan sistem tersebut, masyarakat di berbagai kawasan memiliki kesempatan memperoleh kebutuhan pangan melalui kegiatan yang disiapkan pemerintah bersama mitra usaha.

“Tadi saya bilang ke Pak Kadis Perindag, usahakan sebulan sekali nanti keliling ya ke beberapa kelurahan. Kita punya mitra distributor dan Bulog juga siap support, intinya kita buat inflasi terkendali,” ujarnya.

Dukungan Bulog dan distributor dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pasokan. Pemerintah berharap kolaborasi tersebut dapat membuat pelaksanaan GPM berlangsung lebih terencana, baik dari sisi ketersediaan komoditas maupun distribusinya kepada masyarakat.

Kebijakan pengendalian inflasi di tingkat daerah membutuhkan koordinasi antara pemerintah, pelaku distribusi, serta lembaga yang berkaitan dengan ketahanan pangan. Karena itu, Pemkot Bengkulu mendorong agar komunikasi dengan distributor terus diperkuat sehingga potensi gejolak harga dapat diantisipasi lebih cepat.

Selain membantu masyarakat mendapatkan pangan dengan harga terjangkau, kegiatan GPM juga diharapkan dapat meningkatkan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Pemkot Bengkulu ingin memastikan kebijakan pengendalian inflasi tidak hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi juga dirasakan secara langsung oleh warga.

Dengan rencana pelaksanaan GPM secara bergilir setiap bulan, Pemerintah Kota Bengkulu menargetkan program tersebut menjadi agenda berkelanjutan. Upaya ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat dan mempertahankan stabilitas harga kebutuhan pokok.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra