Skip to main content

Gubernur Bengkulu Terima Audiensi BAMAGNAS, Bahas Pembangunan Gereja GKPS di Seluma

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menerima audiensi BAMAGNAS dan mendukung rencana pembangunan Gereja GKPS di Seluma pada April 2026 sebagai wujud kerukunan umat beragama.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Komitmen menjaga harmoni antarumat beragama kembali ditegaskan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Hal ini terlihat saat Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menerima kunjungan audiensi dari Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional di ruang kerjanya, Senin (30/3/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur Bengkulu tersebut membahas agenda penting, yakni rencana pelaksanaan pesta pembangunan Gereja GKPS se-Provinsi Bengkulu. Kegiatan keagamaan ini dijadwalkan berlangsung pada 12 April 2026 di wilayah Air Petai, Kabupaten Seluma.

Dalam audiensi tersebut, perwakilan BAMAGNAS menyampaikan bahwa acara tersebut akan melibatkan berbagai tokoh gereja dari sejumlah daerah di Indonesia. Selain menjadi momentum pembangunan fisik, kegiatan ini juga diharapkan mempererat tali persaudaraan antarumat beragama serta memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Tak hanya itu, pihak BAMAGNAS turut mengundang secara langsung Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu untuk hadir dalam rangkaian acara. Salah satu agenda utama yang direncanakan adalah prosesi peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja GKPS sebagai simbol dimulainya pembangunan.

Menanggapi hal tersebut, Helmi Hasan menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan keagamaan tersebut. Ia menilai, setiap aktivitas yang bertujuan memperkuat persatuan dan kerukunan harus didukung oleh pemerintah daerah.

Menurutnya, keberagaman yang ada di Provinsi Bengkulu merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga sebagai penjaga stabilitas sosial agar kehidupan masyarakat tetap damai dan harmonis.

“Pemerintah provinsi menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari upaya menjaga keharmonisan. Kita ingin memastikan kondisi masyarakat tetap kondusif tanpa adanya konflik atau tindakan negatif. Semua agama harus diperlakukan secara adil dan seimbang,” ujar Helmi.

Ia juga menekankan pentingnya menghindari sikap diskriminatif maupun rasisme dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, perbedaan latar belakang suku, agama, maupun budaya adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, sehingga harus disikapi dengan sikap saling menghormati.

“Perbedaan adalah hal yang wajar dalam kehidupan. Justru dari situ kita belajar untuk saling menghargai dan hidup berdampingan secara damai,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua BAMAGNAS Provinsi Bengkulu, Moses Sinaga, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Gubernur Bengkulu. Ia mengungkapkan bahwa dukungan pemerintah daerah menjadi energi positif bagi pihaknya dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurut Moses, kehadiran kepala daerah dalam acara pembangunan gereja nantinya akan menjadi simbol kuat bahwa pemerintah hadir untuk semua golongan tanpa membedakan latar belakang agama.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan keterbukaan dari Bapak Gubernur. Kehadiran beliau nantinya tentu akan menjadi kebahagiaan bagi kami serta seluruh umat,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni semata, tetapi mampu memberikan dampak nyata dalam memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan di Provinsi Bengkulu.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan seperti BAMAGNAS, diharapkan kehidupan sosial masyarakat Bengkulu tetap terjaga dalam suasana damai, aman, dan penuh rasa saling menghormati.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra